<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penjelasan Medis soal Ibu yang Hamil Hanya 1 Jam Lalu Melahirkan</title><description>Tim medis berpendapat, proses persalinan yang dialami oleh si ibu sebenarnya terjadi normal dan terjadi proses kehamilan yang normal pula.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan"/><item><title>Ini Penjelasan Medis soal Ibu yang Hamil Hanya 1 Jam Lalu Melahirkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Asep Juhariyono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan-TdBToP3Y53.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Heni Nuraeni saat merawat bayinya (Foto: iNews/Asep)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/525/2250173/ini-penjelasan-medis-soal-ibu-yang-hamil-hanya-1-jam-lalu-melahirkan-TdBToP3Y53.jpg</image><title>Heni Nuraeni saat merawat bayinya (Foto: iNews/Asep)</title></images><description>TASIKMALAYA - Kehamilan seorang ibu hanya satu jam dan melahirkan seorang bayi laki laki di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, secara medis tidak mungkin terjadi.

Hal itu diungkapkan petugas medis di Tasikmalaya. Kesimpulan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil wawancara dengan ibu bayi. Secara logika, tim medis berpendapat, bahwa proses persalinan yang dialami oleh si ibu sebenarnya terjadi sangat normal dan terjadi proses kehamilan yang normal pula.

Setelah viral dengan kejadian seorang ibu yang hamil satu jam lebih dan langsung melahirkan seorang anak laki-laki, sejumlah petugas medis dan dokter melakulan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan ibu dan bayi, serta sekaligus memintai keterangan kronologis kejadian yang dialami oleh sang ibu.

Menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Mia Shofia, bahwa kejadian yang menimpa Heni Nuraeni sebenarnya merupakan proses kehamilan normal, namun sang ibu tak menyadarinya. Kejadian ini, menurutnya telah ada dalam banyak litelatur, dan biasa disebut kriptik pregnansi, atau kehamilan yang samar, karena sang ibu tak menyadarinya.

&quot;Begitupun hasil konsultasi dengan para ahli kehamilan, bahwa tenaga kesehatan menyakini suatu proses normal, sebuah proses persalinan yang diawali oleh proses kehamilan, namun sang ibu itu tak menyadarinya,&quot; jelas Mia.

Masih menurut Mia, saat sang ibu tidak menyadari atau merasakan sebuah kehamilan, namun pada saat mendekati persalian pasti ada tanda tanda melahirkan seperti merasa sakit, keluarnya darah, dan adanya mulas saat akan melahirkan.

&quot;Saat mules muncul, makan perut akan mulai mengembang dan besar,&quot; jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,  Dokter Heru Suharto, dilihat dari kaca mata medis sangat tidak mungkin  dan sangat sulit diterima logika kedokteran.

&quot;Karena segala sesuatu pasti selalu ada proses, bahwa dia harus  mengalami proses kehamilan, dan harus ada bekas kehamilannya,&quot; jelas  Heru.

Diberitakan sebelumnya, hamilnya seorang ibu di Desa Mandalasari  dalam waktu satu jam lebih dan langsung melahirkan seorang bayi  laki-laki menjadi viral di media sosial.

Viralnya kabar itu karena proses sang ibu mulai hamil hingga  melahirkan bayinya hanya dalam hitungan waktu satu jam lebih, dimana  sang ibu perutnya tiba tiba membesar, dan melahirkan bayi laki laki,  pada Sabtu malam 18 Juli, sekitar pukul 21.30.

Selama ini sang ibu Heni Nuraeni (30), tidak pernah merasakan adanya  tanda tanda kehamilan, karena setiap bulan selalu datang bulan, bahkan  saat melahirkanpun sang ibu sedang datang bulan.

Bukan hanya itu, menurut pengakuan sang ibu, selama 19 bulan dirinya  belum pernah melakukan hibungan badan dengan suaminya Erik (38), yang  sehari-hari bekerja sebagai buruh di salah satu rumah makan di Kota  Tasikmalaya.

Pasangan ini sudah memiliki anak pertama 10 tahun, dan anak kedua 19  bulan, serta anak ketiganya yang baru saja dilahirkan, meski tanpa ada  pertanda hamil atau perut membesar seperti pada umumnya perempuan yang  hamil.
</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Kehamilan seorang ibu hanya satu jam dan melahirkan seorang bayi laki laki di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, secara medis tidak mungkin terjadi.

Hal itu diungkapkan petugas medis di Tasikmalaya. Kesimpulan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil wawancara dengan ibu bayi. Secara logika, tim medis berpendapat, bahwa proses persalinan yang dialami oleh si ibu sebenarnya terjadi sangat normal dan terjadi proses kehamilan yang normal pula.

Setelah viral dengan kejadian seorang ibu yang hamil satu jam lebih dan langsung melahirkan seorang anak laki-laki, sejumlah petugas medis dan dokter melakulan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan ibu dan bayi, serta sekaligus memintai keterangan kronologis kejadian yang dialami oleh sang ibu.

Menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Mia Shofia, bahwa kejadian yang menimpa Heni Nuraeni sebenarnya merupakan proses kehamilan normal, namun sang ibu tak menyadarinya. Kejadian ini, menurutnya telah ada dalam banyak litelatur, dan biasa disebut kriptik pregnansi, atau kehamilan yang samar, karena sang ibu tak menyadarinya.

&quot;Begitupun hasil konsultasi dengan para ahli kehamilan, bahwa tenaga kesehatan menyakini suatu proses normal, sebuah proses persalinan yang diawali oleh proses kehamilan, namun sang ibu itu tak menyadarinya,&quot; jelas Mia.

Masih menurut Mia, saat sang ibu tidak menyadari atau merasakan sebuah kehamilan, namun pada saat mendekati persalian pasti ada tanda tanda melahirkan seperti merasa sakit, keluarnya darah, dan adanya mulas saat akan melahirkan.

&quot;Saat mules muncul, makan perut akan mulai mengembang dan besar,&quot; jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,  Dokter Heru Suharto, dilihat dari kaca mata medis sangat tidak mungkin  dan sangat sulit diterima logika kedokteran.

&quot;Karena segala sesuatu pasti selalu ada proses, bahwa dia harus  mengalami proses kehamilan, dan harus ada bekas kehamilannya,&quot; jelas  Heru.

Diberitakan sebelumnya, hamilnya seorang ibu di Desa Mandalasari  dalam waktu satu jam lebih dan langsung melahirkan seorang bayi  laki-laki menjadi viral di media sosial.

Viralnya kabar itu karena proses sang ibu mulai hamil hingga  melahirkan bayinya hanya dalam hitungan waktu satu jam lebih, dimana  sang ibu perutnya tiba tiba membesar, dan melahirkan bayi laki laki,  pada Sabtu malam 18 Juli, sekitar pukul 21.30.

Selama ini sang ibu Heni Nuraeni (30), tidak pernah merasakan adanya  tanda tanda kehamilan, karena setiap bulan selalu datang bulan, bahkan  saat melahirkanpun sang ibu sedang datang bulan.

Bukan hanya itu, menurut pengakuan sang ibu, selama 19 bulan dirinya  belum pernah melakukan hibungan badan dengan suaminya Erik (38), yang  sehari-hari bekerja sebagai buruh di salah satu rumah makan di Kota  Tasikmalaya.

Pasangan ini sudah memiliki anak pertama 10 tahun, dan anak kedua 19  bulan, serta anak ketiganya yang baru saja dilahirkan, meski tanpa ada  pertanda hamil atau perut membesar seperti pada umumnya perempuan yang  hamil.
</content:encoded></item></channel></rss>
