<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Kesehatan Sebut Vaksin Tak Bisa Diperoleh dalam Waktu Dekat</title><description>Oakar kesehatan menyebut vaksin Covid-19 baru bisa direalisasikan akhir tahun 2021.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat"/><item><title>Pakar Kesehatan Sebut Vaksin Tak Bisa Diperoleh dalam Waktu Dekat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2020 07:35 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat-s27f7zBeK2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/26/337/2252178/pakar-kesehatan-sebut-vaksin-tak-bisa-diperoleh-dalam-waktu-dekat-s27f7zBeK2.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra melihat vaksin untuk penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia belum bisa diperoleh dalam waktu dekat ini.

&quot;Vaksin itu enggak bisa diperoleh dalam waktu dekat, vaksin itu hanya bisa secara klinisnya pada akhir tahun depan (2021) baru bisa direalisasikan,&quot; ucap Hermawan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Ia menyebutkan, semua negara juga berharap vaksin dan melakukan riset lebih jauh. Namun, dia mengingatkan agar pemerintah tak overestimate ihwal vaksin yang bisa ditemukan dalam waktu dekat.

&quot;Vaksin tetapi tidak boleh ada overestimate, seolah-olah indonesia dapatkan vaksin dalam waktu dekat,&quot; tuturnya.
&quot;Kemungkinan baru bisa akhir tahun depan. Ya setahun karena prosesnya tidak sesederhana yang kita bayangkan,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Anies Janji Sampaikan Perkembangan Kasus Corona Secara Rutin

Oleh sebab itulah, Hermawan memandang vaksin ditemukan dalam waktu tiga bulan sulit terealisasikan. &quot;Sulit kami melihat dari segi akademisi karena ini penyakit khusus ilmiah jadi ada tahapan panjang dan terealisasi baru akhir tahun depan dan butuh kehati-hatian,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Tes Swab Massal, 58 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Corona


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra melihat vaksin untuk penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia belum bisa diperoleh dalam waktu dekat ini.

&quot;Vaksin itu enggak bisa diperoleh dalam waktu dekat, vaksin itu hanya bisa secara klinisnya pada akhir tahun depan (2021) baru bisa direalisasikan,&quot; ucap Hermawan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Ia menyebutkan, semua negara juga berharap vaksin dan melakukan riset lebih jauh. Namun, dia mengingatkan agar pemerintah tak overestimate ihwal vaksin yang bisa ditemukan dalam waktu dekat.

&quot;Vaksin tetapi tidak boleh ada overestimate, seolah-olah indonesia dapatkan vaksin dalam waktu dekat,&quot; tuturnya.
&quot;Kemungkinan baru bisa akhir tahun depan. Ya setahun karena prosesnya tidak sesederhana yang kita bayangkan,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Anies Janji Sampaikan Perkembangan Kasus Corona Secara Rutin

Oleh sebab itulah, Hermawan memandang vaksin ditemukan dalam waktu tiga bulan sulit terealisasikan. &quot;Sulit kami melihat dari segi akademisi karena ini penyakit khusus ilmiah jadi ada tahapan panjang dan terealisasi baru akhir tahun depan dan butuh kehati-hatian,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Tes Swab Massal, 58 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Corona


</content:encoded></item></channel></rss>
