<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral, Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19 Ditolak di Bekasi   </title><description>Sebuah video yang menujukan penolakan pemakaman jenazah yang diduga positif virus corona atau Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi"/><item><title>Viral, Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19 Ditolak di Bekasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2020 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi-p90A9wvy4T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penolakan jenazah Covid-19 di Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/09/338/2259306/viral-pemakaman-jenazah-diduga-covid-19-ditolak-di-bekasi-p90A9wvy4T.jpg</image><title>Penolakan jenazah Covid-19 di Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)</title></images><description>
BEKASI - Sebuah video yang menujukan penolakan pemakaman jenazah yang diduga positif virus corona atau Covid-19 di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat viral di group Whatsapp.

Video berudarasi 3.40 menit itu memperlihatkan sejumlah warga menolak jenazah yang diduga positif corona. Puluhan warga terlihat memenuhi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Cikarang Utara tersebut.

Ada warga yang terlihat mengusir petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri. Petugas medis itu pun lantas didorong oleh salah satu orang yang mengenakan kaos putih sambil berucap
&amp;nbsp;
&quot;apa, jangan main protokol covid, penghinaan namanya. Apaan lo make baju-baju (APD) kaya gini loh. Setxxx loh,&quot; ucap pria tersebut.

Setelah itu, petugas tenaga medis yang tengah dimarahi itu lantas berlalu. Warga yang masih geram terlihat meneriaki dan mengusir tenaga medis tersebut dan meminta melepas APD yang tengah dikenakan oleh petugas medis tersebut.

Sampai akhir video itu, pria yang mengenakan peci dengan kaos berwana putih itu terus memaki petugas medis. Sampai-sampai, petugas medis kemudian meninggalkan lokasi yang diduga pemakaman TPU umum itu.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8wNy8xLzEyMjA1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan membenarkan adanya peristiwa penolakan jenazah di Desa Tanjung Sari tersebut. Hendra mengatakan, mulanya pihak rumah sakit setempat telah meminta pihaknya melakukan pengawal terhadap jenazah yang ditolak tersebut.

&quot;Jadi saya baru konfirmasi ke pihak rumah sakit (terkait dengan peristiwa penolakan pemakaman itu). Biasanya kalau mengacu kepada SOP setiap pemakaman yang diduga Covid-19 atau diduga suspek, karena hasilnya belum ada (positif atau negatif) minta pengawalan dari petugas,&quot; kata Hendra.

Tetapi, kata Hendra, pengawalan terhadap jenazah yang masih diduga Covid-19 itu dibatalkan, karena ada orang yang bertanggungjawab atas pemakaman tersebut.

&quot;Pada awalnya pihak rumah sakit memang meminta kepada kami untuk melakukan pengawalan. Tetapi karena ada yang bertanggung jawab untuk proses pemakaman, rumah sakit membatalkan permintaan (pengawalan),&quot; kata dia.

Lantas, lanjut Hendra, terjadilah peristiwa penolakan jenazah diduga positif Covid-19 tersebut.&quot;Terjadi lah itu, bahkan sampai ada yang dipukul pakai helm. Nah itu siapa?&quot; kata dia.
</description><content:encoded>
BEKASI - Sebuah video yang menujukan penolakan pemakaman jenazah yang diduga positif virus corona atau Covid-19 di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat viral di group Whatsapp.

Video berudarasi 3.40 menit itu memperlihatkan sejumlah warga menolak jenazah yang diduga positif corona. Puluhan warga terlihat memenuhi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Cikarang Utara tersebut.

Ada warga yang terlihat mengusir petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri. Petugas medis itu pun lantas didorong oleh salah satu orang yang mengenakan kaos putih sambil berucap
&amp;nbsp;
&quot;apa, jangan main protokol covid, penghinaan namanya. Apaan lo make baju-baju (APD) kaya gini loh. Setxxx loh,&quot; ucap pria tersebut.

Setelah itu, petugas tenaga medis yang tengah dimarahi itu lantas berlalu. Warga yang masih geram terlihat meneriaki dan mengusir tenaga medis tersebut dan meminta melepas APD yang tengah dikenakan oleh petugas medis tersebut.

Sampai akhir video itu, pria yang mengenakan peci dengan kaos berwana putih itu terus memaki petugas medis. Sampai-sampai, petugas medis kemudian meninggalkan lokasi yang diduga pemakaman TPU umum itu.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8wNy8xLzEyMjA1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan membenarkan adanya peristiwa penolakan jenazah di Desa Tanjung Sari tersebut. Hendra mengatakan, mulanya pihak rumah sakit setempat telah meminta pihaknya melakukan pengawal terhadap jenazah yang ditolak tersebut.

&quot;Jadi saya baru konfirmasi ke pihak rumah sakit (terkait dengan peristiwa penolakan pemakaman itu). Biasanya kalau mengacu kepada SOP setiap pemakaman yang diduga Covid-19 atau diduga suspek, karena hasilnya belum ada (positif atau negatif) minta pengawalan dari petugas,&quot; kata Hendra.

Tetapi, kata Hendra, pengawalan terhadap jenazah yang masih diduga Covid-19 itu dibatalkan, karena ada orang yang bertanggungjawab atas pemakaman tersebut.

&quot;Pada awalnya pihak rumah sakit memang meminta kepada kami untuk melakukan pengawalan. Tetapi karena ada yang bertanggung jawab untuk proses pemakaman, rumah sakit membatalkan permintaan (pengawalan),&quot; kata dia.

Lantas, lanjut Hendra, terjadilah peristiwa penolakan jenazah diduga positif Covid-19 tersebut.&quot;Terjadi lah itu, bahkan sampai ada yang dipukul pakai helm. Nah itu siapa?&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
