<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Seniman Sulit Gelar Pentas Virtual di Tengah Covid-19</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19"/><item><title>Curhat Seniman Sulit Gelar Pentas Virtual di Tengah Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2020 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19-wUhbkwTPiO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Curhat seniman ke gubernur Ganjar sulitnya gelar pentas di tengah pandemi (foto: Taufik Budi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/05/512/2257584/curhat-seniman-sulit-gelar-pentas-virtual-di-tengah-covid-19-wUhbkwTPiO.jpg</image><title>Curhat seniman ke gubernur Ganjar sulitnya gelar pentas di tengah pandemi (foto: Taufik Budi/Okezone)</title></images><description>SEMARANG - Seniman menjadi kalangan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Mereka tak bisa menggelar panggung hiburan hingga kehilangan mata pencaharian bagi keluarganya.
Di antaranya disampaikan Wibowo Asmoro, seniman asal Pati. Dia mengatakan, sekarang banyak seniman yang nasibnya sudah memburuk. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk mencari nafkah karena keahliannya hanya di bidang seni. &quot;Kalau virtual, banyak seniman kecil yang tidak bisa mengikuti,&quot; kata Wibowo, Rabu (5/8/2020).
Wibowo mengatakan akan tetap mengajak kawan-kawannya untuk terus berusaha eksis di tengah pandemi. Pentas virtual itu menurutnya solusi yang paling tepat digelar saat ini, meskipun banyak seniman yang masih belum siap dengan perubahan zaman.
&quot;Nanti segera kami rapatkan dengan kawan-kawan seniman, sambil kami mendata berapa yang benar-benar kesulitan hidup untuk mendapat bantuan dari pemerintah,&quot; tuturnya.
Wibowo bersama sejumlah perwakilan seniman Jawa Tengah meminta agar diizinkan menggelar pentas seperti biasanya. Sebab, pemerintah melarang adanya kerumunan, salah satunya saat pentas hiburan.
&quot;Kami berharap Pak Gubernur memberikan kelonggaran agar kami bisa pentas kembali seperti biasa,&quot; kata Wartoyo seniman asal Boyolali, yang turut pertemuan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

(Sejumlah seniman minta izin ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk bisa menggelar pentas seni di tengah covid-19/foto: Taufik Budi)
Namun, usaha mereka untuk meluluhkan hati Ganjar, tak mempan. Permintaan itu langsung ditolak Ganjar. Dengan bahasa halus, Ganjar meminta para seniman bersabar dengan kondisi yang terjadi saat ini.
&quot;Kalau ngasih izin pentas seperti biasanya, tidak akan saya izinkan. Soalnya kondisi sekarang, pentas dengan banyak orang seperti dulu itu bahaya,&quot; kata Ganjar.
Ganjar meminta para seniman tidak pasrah dengan kondisi saat ini. Masih banyak cara yang dapat dilakukan agar tetap eksis, meskipun tidak harus dengan pentas seperti biasa.
&quot;Silakan pentas, tapi virtual. Saya saja menggelar pentas virtual dengan nama Panggung Kahanan beberapa waktu lalu, itu sukses dan bisa mengumpulkan donasi Rp400 jutaan,&quot; terang Ganjar.
Menurut dia, pentas virtual adalah jalan paling tepat untuk para seniman bisa eksis di masa pendemi saat ini. Dia bahkan menawarkan channel youtubenya yang memiliki follower cukup besar, sebagai saluran penyiaran panggung seniman-seniman itu.
&quot;Sambil selain itu, seniman harus bisa mengoptimalkan potensi lain pada dirinya agar tetap survive. Jangan hanya menggantungkan pada seni, ada yang bisa jualan makanan, buat masker atau apapun itu digerakkan,&quot; tegasnya.
Ganjar meminta para seniman bersatu untuk menghadapi persoalan ini. Apabila ada di antara para seniman yang tidak bisa makan, Ganjar meminta didata dan diserahkan pada pemerintah untuk mendapatkan bantuan.
