<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kapasitas Penumpang Bus Dibatasi 50%, Harga Ongkos Berbagai Jurusan Meroket   </title><description>Terminal Induk Kota Bekasi masih tetap memberlakukan kapasitas penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 50%</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket"/><item><title> Kapasitas Penumpang Bus Dibatasi 50%, Harga Ongkos Berbagai Jurusan Meroket   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2020 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket-m1xpiTR8dI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terminal Induk Kota Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/30/338/2254542/kapasitas-penumpang-bus-dibatasi-50-harga-ongkos-berbagai-jurusan-meroket-m1xpiTR8dI.jpg</image><title>Terminal Induk Kota Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)</title></images><description>

BEKASI - Terminal Induk Kota Bekasi masih tetap memberlakukan kapasitas penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 50%. Bus-bus yang beroperasi di Terminal Induk Kota Bekasi hanya dibolehkan mengankut penumpang setengahnya.

&quot;Masih berlaku 50 persen. Tapi ada kebijakan penyesuaian tarif, penumpangnya ada naik ongkos. Penyesuaian tarif karena 50 persen itu. Tarif Primajasa naik 30 pesen,&quot; kata Kepala Unit Terminal Induk Kota Bekasi, Acim kepada Okezone, Kamis (30/7/2020).

Penaikan tarif itu, kata Acim, berlaku sejak awal mula armad bus AKAP kembali beroperasi satu bulan terakhir ini. &quot;Jadi penaikan tarif ini sesuai karena kapasitas penumpang dikurangi,&quot; beber dia.
&amp;nbsp;
Sementara terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, tarif seperti Po bus Primajasa tidak menaikan harga.

&quot;Jadi bukan penaikan karena hari raya, penaikanya karena kapasitas penumpang yang dikurangi,&quot; ungkap dia.

Sementara pengurus Po Primajasa Wawan menegaskan, pada H-1 Lebaran Idul Adha aktivitas penumpang masih normal.

&quot;Dari H-7 sampai saat ini belum, hanya saja penumpukan karena jumlah kapasitas penumpang dikurangi. Masih normal,&quot; ungkap dia.

Pihaknya sejauh ini belum menyedikan bus cadangan bila terjadi penumpukan penumpang. Bus yang dikerahkan ke wilayah Jawa Barat masih sesuai dengan hari biasa.

&quot;Kalau pun ada, mungkin kita sudah menyiapkan. Karena untuk saat ini masih terlihat normal,&quot; bebernya.

Sementara terkait dengan tarif perayaan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya masih menyesuaikan dengan tarif di masa pademi virus corona.

&quot;Penaikanya saat pademi saja, kalau untuk hari raya ini normal. Seperti Bekasi-Cirebon-Kuningan yang ekonomi shit 3-2 Rp 95.000-Rp112.000 dan yang bisnis RpRp112.000-130.000,&quot; kata dia.

Pengamatan Okezone di Terminal Induk Kota Bekasi, aktivitas pemudik berbagai tujuan masih normal. Penumpang berbagai tujuan pun tidak terlihat adanya lonjakan secara signifikan.
</description><content:encoded>

BEKASI - Terminal Induk Kota Bekasi masih tetap memberlakukan kapasitas penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 50%. Bus-bus yang beroperasi di Terminal Induk Kota Bekasi hanya dibolehkan mengankut penumpang setengahnya.

&quot;Masih berlaku 50 persen. Tapi ada kebijakan penyesuaian tarif, penumpangnya ada naik ongkos. Penyesuaian tarif karena 50 persen itu. Tarif Primajasa naik 30 pesen,&quot; kata Kepala Unit Terminal Induk Kota Bekasi, Acim kepada Okezone, Kamis (30/7/2020).

Penaikan tarif itu, kata Acim, berlaku sejak awal mula armad bus AKAP kembali beroperasi satu bulan terakhir ini. &quot;Jadi penaikan tarif ini sesuai karena kapasitas penumpang dikurangi,&quot; beber dia.
&amp;nbsp;
Sementara terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, tarif seperti Po bus Primajasa tidak menaikan harga.

&quot;Jadi bukan penaikan karena hari raya, penaikanya karena kapasitas penumpang yang dikurangi,&quot; ungkap dia.

Sementara pengurus Po Primajasa Wawan menegaskan, pada H-1 Lebaran Idul Adha aktivitas penumpang masih normal.

&quot;Dari H-7 sampai saat ini belum, hanya saja penumpukan karena jumlah kapasitas penumpang dikurangi. Masih normal,&quot; ungkap dia.

Pihaknya sejauh ini belum menyedikan bus cadangan bila terjadi penumpukan penumpang. Bus yang dikerahkan ke wilayah Jawa Barat masih sesuai dengan hari biasa.

&quot;Kalau pun ada, mungkin kita sudah menyiapkan. Karena untuk saat ini masih terlihat normal,&quot; bebernya.

Sementara terkait dengan tarif perayaan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya masih menyesuaikan dengan tarif di masa pademi virus corona.

&quot;Penaikanya saat pademi saja, kalau untuk hari raya ini normal. Seperti Bekasi-Cirebon-Kuningan yang ekonomi shit 3-2 Rp 95.000-Rp112.000 dan yang bisnis RpRp112.000-130.000,&quot; kata dia.

Pengamatan Okezone di Terminal Induk Kota Bekasi, aktivitas pemudik berbagai tujuan masih normal. Penumpang berbagai tujuan pun tidak terlihat adanya lonjakan secara signifikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
