<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Titip Siswa di Tangel, Inspektorat Periksa Lurah Saidun   </title><description>Inspektorat Pemerintah Kota Tangsel masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Benda Baru, Saidun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun"/><item><title>Kasus Titip Siswa di Tangel, Inspektorat Periksa Lurah Saidun   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun</guid><pubDate>Sabtu 25 Juli 2020 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun-QuuJPThNJW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana saat mediasi Lurah Saidun yang mengamuk kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah. Foto: Hambali-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/25/338/2252005/kasus-titip-siswa-di-tangel-inspektorat-periksa-lurah-saidun-QuuJPThNJW.jpg</image><title>Suasana saat mediasi Lurah Saidun yang mengamuk kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah. Foto: Hambali-Okezone</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Inspektorat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Saidun, atas kasus penitipan siswa saat proses pendaftaran untuk tahun ajaran baru.

&quot;Pemeriksaan on proses. Tim sudah memeriksa keterangan yang bersangkutan,&quot; terang Kepala Inspektorat Kota Tangsel, Uus Kusnadi, kepada Okezone, Sabtu (25/7/2020).

Dilanjutkan Uus, hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi rujukan bagi sanksi yang akan diberikan terhadap Saidun. Proses itu, kata dia, tak terpengaruh sama sekali meskipun telah ada mediasi dan perdamaian antara pihak SMAN 3 dengan Saidun.

&quot;Kalau kami menindaklanjuti ke disiplin ASN. Kami terus berjalan,&quot; ungkapnya.

Sementara, forum paguyuban lurah se-Kota Tangsel turut bereaksi menanggapi pemeriksaan terhadap Saidun. Bahkan mereka melontarkan ancaman hingga berupa aksi mogok kerja jika kasus Lurah Saidun diperpanjang.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lurah Ngamuk di SMAN 3 Tangsel Terancam Tertunda Kenaikan Gaji dan Pangkat
&quot;Kita masih terus koordinasi, kalau sampai terus berlanjut maka bisa jadi kami mogok kerja dan berhenti memberikan pelayanan. Dampaknya akan luar biasa nanti. Kami menganggap hal ini terlalu dibesar-besarkan, padahal beliau sudah minta maaf. Tidak ada fasilitas sekolah yang rusak, cuma gelas sama toples di atas meja,&quot; tegas Juru Bicara Forum Lurah Tangsel, Tomi Patria Edwardy, kepada Okezone, Sabtu (25/7/2020).

Kini solidaritas sesama profesi lurah tergerak, mereka tak terima jika Lurah Saidun dikorbankan dengan isu siswa titipan. Lantas  ancaman bongkar-membongkar praktik titipan itu kini menyeruak. Diduga banyak pihak melakukan hal yang sama sejak bertahun-tahun silam.

&quot;Beliau sudah minta maaf, tapi jangan terus dibully, seolah-olah yang lain bersih dari hal itu. Kalau masih terus seperti ini, maka kami dari forum paguyuban lurah se-Tangsel akan buat laporan ke kejaksaan untuk membongkar dan mengaudit proses penerimaan siswa baru selama ini,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengamuk di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru: Daripada Saya Stroke
Peristiwa itu terjadi pada 2 pekan lalu, di mana Lurah Saidun tengah berada di ruang kepala sekolah SMAN 3 Tangsel. Dia menanyakan status 2 siswa titipan, yang kemudian dinyatakan pihak sekolah dalam daftar tunggu untuk bisa diterima.

Saidun pun tersinggung atas penjelasan Kepsek SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah. Lalu Saidun menendang barang beling di atas meja sambil berlalu pergi meninggalkan sekolah.
</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Inspektorat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Saidun, atas kasus penitipan siswa saat proses pendaftaran untuk tahun ajaran baru.

&quot;Pemeriksaan on proses. Tim sudah memeriksa keterangan yang bersangkutan,&quot; terang Kepala Inspektorat Kota Tangsel, Uus Kusnadi, kepada Okezone, Sabtu (25/7/2020).

Dilanjutkan Uus, hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi rujukan bagi sanksi yang akan diberikan terhadap Saidun. Proses itu, kata dia, tak terpengaruh sama sekali meskipun telah ada mediasi dan perdamaian antara pihak SMAN 3 dengan Saidun.

&quot;Kalau kami menindaklanjuti ke disiplin ASN. Kami terus berjalan,&quot; ungkapnya.

Sementara, forum paguyuban lurah se-Kota Tangsel turut bereaksi menanggapi pemeriksaan terhadap Saidun. Bahkan mereka melontarkan ancaman hingga berupa aksi mogok kerja jika kasus Lurah Saidun diperpanjang.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lurah Ngamuk di SMAN 3 Tangsel Terancam Tertunda Kenaikan Gaji dan Pangkat
&quot;Kita masih terus koordinasi, kalau sampai terus berlanjut maka bisa jadi kami mogok kerja dan berhenti memberikan pelayanan. Dampaknya akan luar biasa nanti. Kami menganggap hal ini terlalu dibesar-besarkan, padahal beliau sudah minta maaf. Tidak ada fasilitas sekolah yang rusak, cuma gelas sama toples di atas meja,&quot; tegas Juru Bicara Forum Lurah Tangsel, Tomi Patria Edwardy, kepada Okezone, Sabtu (25/7/2020).

Kini solidaritas sesama profesi lurah tergerak, mereka tak terima jika Lurah Saidun dikorbankan dengan isu siswa titipan. Lantas  ancaman bongkar-membongkar praktik titipan itu kini menyeruak. Diduga banyak pihak melakukan hal yang sama sejak bertahun-tahun silam.

&quot;Beliau sudah minta maaf, tapi jangan terus dibully, seolah-olah yang lain bersih dari hal itu. Kalau masih terus seperti ini, maka kami dari forum paguyuban lurah se-Tangsel akan buat laporan ke kejaksaan untuk membongkar dan mengaudit proses penerimaan siswa baru selama ini,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengamuk di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru: Daripada Saya Stroke
Peristiwa itu terjadi pada 2 pekan lalu, di mana Lurah Saidun tengah berada di ruang kepala sekolah SMAN 3 Tangsel. Dia menanyakan status 2 siswa titipan, yang kemudian dinyatakan pihak sekolah dalam daftar tunggu untuk bisa diterima.

Saidun pun tersinggung atas penjelasan Kepsek SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah. Lalu Saidun menendang barang beling di atas meja sambil berlalu pergi meninggalkan sekolah.
</content:encoded></item></channel></rss>
