<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Mendagri Minta Daerah Lakukan Simulasi</title><description>Mendagri Tito Karnavian menilai pentingnya melakukan simulasi protokol kesehatan sebelum sekolah tata muka dimulai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi"/><item><title>Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Mendagri Minta Daerah Lakukan Simulasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2020 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi-d34FWMsSVG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri, Tito Karnavian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/04/337/2256511/sebelum-sekolah-tatap-muka-dimulai-mendagri-minta-daerah-lakukan-simulasi-d34FWMsSVG.jpg</image><title>Mendagri, Tito Karnavian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Tito Karnavian menilai pentingnya melakukan simulasi protokol kesehatan sebelum sekolah tata muka dimulai. Hal ini dilakukan agar jangan sampai sekolah malah menjadi media penyebaran covid-19.

Dia meminta agar daerah menentukan sekolah-sekolah untuk menerapkan simulasi protokol kesehatan pada sekolah tatap muka.

&amp;ldquo;Itu ditentukan dahulu sekolah-sekolah di setiap zona yang akan dijadikan role model, dijadikan model simulasi. Mungkin 2 minggu atau 1 bulan, 1 atau 2 sekolah yang dianggap berkesan menerapkan protokol. Setelah itu (diatur protokol kesehatan) baik untuk keberangkatan sekolahnya, di tempat sekolahnya, maupun setelah kembalinya,&amp;rdquo; kata Tito dikutip dalam keterangan persnya, Selasa (4/8/2020).

Dia mengatakan jika pada prosesnya tidak ada klaster baru penyebaran covid-19 maka metode tatap muka bisa direplikasi ke sekolah lainnya. Begitu juga sebaliknya, jika setelah simulasi ad klaster baru maka harus disetop.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy8xLzEyMTg5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Nah kalau seandainya tidak terjadi klaster baru, kemudian baru diberlakukan bertahap direplikasi di tempat-tempat lain,&amp;rdquo; ungkapnya.

Tito juga mengingatkan bahwa penentuan sekola tatap muka tidak hanya dilihat dari warna zonasi semata. Menurutnya tidak semua warna zonasi menggambarkan kondisi sesungguhnya di daerah.

&amp;ldquo;Itu gugus tugas daerah dan dinas daerah ini menjadi penting, menjadi kunci untuk penentuan apakah di tempat itu boleh dilakukan pertemuan tatap muka. Sebagai gambaran bahwa daerah-daerah yang hijau itu rata-rata adalah daerah yang terisolasi baik di pegunungan ataupun di pulau-pulau,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Tito Karnavian menilai pentingnya melakukan simulasi protokol kesehatan sebelum sekolah tata muka dimulai. Hal ini dilakukan agar jangan sampai sekolah malah menjadi media penyebaran covid-19.

Dia meminta agar daerah menentukan sekolah-sekolah untuk menerapkan simulasi protokol kesehatan pada sekolah tatap muka.

&amp;ldquo;Itu ditentukan dahulu sekolah-sekolah di setiap zona yang akan dijadikan role model, dijadikan model simulasi. Mungkin 2 minggu atau 1 bulan, 1 atau 2 sekolah yang dianggap berkesan menerapkan protokol. Setelah itu (diatur protokol kesehatan) baik untuk keberangkatan sekolahnya, di tempat sekolahnya, maupun setelah kembalinya,&amp;rdquo; kata Tito dikutip dalam keterangan persnya, Selasa (4/8/2020).

Dia mengatakan jika pada prosesnya tidak ada klaster baru penyebaran covid-19 maka metode tatap muka bisa direplikasi ke sekolah lainnya. Begitu juga sebaliknya, jika setelah simulasi ad klaster baru maka harus disetop.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNy8xLzEyMTg5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Nah kalau seandainya tidak terjadi klaster baru, kemudian baru diberlakukan bertahap direplikasi di tempat-tempat lain,&amp;rdquo; ungkapnya.

Tito juga mengingatkan bahwa penentuan sekola tatap muka tidak hanya dilihat dari warna zonasi semata. Menurutnya tidak semua warna zonasi menggambarkan kondisi sesungguhnya di daerah.

&amp;ldquo;Itu gugus tugas daerah dan dinas daerah ini menjadi penting, menjadi kunci untuk penentuan apakah di tempat itu boleh dilakukan pertemuan tatap muka. Sebagai gambaran bahwa daerah-daerah yang hijau itu rata-rata adalah daerah yang terisolasi baik di pegunungan ataupun di pulau-pulau,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
