<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debit Air Sungai Meningkat, Warga Luwu Utara Panik Berhamburan Cari Tempat Aman</title><description>Warga yang panik mencari lokasi lebih tinggi yang jauh dari aliran sungai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman"/><item><title>Debit Air Sungai Meningkat, Warga Luwu Utara Panik Berhamburan Cari Tempat Aman</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman</guid><pubDate>Rabu 22 Juli 2020 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Nasruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman-w8chkNWvKB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Luwu Utara, Sulawesi Selatan mencari tempat aman khawatir banjir susulan (Foto: iNews/Nasruddin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/22/609/2250083/debit-air-sungai-meningkat-warga-luwu-utara-panik-berhamburan-cari-tempat-aman-w8chkNWvKB.jpg</image><title>Warga Luwu Utara, Sulawesi Selatan mencari tempat aman khawatir banjir susulan (Foto: iNews/Nasruddin)</title></images><description>LUWU UTARA - Ancaman banjir susulan akibat meningkatnya debit air Sungai Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Mereka khawatir terjadi banjir bandang susulan.&amp;nbsp;
Pantauan iNews, hal tersebut juga berdampak pada kemacetan arus lalu lintas Trans Sulawesi macet pada Selasa 21 Juli 2020 malam. Meningkatnya debit air di Sungai Radda diduga dipicu tingginya intensitas hujan di hulu.&amp;nbsp;
Dalam kepanikan tersebut, selain kemacetan juga tampak pengendara roda dua ikut berbalik arah menjauh dari Sungai Radda yang memicu banjir bandang pekan lalu dan mengakibatkan 38 korban meninggal dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Mapala Tembus Lumpur Evakuasi Nenek Terjebak Banjir Bandang di Luwu Utara&amp;nbsp;
Warga yang panik mencari lokasi lebih tinggi dan jauh dari aliran sungai. Sementara petugas yang ada di lokasi terus mengimbau warga untuk waspada, serta mengimbau warga untuk tidak panik.&amp;nbsp;
Warga khawatir terjadi banjir bandang susulan karena Sungai Radda pasca banjir bandang sebelumnya mengalami pendangkalan akibat tertimbun material lumpur, batu dan kayu gelondongan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang susulan. Apalagi, jika intensitas curah hujan di hulu semakin tinggi dan kembali terjadi longsor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cari 6 Korban Hilang, Masa Tanggap Darurat Banjir Luwu Utara Diperpanjang</description><content:encoded>LUWU UTARA - Ancaman banjir susulan akibat meningkatnya debit air Sungai Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Mereka khawatir terjadi banjir bandang susulan.&amp;nbsp;
Pantauan iNews, hal tersebut juga berdampak pada kemacetan arus lalu lintas Trans Sulawesi macet pada Selasa 21 Juli 2020 malam. Meningkatnya debit air di Sungai Radda diduga dipicu tingginya intensitas hujan di hulu.&amp;nbsp;
Dalam kepanikan tersebut, selain kemacetan juga tampak pengendara roda dua ikut berbalik arah menjauh dari Sungai Radda yang memicu banjir bandang pekan lalu dan mengakibatkan 38 korban meninggal dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Mapala Tembus Lumpur Evakuasi Nenek Terjebak Banjir Bandang di Luwu Utara&amp;nbsp;
Warga yang panik mencari lokasi lebih tinggi dan jauh dari aliran sungai. Sementara petugas yang ada di lokasi terus mengimbau warga untuk waspada, serta mengimbau warga untuk tidak panik.&amp;nbsp;
Warga khawatir terjadi banjir bandang susulan karena Sungai Radda pasca banjir bandang sebelumnya mengalami pendangkalan akibat tertimbun material lumpur, batu dan kayu gelondongan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang susulan. Apalagi, jika intensitas curah hujan di hulu semakin tinggi dan kembali terjadi longsor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cari 6 Korban Hilang, Masa Tanggap Darurat Banjir Luwu Utara Diperpanjang</content:encoded></item></channel></rss>
