<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BMKG Catat Sebanyak 244 Kali Gempa Susulan Terjadi di Sumba Selama 5 Hari   </title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 244 kali gempa susulan terjadi dalam lima hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari"/><item><title> BMKG Catat Sebanyak 244 Kali Gempa Susulan Terjadi di Sumba Selama 5 Hari   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2020 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari-OLS9uu4ZgM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/09/340/2259366/bmkg-catat-sebanyak-244-kali-gempa-susulan-terjadi-di-sumba-selama-5-hari-OLS9uu4ZgM.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 244 kali gempa susulan terjadi dalam lima hari. Setelah gempa yang melanda Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 5,5 magnitudo pada Rabu, 5 Agustus 2020 lalu.

Hari ini, juga terjadi gempa di Sumba dengan kekuatan 5,0 magnitudo tepat pada pukul 11:52:52 WIB, Lok:9.82 LS, 118.94 BT Kedalaman 10 Km, dirasakan di Tambolaka IV-V MMI, Waingapu III-IV MMI, Bima, Waibakul dan Waikabubak III MMI, Labuan Bajo II MMI.

&amp;ldquo;Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat gempa sebanyak 244 kali,&amp;rdquo; ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).
&amp;nbsp;
Daryono menjelaskan, rentetan gempa di Sumba ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar atau patahan lokal di dasar laut dengan mekanisme penyesaran turun (normal fault).

&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber gempa Sumba Baratdaya ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMy8xMS8xLzEyMTIzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Daryono juga mengatakan, klaster distribusi atau sebaran seismisitas gempa susulan di Sumba Barat daya ini terkonsentrasi di lepas Pantai Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

&amp;ldquo;Rentetan gempa di Sumba Barat Daya ini memiliki hiposenter dangkal sekitar 10 km yang merupakan ciri khas aktivitas sesar atau patahan aktif di dasar laut,&amp;rdquo; tuturnya.

Ia mengatakan sumber gempa ini belum terpetakan dalam peta tektonik. &amp;ldquo;Sumber gempa sesar aktif di Sumba Barat Daya ini belum dikenali sebelumnya dan belum terpetakan dalam peta tektonik,&amp;rdquo; kata Daryono.

Saat ini, ungkap Daryono pihaknya terus melakukan identifikasi dan memetakan sumber gempa sebagai acuan untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

&amp;ldquo;Upaya identifikasi dan memetakan sumber gempa sesar aktif baik di darat dan di dasar laut sangat penting dilakukan sebagai acuan mitigasi bencana gempabumi dan tsunami,&amp;rdquo; tegasnya.

&amp;ldquo;Semoga rentetan aktivitas gempa Sumba ini segera berakhir dan tidak diikuti oleh gempa yang kekuatannya lebih besar,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 244 kali gempa susulan terjadi dalam lima hari. Setelah gempa yang melanda Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 5,5 magnitudo pada Rabu, 5 Agustus 2020 lalu.

Hari ini, juga terjadi gempa di Sumba dengan kekuatan 5,0 magnitudo tepat pada pukul 11:52:52 WIB, Lok:9.82 LS, 118.94 BT Kedalaman 10 Km, dirasakan di Tambolaka IV-V MMI, Waingapu III-IV MMI, Bima, Waibakul dan Waikabubak III MMI, Labuan Bajo II MMI.

&amp;ldquo;Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat gempa sebanyak 244 kali,&amp;rdquo; ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).
&amp;nbsp;
Daryono menjelaskan, rentetan gempa di Sumba ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar atau patahan lokal di dasar laut dengan mekanisme penyesaran turun (normal fault).

&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber gempa Sumba Baratdaya ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMy8xMS8xLzEyMTIzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Daryono juga mengatakan, klaster distribusi atau sebaran seismisitas gempa susulan di Sumba Barat daya ini terkonsentrasi di lepas Pantai Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

&amp;ldquo;Rentetan gempa di Sumba Barat Daya ini memiliki hiposenter dangkal sekitar 10 km yang merupakan ciri khas aktivitas sesar atau patahan aktif di dasar laut,&amp;rdquo; tuturnya.

Ia mengatakan sumber gempa ini belum terpetakan dalam peta tektonik. &amp;ldquo;Sumber gempa sesar aktif di Sumba Barat Daya ini belum dikenali sebelumnya dan belum terpetakan dalam peta tektonik,&amp;rdquo; kata Daryono.

Saat ini, ungkap Daryono pihaknya terus melakukan identifikasi dan memetakan sumber gempa sebagai acuan untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

&amp;ldquo;Upaya identifikasi dan memetakan sumber gempa sesar aktif baik di darat dan di dasar laut sangat penting dilakukan sebagai acuan mitigasi bencana gempabumi dan tsunami,&amp;rdquo; tegasnya.

&amp;ldquo;Semoga rentetan aktivitas gempa Sumba ini segera berakhir dan tidak diikuti oleh gempa yang kekuatannya lebih besar,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
