<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ketika sang Ibu Histeris Melihat Anaknya Tewas Tergantung di Kamar   </title><description>Seorang warga Sorosan, berinisial AI (35) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar"/><item><title> Ketika sang Ibu Histeris Melihat Anaknya Tewas Tergantung di Kamar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar</guid><pubDate>Minggu 02 Agustus 2020 02:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar-Knu4Y9HdNB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/02/510/2255550/ketika-sang-ibu-histeris-melihat-anaknya-tewas-tergantung-di-kamar-Knu4Y9HdNB.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>
SLEMAN - Seorang warga Sorosan, berinisial AI (35) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya. Korban gantung diri dengan tali tambang yang di kaitkan di atas loster pintu kamarnya.

Kejadian itu diketahui saat ibu Ahmad Irwan, pulang dari pasar untuk berbelanja pada pukul 12.00 WIB. Sesampainya di rumah, ibu korban bermaksut akan mengantar makanan anaknya, sebab sang anak belum makan. Namun saat mengetuk pintu kamar anaknya tidak ada respons.

Khawatir terjadi sesuatu, kemudian memberitahu suaminya. Ayah korban selanjunya melihat kamar anaknya lewat jendela kamar. Saat itu dia kaget, karena melihat anaknya tergantung dengan tali tambang mengikat lehernya dan terkait di atas loster pintu kamar. Dia kemudian meminta tolong keluarga.
&amp;nbsp;
Warga sekitar kemudian mendatangi rumah itu. Melihat ada yang mengantung selanjutnya melaporkan ke Polsek Ngemplak. Petugas bersama tim medis Puskesmas mendatangi lokasi untuk memeriksa dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

&quot;Saat kami datang sudah meninggal,&quot; kata Kanit Reskrim Polsek Ngemplak, Ipada Sagimin.

Menurut Sagimin dari pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam. &quot;Kami masih mengembangkan kasus ini,&quot; paparnya.
</description><content:encoded>
SLEMAN - Seorang warga Sorosan, berinisial AI (35) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya. Korban gantung diri dengan tali tambang yang di kaitkan di atas loster pintu kamarnya.

Kejadian itu diketahui saat ibu Ahmad Irwan, pulang dari pasar untuk berbelanja pada pukul 12.00 WIB. Sesampainya di rumah, ibu korban bermaksut akan mengantar makanan anaknya, sebab sang anak belum makan. Namun saat mengetuk pintu kamar anaknya tidak ada respons.

Khawatir terjadi sesuatu, kemudian memberitahu suaminya. Ayah korban selanjunya melihat kamar anaknya lewat jendela kamar. Saat itu dia kaget, karena melihat anaknya tergantung dengan tali tambang mengikat lehernya dan terkait di atas loster pintu kamar. Dia kemudian meminta tolong keluarga.
&amp;nbsp;
Warga sekitar kemudian mendatangi rumah itu. Melihat ada yang mengantung selanjutnya melaporkan ke Polsek Ngemplak. Petugas bersama tim medis Puskesmas mendatangi lokasi untuk memeriksa dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

&quot;Saat kami datang sudah meninggal,&quot; kata Kanit Reskrim Polsek Ngemplak, Ipada Sagimin.

Menurut Sagimin dari pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam. &quot;Kami masih mengembangkan kasus ini,&quot; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
