<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pernah Ditinggal Nikah, Pria Ini Curi Ribuan Pakaian Dalam Wanita</title><description>Sejumlah warga melaporkan sering hilangnya baju dan pakaian dalam wanita.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita"/><item><title>Pernah Ditinggal Nikah, Pria Ini Curi Ribuan Pakaian Dalam Wanita</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita-ZQqkshkww4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan pakain dalam ditemukan di pondok milik tersangka pencurian (Foto: iNews/Sigit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/340/2250964/pernah-ditinggal-nikah-pria-ini-curi-ribuan-pakaian-dalam-wanita-ZQqkshkww4.jpg</image><title>Ribuan pakain dalam ditemukan di pondok milik tersangka pencurian (Foto: iNews/Sigit)</title></images><description>KOTAWARINGIN BARAT - Warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah geger.

Seringkali kehilangan baju dan pakaian dalam perempuan, warga sejumlah RT di Desa Natai Baru melapor ke kantor desa, Rabu (22/7/2020) siang.

Sejumlah warga melaporkan sering hilangnya baju dan pakaian dalam wanita. Warga desa pun menduga pencurian baju dilakukan oleh ST (45) warga RT 8, Desa Natai Baru. Merasa yakin yang melakukan aksi pencurian baju khusus wanita adalah ST, belasan warga dari dari sejumlah RT pun langsung menggerebek pondok ukuran 3x3 meter yang dihuni pelaku.

&amp;ldquo;Nah kemarin itu warga melapor ke kantor desa, mereka meyakini ST pelaku yang sering mencuri pakaian wanita sampai baju dalaman. Warga yang tidak sabar langsung menggerebek pondok ST,&amp;rdquo; ujar seorang ibu warga RT 5 yang enggan disebutkan namanya saat ditemui MNC Media disebuah warung kopi, Kamis (23/7/2020).

Warga yang sudah tidak sabar langsung membongkar pondok ST. Alangkah kagetnya, di dalam pondok ST dipenuhi baju wanita mulai dari rok, hijab, daster, bra, celana dalam dan baju wanita lainnya. Ribuan baju itu ditumpuk dilantai dan di atasnya dikasih kasur tipis sebagai tempat tidur. Seisi pondok dipenuhi baju wanita yang sudah ditata sedemikian rupa.

&amp;ldquo;Bahkan ada dua bentuk boneka perempuan yang dibuat TS menggunakan celana dan baju yang diisi baju baju supaya mirip dengan wanita sesungguhnya,&amp;rdquo; cerita ibu tersebut.

Namun saat penggerebekan pondok TS, pelaku sempat kabur dengan membawa parang dan mengancam akan membunuh jika dilaporkan ke polisi. Selanjutnya pelaku kabur ke arah kebun dan hutan desa sejak Rabu siang hingga saat ini belum tertangkap.

Sementara itu, seorang ibu warga RT 5, Desa Natai Baru, NN mengatakan, ST ini memang sudah dari dulu bahkan sudah puluhan tahun sering mencuri baju wanita di desa setempat. Hampir seluruh warga desa sudah menjadi korban aksi pencurian ST.

Namun selama ini tak pernah tertangkap basah. Diduga aksinya dilakukan pada malam hari dan mengambil baju wanita yang sedang dijemur.

&amp;ldquo;Ya kalau ST ini sudah dari dulu mencuri baju wanita. Tapi setiap dilaporkan ke kantor desa ya begitu saja langsung dilepas dan mengulang lagi. Ada yang bilang dia kelainan seks, ada juga yang bilang untuk cari ilmu hitam. Ya jadi warga sini sedikit takut,&amp;rdquo; ujar ibu penjual kopi di RT 5 ini.

Sementara itu, Sukhuf Ibrahim (53) warga RT 5 yang bersedia  diwawancarai MNC Media mengatakan, ST ini sudah tinggal di Desa Natai  Baru puluhan tahun. ST ada sejumlah saudaranya di desa ini.

Namun ST memang hidup sendiri tanpa istri dan membuat pondok di  belakang rumah saudaranya. Informasi dari sejumlah warga, ST punya kisah  hidup saat masih muda pernah ditinggalkan nikah oleh pacarnya di Jawa.

&amp;ldquo;Bisa jadi mungkin dia cinta dan malah ditinggal nikah dan akhirnya  trauma dan menjadi kelainan seks. Kalau sama orang yang normal saja  tidak gila. Bahkan dia juga tiap hari berkebun sawit. Sehat bugar dan  normal. Cuma mungkin ada kelainan seks,&amp;rdquo; ujar bapak paruh baya ini.

Selama ini warga sudah cukup resah. Sebab setiap hari selalu saja ada  baju wanita yang hilang. ST beraksi selalu di malam hari. Dan baju  curiannya dikumpulkan di dalam pondoknya.

&amp;ldquo;Pas kemarin digerebek warga, warga kaget di dalam pondok sekecil itu  isinya baju dan dalaman wanita semua. Dan ada dua boneka buatannya  sendiri. Saat ini ribuan baju tersebut sudah diamankan di kantor desa,&amp;rdquo;  jelasnya.

Saat MNC Media mengkonfirmasi ke Kepala Desa Natai Baru, Asmiyati.  Dirinya masih enggan memberikan informasi lebih lanjut. Ia takut jika  kasus ini diekspose akan mengancam dirinya. Sebab ST sampai saat ini  masih dalam pencarian aparat.

Saat dihubungi MNC Media, Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting melalui  Wakapolres Kompol Boni Ariefianto mengatakan, tim gabungan dari Reskrim  Polres Kobar dan Polsek Arsel sudah merapat ke TKP.

