<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah &quot;Diktator Terakhir Eropa&quot; Diprediksi Terpilih Lagi</title><description>Polisi telah menahan beberapa demonstran dalam bentrokan di Minsk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi"/><item><title>Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah &quot;Diktator Terakhir Eropa&quot; Diprediksi Terpilih Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi</guid><pubDate>Senin 10 Agustus 2020 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi-vkwY6B4WMl.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/10/18/2259645/bentrokan-pecah-di-belarusia-setelah-diktator-terakhir-eropa-diprediksi-terpilih-lagi-vkwY6B4WMl.jpg</image><title></title></images><description>MINSK - Pengunjuk rasa dan polisi anti huru hara bentrok di ibu kota Belarusia, Minsk, dan kota-kota lain, setelah hasil penghitungan cepat TV negara mengklaim Aleksander Lukashenko kembali terpilih dalam pemilihan presiden Minggu (9/8/2020).
Di Minsk, bentrokan dilaporkan di dekat monumen Minsk-Hero City di pusat kota pada Minggu malam. Video yang beredar menunjukkan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara. Merujuk pada Lukashenko, kerumunan pengunjuk rasa meneriakkan &amp;ldquo;Pergi!&amp;rdquo;.
Protes serupa juga dilakukan semalam di Brest dan Zhodino.
Saksi dan koresponden mengatakan polisi anti huru hara menggunakan peluru karet dan meriam air untuk membubarkan demonstran. Polisi juga menggunakan granat kejut untuk membubarkan massa di pusat kota, di tengah laporan jatuhnya korban cedera.
BACA JUGA: Diktator Terakhir Eropa Kembali Kuasai Pemilu Belarusia
Beberapa ambulans terlihat bergegas ke tempat kejadian.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Clashes continue in &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Minsk?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Minsk&amp;lt;/a&amp;gt;, &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Belarus?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Belarus&amp;lt;/a&amp;gt;. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/h6q4NK488X&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/h6q4NK488X&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Global: MilitaryInfo (@Global_Mil_Info) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Global_Mil_Info/status/1292559533638914049?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;August 9, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Jajak pendapat TV negara menunjukkan bahwa Lukashenko memenangkan hampir 80% suara, sementara kandidat oposisi utama Svetlana Tikhanovskaya hanya memperoleh 7% suara.
Tikhanovskaya, 37, mengikuti pemilihan menggantikan suaminya yang dipenjara dan memimpin demonstrasi besar-besaran oposisi. Dalam konferensi pers Minggu malam, Tikhanovskaya mengatakan bahwa dia tidak bisa mempercayai hasil penghitungan itu.

Aleksandr Lukashenko. (Sputnik)
&quot;Saya percaya pada mata saya, dan saya melihat mayoritas ada bersama kami,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC, Senin (10/8/2020).
Pihak oposisi mengatakan pihaknya memperkirakan pemungutan suara akan dicurangi, mengatakan bahwa mereka akan menyimpan penghitungan suara alternatif.
BACA JUGA: Presiden Belarusia Klaim Sengaja Ditulari Covid-19
Lukashenko yang berkuasa di Belarusia sejak 1994 dikenal dengan julukan &amp;ldquo;Diktator Terakhir di Eropa&amp;rdquo;.
Dalam pemungutan suara terakhir pada 2015, dia dinyatakan sebagai pemenang dengan 83,5% suara. Tidak ada penantang serius dan pemantau pemilu melaporkan masalah dalam penghitungan dan tabulasi suara.
Pemilu tahun ini diadakan di tengah meningkatnya tanda-tanda meningkatnya rasa frustrasi rakyat atas kepemimpinannya. Sebelumnya sudah ada kekhawatiran atas kurangnya pengawasan dalam pemilihan kali ini karena pengamat tidak diundang untuk memantau pemilihan dan lebih dari 40% suara diberikan menjelang hari pemilihan.
</description><content:encoded>MINSK - Pengunjuk rasa dan polisi anti huru hara bentrok di ibu kota Belarusia, Minsk, dan kota-kota lain, setelah hasil penghitungan cepat TV negara mengklaim Aleksander Lukashenko kembali terpilih dalam pemilihan presiden Minggu (9/8/2020).
Di Minsk, bentrokan dilaporkan di dekat monumen Minsk-Hero City di pusat kota pada Minggu malam. Video yang beredar menunjukkan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara. Merujuk pada Lukashenko, kerumunan pengunjuk rasa meneriakkan &amp;ldquo;Pergi!&amp;rdquo;.
Protes serupa juga dilakukan semalam di Brest dan Zhodino.
Saksi dan koresponden mengatakan polisi anti huru hara menggunakan peluru karet dan meriam air untuk membubarkan demonstran. Polisi juga menggunakan granat kejut untuk membubarkan massa di pusat kota, di tengah laporan jatuhnya korban cedera.
BACA JUGA: Diktator Terakhir Eropa Kembali Kuasai Pemilu Belarusia
Beberapa ambulans terlihat bergegas ke tempat kejadian.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Clashes continue in &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Minsk?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Minsk&amp;lt;/a&amp;gt;, &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Belarus?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Belarus&amp;lt;/a&amp;gt;. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/h6q4NK488X&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/h6q4NK488X&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Global: MilitaryInfo (@Global_Mil_Info) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/Global_Mil_Info/status/1292559533638914049?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;August 9, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Jajak pendapat TV negara menunjukkan bahwa Lukashenko memenangkan hampir 80% suara, sementara kandidat oposisi utama Svetlana Tikhanovskaya hanya memperoleh 7% suara.
Tikhanovskaya, 37, mengikuti pemilihan menggantikan suaminya yang dipenjara dan memimpin demonstrasi besar-besaran oposisi. Dalam konferensi pers Minggu malam, Tikhanovskaya mengatakan bahwa dia tidak bisa mempercayai hasil penghitungan itu.

Aleksandr Lukashenko. (Sputnik)
&quot;Saya percaya pada mata saya, dan saya melihat mayoritas ada bersama kami,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC, Senin (10/8/2020).
Pihak oposisi mengatakan pihaknya memperkirakan pemungutan suara akan dicurangi, mengatakan bahwa mereka akan menyimpan penghitungan suara alternatif.
BACA JUGA: Presiden Belarusia Klaim Sengaja Ditulari Covid-19
Lukashenko yang berkuasa di Belarusia sejak 1994 dikenal dengan julukan &amp;ldquo;Diktator Terakhir di Eropa&amp;rdquo;.
Dalam pemungutan suara terakhir pada 2015, dia dinyatakan sebagai pemenang dengan 83,5% suara. Tidak ada penantang serius dan pemantau pemilu melaporkan masalah dalam penghitungan dan tabulasi suara.
Pemilu tahun ini diadakan di tengah meningkatnya tanda-tanda meningkatnya rasa frustrasi rakyat atas kepemimpinannya. Sebelumnya sudah ada kekhawatiran atas kurangnya pengawasan dalam pemilihan kali ini karena pengamat tidak diundang untuk memantau pemilihan dan lebih dari 40% suara diberikan menjelang hari pemilihan.
</content:encoded></item></channel></rss>
