<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Kesehatan Sebut Kasus Covid-19 Terus Bertambah Imbas Pelonggaran PSBB</title><description>Hermawan menilai, melonjaknya kasus positif Covid-19 merupakan konsekuensi pelonggaran PSBB.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb"/><item><title>Pakar Kesehatan Sebut Kasus Covid-19 Terus Bertambah Imbas Pelonggaran PSBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2020 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb-PY8ki3SFJh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan virus corona. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/08/338/2259112/pakar-kesehatan-sebut-kasus-covid-19-terus-bertambah-imbas-pelonggaran-psbb-PY8ki3SFJh.jpg</image><title>Masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan virus corona. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menilai, penambahan 721 kasus Covid-19 yang terjadi di DKI Jakarta merupakan sesuatu yang natural.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta telah melonggarkan semua aktivitas publik dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

&quot;Jadi intinya kasus di DKI bertambah terus ini merupakan sesuatu yang natural. Tapi, ini semenjak semua aktivitas semua sektor pelayanan publik, perkantoran, dunia usaha, dan lain-lain dilonggarkan. Ini memang konsekuensinya keramaian dan adanya aktivitas di ruang publik,&quot; kata Hermawan saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/8/2020).

Kata dia, pelonggaran PSBB akan terus menambah risiko kasus Covid-19 di Ibu Kota. Menurutnya, kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil juga tak akan berpengaruh mengendalikan pandemi Covid-19.

&quot;Karena ganjil-genap tidak menangani dan mengendalikan Covid. Malah akan menambah risiko Covid-19. Itu juga dampak karena begitu orang terbatas menggunakan kendaraan pribadi, dia akan menggunakan transporasi publik. Begitu menggunakan transportasi publik bisa jadi kasus akan bertambah,&quot; ujarnya.

Hermawan menerangkan, kasus Covid-19 di Ibu Kota akan terus bertambah jika Pemprov DKI Jakarta tak mengambil kebijakan yang rasional dan tepat sasaran.

Baca Juga : Pemprov DKI Catat 721 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

&quot;Itu (maka) akan perlu kehati-hatian ke depan. DKI harus bijak dalam mengambil kebijakan dan betul-betul rasional untuk pengendalian Covid-19,&quot; tutur Hermawan.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di DKI Bertambah 721, Ini Rinciannya



</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menilai, penambahan 721 kasus Covid-19 yang terjadi di DKI Jakarta merupakan sesuatu yang natural.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta telah melonggarkan semua aktivitas publik dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

&quot;Jadi intinya kasus di DKI bertambah terus ini merupakan sesuatu yang natural. Tapi, ini semenjak semua aktivitas semua sektor pelayanan publik, perkantoran, dunia usaha, dan lain-lain dilonggarkan. Ini memang konsekuensinya keramaian dan adanya aktivitas di ruang publik,&quot; kata Hermawan saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/8/2020).

Kata dia, pelonggaran PSBB akan terus menambah risiko kasus Covid-19 di Ibu Kota. Menurutnya, kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil juga tak akan berpengaruh mengendalikan pandemi Covid-19.

&quot;Karena ganjil-genap tidak menangani dan mengendalikan Covid. Malah akan menambah risiko Covid-19. Itu juga dampak karena begitu orang terbatas menggunakan kendaraan pribadi, dia akan menggunakan transporasi publik. Begitu menggunakan transportasi publik bisa jadi kasus akan bertambah,&quot; ujarnya.

Hermawan menerangkan, kasus Covid-19 di Ibu Kota akan terus bertambah jika Pemprov DKI Jakarta tak mengambil kebijakan yang rasional dan tepat sasaran.

Baca Juga : Pemprov DKI Catat 721 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

&quot;Itu (maka) akan perlu kehati-hatian ke depan. DKI harus bijak dalam mengambil kebijakan dan betul-betul rasional untuk pengendalian Covid-19,&quot; tutur Hermawan.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di DKI Bertambah 721, Ini Rinciannya



</content:encoded></item></channel></rss>