&quot;Yang penting jangan pasrah dengan kondisi ini. Kalau ada anggota yang tidak bisa makan, kasih datanya ke saya, nanti saya bantu. Kita semua harus tetap survive bagaimanapun caranya. Karena, tidak ada di dunia ini yang siap menghadapi Covid-19,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>SEMARANG - Seniman menjadi kalangan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Mereka tak bisa menggelar panggung hiburan hingga kehilangan mata pencaharian bagi keluarganya.
Di antaranya disampaikan Wibowo Asmoro, seniman asal Pati. Dia mengatakan, sekarang banyak seniman yang nasibnya sudah memburuk. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk mencari nafkah karena keahliannya hanya di bidang seni. &quot;Kalau virtual, banyak seniman kecil yang tidak bisa mengikuti,&quot; kata Wibowo, Rabu (5/8/2020).
Wibowo mengatakan akan tetap mengajak kawan-kawannya untuk terus berusaha eksis di tengah pandemi. Pentas virtual itu menurutnya solusi yang paling tepat digelar saat ini, meskipun banyak seniman yang masih belum siap dengan perubahan zaman.
&quot;Nanti segera kami rapatkan dengan kawan-kawan seniman, sambil kami mendata berapa yang benar-benar kesulitan hidup untuk mendapat bantuan dari pemerintah,&quot; tuturnya.
Wibowo bersama sejumlah perwakilan seniman Jawa Tengah meminta agar diizinkan menggelar pentas seperti biasanya. Sebab, pemerintah melarang adanya kerumunan, salah satunya saat pentas hiburan.
&quot;Kami berharap Pak Gubernur memberikan kelonggaran agar kami bisa pentas kembali seperti biasa,&quot; kata Wartoyo seniman asal Boyolali, yang turut pertemuan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

(Sejumlah seniman minta izin ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk bisa menggelar pentas seni di tengah covid-19/foto: Taufik Budi)
Namun, usaha mereka untuk meluluhkan hati Ganjar, tak mempan. Permintaan itu langsung ditolak Ganjar. Dengan bahasa halus, Ganjar meminta para seniman bersabar dengan kondisi yang terjadi saat ini.
&quot;Kalau ngasih izin pentas seperti biasanya, tidak akan saya izinkan. Soalnya kondisi sekarang, pentas dengan banyak orang seperti dulu itu bahaya,&quot; kata Ganjar.
Ganjar meminta para seniman tidak pasrah dengan kondisi saat ini. Masih banyak cara yang dapat dilakukan agar tetap eksis, meskipun tidak harus dengan pentas seperti biasa.
&quot;Silakan pentas, tapi virtual. Saya saja menggelar pentas virtual dengan nama Panggung Kahanan beberapa waktu lalu, itu sukses dan bisa mengumpulkan donasi Rp400 jutaan,&quot; terang Ganjar.
Menurut dia, pentas virtual adalah jalan paling tepat untuk para seniman bisa eksis di masa pendemi saat ini. Dia bahkan menawarkan channel youtubenya yang memiliki follower cukup besar, sebagai saluran penyiaran panggung seniman-seniman itu.
&quot;Sambil selain itu, seniman harus bisa mengoptimalkan potensi lain pada dirinya agar tetap survive. Jangan hanya menggantungkan pada seni, ada yang bisa jualan makanan, buat masker atau apapun itu digerakkan,&quot; tegasnya.
Ganjar meminta para seniman bersatu untuk menghadapi persoalan ini. Apabila ada di antara para seniman yang tidak bisa makan, Ganjar meminta didata dan diserahkan pada pemerintah untuk mendapatkan bantuan.
&quot;Yang penting jangan pasrah dengan kondisi ini. Kalau ada anggota yang tidak bisa makan, kasih datanya ke saya, nanti saya bantu. Kita semua harus tetap survive bagaimanapun caranya. Karena, tidak ada di dunia ini yang siap menghadapi Covid-19,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
