<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Pernikahan Berkonsep Drive Thru di Bekasi</title><description>Selain tidak boleh turun, tamu undangan pun tak diperkenankan untuk salaman dengan pengantin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi"/><item><title>Ini Dia Pernikahan Berkonsep Drive Thru di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2020 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi-gY9QZhDTI6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resepsi pernikahan dengan konsep drive thru dilakukan pasangan pengantin di Bekasi (Foto : Okezone.com/Wahyu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/08/338/2259127/ini-dia-pernikahan-berkonsep-drive-thru-di-bekasi-gY9QZhDTI6.jpg</image><title>Resepsi pernikahan dengan konsep drive thru dilakukan pasangan pengantin di Bekasi (Foto : Okezone.com/Wahyu)</title></images><description>BEKASI &amp;mdash; Selain tidak boleh turun, tamu undangan pun tak diperkenankan untuk salaman dengan pengantin. Begitulah susana di pernikahan pasangan Yunita dan Karim, di kawasan Ruko Bekasi Town Square (Betos) Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Tamu undangan pun tidak diperkanankan untuk mengisi buku tamu undangan. Termasuk memberikan salam tempel ke pasangan pengantin asal Kota Bekasi tersebut.

Semua keperluan tamu undangan sudah difasilitasi oleh panitia. Begitu tiba di acara repsesi, tamu undangan hanya ditanyai oleh panitia, yang kemudian diisikan oleh pantia yang berjaga di tempat pengisian daftar tamu.

Termasuk, bila sang tamu ingin memberikan kado atau amplop. Panitia di tenda pertama yang menerima. Yang selanjutnya, tamu undangan diperkenankan oleh panita menuju ke gate kedua yakni panggung hiburan.

Setelah itu, gate tenda tempat kumpul keluarga. Mereka hanya diperkenankan lewat. Setelah itu, tamu undangan baru bisa bertatap muka dengan pengantin. Tatap muka hanya salam sapa dari dalam mobil.

Baca Juga :&amp;nbsp;KSAD Jadi Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19, Ini Kata Mahfud MD
Baca Juga :&amp;nbsp;Ini Rincian Besaran Denda Pelanggar PSBB di Tangerang Selatan

Pengantin pria, Karim mengungkapkan alasan dirinya memilih untuk melangsungkan repsesi pernikahan dengan cara drive thru. Selain kesepakatan kedua keluarga, juga karena kondisi bangsa Indonesia tengah dirundung wabah virus corona atau Covid-19.

&quot;Melihat kondisi saat ini masih pademi, kita pun berfikir (masak) mau ditunda-tunda, entah sampai kapan,&quot; kata Karim ketika ditemui diacara repsesi pernikahan yang digelar di Jalan Cut Mutia, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (8/8/2020).Sebelum acara repsesi pernikahan dilangsungkan, Karim mengaku sudah melangsungkan pernikahan pada 20 Juli 2020. Namun, karena kondisi pademi virus corona belum usai, memaksa dirinya dan sang istri mengurungkan niat menggelar repsesi dengan konsep pada umumnya.

&quot;Akhirnya kita memikirkan konsep baru seperti apa yang kita lakukan, terus kita padukan pernikahan konvensional dengan drive thru,&quot; ujar dia.

Pesta pernikahan dengan konsep ini, kata Karim, tak pernah terbayangkan. Pasalnya, menurut dia, acara repsesi pernikahan merupakan acara untuk berkumpulnya sanak saudara, dan teman.

&quot;Tapi gimana lagi, kondisi pademi seperti ini. Intinya bercampur dengan duka. Kita duka karena kondisi negara saat ini, wabah ini kan terjadi di seluruh dunia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BEKASI &amp;mdash; Selain tidak boleh turun, tamu undangan pun tak diperkenankan untuk salaman dengan pengantin. Begitulah susana di pernikahan pasangan Yunita dan Karim, di kawasan Ruko Bekasi Town Square (Betos) Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Tamu undangan pun tidak diperkanankan untuk mengisi buku tamu undangan. Termasuk memberikan salam tempel ke pasangan pengantin asal Kota Bekasi tersebut.

Semua keperluan tamu undangan sudah difasilitasi oleh panitia. Begitu tiba di acara repsesi, tamu undangan hanya ditanyai oleh panitia, yang kemudian diisikan oleh pantia yang berjaga di tempat pengisian daftar tamu.

Termasuk, bila sang tamu ingin memberikan kado atau amplop. Panitia di tenda pertama yang menerima. Yang selanjutnya, tamu undangan diperkenankan oleh panita menuju ke gate kedua yakni panggung hiburan.

Setelah itu, gate tenda tempat kumpul keluarga. Mereka hanya diperkenankan lewat. Setelah itu, tamu undangan baru bisa bertatap muka dengan pengantin. Tatap muka hanya salam sapa dari dalam mobil.

Baca Juga :&amp;nbsp;KSAD Jadi Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19, Ini Kata Mahfud MD
Baca Juga :&amp;nbsp;Ini Rincian Besaran Denda Pelanggar PSBB di Tangerang Selatan

Pengantin pria, Karim mengungkapkan alasan dirinya memilih untuk melangsungkan repsesi pernikahan dengan cara drive thru. Selain kesepakatan kedua keluarga, juga karena kondisi bangsa Indonesia tengah dirundung wabah virus corona atau Covid-19.

&quot;Melihat kondisi saat ini masih pademi, kita pun berfikir (masak) mau ditunda-tunda, entah sampai kapan,&quot; kata Karim ketika ditemui diacara repsesi pernikahan yang digelar di Jalan Cut Mutia, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (8/8/2020).Sebelum acara repsesi pernikahan dilangsungkan, Karim mengaku sudah melangsungkan pernikahan pada 20 Juli 2020. Namun, karena kondisi pademi virus corona belum usai, memaksa dirinya dan sang istri mengurungkan niat menggelar repsesi dengan konsep pada umumnya.

&quot;Akhirnya kita memikirkan konsep baru seperti apa yang kita lakukan, terus kita padukan pernikahan konvensional dengan drive thru,&quot; ujar dia.

Pesta pernikahan dengan konsep ini, kata Karim, tak pernah terbayangkan. Pasalnya, menurut dia, acara repsesi pernikahan merupakan acara untuk berkumpulnya sanak saudara, dan teman.

&quot;Tapi gimana lagi, kondisi pademi seperti ini. Intinya bercampur dengan duka. Kita duka karena kondisi negara saat ini, wabah ini kan terjadi di seluruh dunia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
