<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Terduga Pengedar Narkoba Tewas saat Diperiksa Polisi   </title><description>Terduga pengedar narkoba berinisial HAB (38) meninggal dunia usai menjalani pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polresta Barelang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi"/><item><title> Terduga Pengedar Narkoba Tewas saat Diperiksa Polisi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2020 22:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi-NjX3MAhzIz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/09/340/2259472/terduga-pengedar-narkoba-tewas-saat-diperiksa-polisi-NjX3MAhzIz.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>
BARELANG - Terduga pengedar narkoba berinisial HAB (38) meninggal dunia usai menjalani pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polresta Barelang. Almarhum sempat mengeluh sesak napas saat diperiksa, ia juga sempat meminta alat bantu pernapasan.

&quot;Jadi yang bersangkutan sebelum meninggal dunia, sempat mengeluhkan sesak napas. Kita sempat belikan alat bantu pernapasan karena sebelum meninggal yang bersangkutan sempat meminta pada kami,&quot; ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, saat dihubungi, Minggu (9/8/2020).

Dia menjelaskan, proses pemeriksaan oleh anggotanya terhadap almarhum berlangsung seperti biasa. Tetapi setelah mengeluhkan sesak napas dan minta alat bantu pernapasan, kondisi Hendri semakin memburuk.

&quot;Seusai Subuh dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) untuk mendapatkan bantuan medis,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Setelah sempat mendapat bantuan medis respons dari tubuh Hendri masih ada, tetapi sudah lemah. Sekitar pukul 07.30 WIB, pihak RSBK memberitahukan bahwasanya almarhum meninggal.

&quot;Kami diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa nyawa korban tidak tertolong lagi,&quot; sambungnya.

Terkait di bagian wajah dan kepala almarhum yang dibungkus perban, Rahman mengatakan itu adalah kewenangan dari pihak rumah sakit untuk menjelaskan.

&quot;Wajah sama kepalanya ada bungkusan, kami kurang paham. Itu kewenangan rumah sakit. Mungkin untuk mengikuti prosedur Covid-19,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
BARELANG - Terduga pengedar narkoba berinisial HAB (38) meninggal dunia usai menjalani pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polresta Barelang. Almarhum sempat mengeluh sesak napas saat diperiksa, ia juga sempat meminta alat bantu pernapasan.

&quot;Jadi yang bersangkutan sebelum meninggal dunia, sempat mengeluhkan sesak napas. Kita sempat belikan alat bantu pernapasan karena sebelum meninggal yang bersangkutan sempat meminta pada kami,&quot; ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, saat dihubungi, Minggu (9/8/2020).

Dia menjelaskan, proses pemeriksaan oleh anggotanya terhadap almarhum berlangsung seperti biasa. Tetapi setelah mengeluhkan sesak napas dan minta alat bantu pernapasan, kondisi Hendri semakin memburuk.

&quot;Seusai Subuh dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) untuk mendapatkan bantuan medis,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Setelah sempat mendapat bantuan medis respons dari tubuh Hendri masih ada, tetapi sudah lemah. Sekitar pukul 07.30 WIB, pihak RSBK memberitahukan bahwasanya almarhum meninggal.

&quot;Kami diberitahu oleh pihak rumah sakit bahwa nyawa korban tidak tertolong lagi,&quot; sambungnya.

Terkait di bagian wajah dan kepala almarhum yang dibungkus perban, Rahman mengatakan itu adalah kewenangan dari pihak rumah sakit untuk menjelaskan.

&quot;Wajah sama kepalanya ada bungkusan, kami kurang paham. Itu kewenangan rumah sakit. Mungkin untuk mengikuti prosedur Covid-19,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