&amp;ldquo;Tim gabungan dari Polres dan Polsek Arsel sudah berada di Desa Natai  Baru dan sedang melakukan penyelidikan dan mencari pelaku TS yang  diduga kabur ke arah hutan desa,&amp;rdquo; ujar perwira melati satu ini.
</description><content:encoded>KOTAWARINGIN BARAT - Warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah geger.

Seringkali kehilangan baju dan pakaian dalam perempuan, warga sejumlah RT di Desa Natai Baru melapor ke kantor desa, Rabu (22/7/2020) siang.

Sejumlah warga melaporkan sering hilangnya baju dan pakaian dalam wanita. Warga desa pun menduga pencurian baju dilakukan oleh ST (45) warga RT 8, Desa Natai Baru. Merasa yakin yang melakukan aksi pencurian baju khusus wanita adalah ST, belasan warga dari dari sejumlah RT pun langsung menggerebek pondok ukuran 3x3 meter yang dihuni pelaku.

&amp;ldquo;Nah kemarin itu warga melapor ke kantor desa, mereka meyakini ST pelaku yang sering mencuri pakaian wanita sampai baju dalaman. Warga yang tidak sabar langsung menggerebek pondok ST,&amp;rdquo; ujar seorang ibu warga RT 5 yang enggan disebutkan namanya saat ditemui MNC Media disebuah warung kopi, Kamis (23/7/2020).

Warga yang sudah tidak sabar langsung membongkar pondok ST. Alangkah kagetnya, di dalam pondok ST dipenuhi baju wanita mulai dari rok, hijab, daster, bra, celana dalam dan baju wanita lainnya. Ribuan baju itu ditumpuk dilantai dan di atasnya dikasih kasur tipis sebagai tempat tidur. Seisi pondok dipenuhi baju wanita yang sudah ditata sedemikian rupa.

&amp;ldquo;Bahkan ada dua bentuk boneka perempuan yang dibuat TS menggunakan celana dan baju yang diisi baju baju supaya mirip dengan wanita sesungguhnya,&amp;rdquo; cerita ibu tersebut.

Namun saat penggerebekan pondok TS, pelaku sempat kabur dengan membawa parang dan mengancam akan membunuh jika dilaporkan ke polisi. Selanjutnya pelaku kabur ke arah kebun dan hutan desa sejak Rabu siang hingga saat ini belum tertangkap.

Sementara itu, seorang ibu warga RT 5, Desa Natai Baru, NN mengatakan, ST ini memang sudah dari dulu bahkan sudah puluhan tahun sering mencuri baju wanita di desa setempat. Hampir seluruh warga desa sudah menjadi korban aksi pencurian ST.

Namun selama ini tak pernah tertangkap basah. Diduga aksinya dilakukan pada malam hari dan mengambil baju wanita yang sedang dijemur.

&amp;ldquo;Ya kalau ST ini sudah dari dulu mencuri baju wanita. Tapi setiap dilaporkan ke kantor desa ya begitu saja langsung dilepas dan mengulang lagi. Ada yang bilang dia kelainan seks, ada juga yang bilang untuk cari ilmu hitam. Ya jadi warga sini sedikit takut,&amp;rdquo; ujar ibu penjual kopi di RT 5 ini.

Sementara itu, Sukhuf Ibrahim (53) warga RT 5 yang bersedia  diwawancarai MNC Media mengatakan, ST ini sudah tinggal di Desa Natai  Baru puluhan tahun. ST ada sejumlah saudaranya di desa ini.

Namun ST memang hidup sendiri tanpa istri dan membuat pondok di  belakang rumah saudaranya. Informasi dari sejumlah warga, ST punya kisah  hidup saat masih muda pernah ditinggalkan nikah oleh pacarnya di Jawa.

&amp;ldquo;Bisa jadi mungkin dia cinta dan malah ditinggal nikah dan akhirnya  trauma dan menjadi kelainan seks. Kalau sama orang yang normal saja  tidak gila. Bahkan dia juga tiap hari berkebun sawit. Sehat bugar dan  normal. Cuma mungkin ada kelainan seks,&amp;rdquo; ujar bapak paruh baya ini.

Selama ini warga sudah cukup resah. Sebab setiap hari selalu saja ada  baju wanita yang hilang. ST beraksi selalu di malam hari. Dan baju  curiannya dikumpulkan di dalam pondoknya.

&amp;ldquo;Pas kemarin digerebek warga, warga kaget di dalam pondok sekecil itu  isinya baju dan dalaman wanita semua. Dan ada dua boneka buatannya  sendiri. Saat ini ribuan baju tersebut sudah diamankan di kantor desa,&amp;rdquo;  jelasnya.

Saat MNC Media mengkonfirmasi ke Kepala Desa Natai Baru, Asmiyati.  Dirinya masih enggan memberikan informasi lebih lanjut. Ia takut jika  kasus ini diekspose akan mengancam dirinya. Sebab ST sampai saat ini  masih dalam pencarian aparat.

Saat dihubungi MNC Media, Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting melalui  Wakapolres Kompol Boni Ariefianto mengatakan, tim gabungan dari Reskrim  Polres Kobar dan Polsek Arsel sudah merapat ke TKP.

&amp;ldquo;Tim gabungan dari Polres dan Polsek Arsel sudah berada di Desa Natai  Baru dan sedang melakukan penyelidikan dan mencari pelaku TS yang  diduga kabur ke arah hutan desa,&amp;rdquo; ujar perwira melati satu ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
