<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Waspada Hujan Lebat 27-28 Juli, Hindari Sungai dan Lereng</title><description>BMKG menyebutkan, peringatan tersebut berlaku mulai 27 Juli pukul 07.00 sampai dengan 28 Juli 2020 pukul 07.00.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng"/><item><title>BMKG: Waspada Hujan Lebat 27-28 Juli, Hindari Sungai dan Lereng</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng</guid><pubDate>Senin 27 Juli 2020 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng-JYVvFTdAdz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/27/337/2252522/bmkg-waspada-hujan-lebat-27-28-juli-hindari-sungai-dan-lereng-JYVvFTdAdz.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat sampai sangat lebat di sejumlah wilayah di Indonesia. Masyarakat diminta waspada.
Peringatan tersebut berlaku mulai 27 Juli pukul 07.00  sampai dengan 28 Juli 2020 pukul 07.00. Diprediksi dapat mencapai 100 mm/24 jam.
Daerah yang berpotensi meliputi wilayah Bagian Barat Aceh, Bagian Barat Sumatera Utara dan Bagian Barat Sumatera Barat.
&quot;Masyarakat diminta  waspada terhadap  potensi dampaknya, dapat berupa banjir, longsor dan banjir bandang. Hindari berada di sungai atau lembah sungai serta hindari lereng rawan longsor,&quot; imbauan yang dirilis Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Sebut DIY Sudah Masuki Musim Kemarau
Sementara itu, mengutip dari situs BMKG disebutkan daerah sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina yang membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari perairan Utara Papua Barat hingga Samudera Pasifik Timur Filipina.
Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan pembentukan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah pertemuan angin tersebut. Daerah perlambatan kecepatan angin/konvergensi terpantau memanjang dari Papua Nugini hingga Teluk Cendrawasih, yang menyebabkan potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ombak Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng-DIY
Daerah potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat sampai sangat lebat di sejumlah wilayah di Indonesia. Masyarakat diminta waspada.
Peringatan tersebut berlaku mulai 27 Juli pukul 07.00  sampai dengan 28 Juli 2020 pukul 07.00. Diprediksi dapat mencapai 100 mm/24 jam.
Daerah yang berpotensi meliputi wilayah Bagian Barat Aceh, Bagian Barat Sumatera Utara dan Bagian Barat Sumatera Barat.
&quot;Masyarakat diminta  waspada terhadap  potensi dampaknya, dapat berupa banjir, longsor dan banjir bandang. Hindari berada di sungai atau lembah sungai serta hindari lereng rawan longsor,&quot; imbauan yang dirilis Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Senin (27/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Sebut DIY Sudah Masuki Musim Kemarau
Sementara itu, mengutip dari situs BMKG disebutkan daerah sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina yang membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari perairan Utara Papua Barat hingga Samudera Pasifik Timur Filipina.
Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan pembentukan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah pertemuan angin tersebut. Daerah perlambatan kecepatan angin/konvergensi terpantau memanjang dari Papua Nugini hingga Teluk Cendrawasih, yang menyebabkan potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada! Ombak Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng-DIY
Daerah potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
