<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayah Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebang Sendiri, Anak Kembar Menangis Histeris   </title><description>Lelaki tua, Sapari (63) warga Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, tewas mengenaskan setelah ditimpa pohon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris"/><item><title>Ayah Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebang Sendiri, Anak Kembar Menangis Histeris   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris</guid><pubDate>Senin 10 Agustus 2020 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fadly Pelka</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris-u0i5DxbeoV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/10/608/2259828/ayah-tewas-tertimpa-pohon-yang-ditebang-sendiri-anak-kembar-menangis-histeris-u0i5DxbeoV.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Shutterstock</title></images><description>BATU BARA - Lelaki  tua, Sapari (63) warga Dusun VII Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara,  tewas mengenaskan setelah  ditimpa pohon sawit yang tumbang di areal perladangnya.

Warga yang mendengar peristiwa itu langsung ke tempat kejadian dan berusaha mengevakuasi korban dari himpitan pohon sawit. Pohon tersebut dipotong  dengan mempergunakan mesin singso.

Kepala Dusun VII Desa Mangkai Baru, Darjid mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat 8 Agustus 2020 sekira pukul 16.30 WIB.

Pada mulanya kedua putri kembar korban yaitu Jana dan Jani (18) pulang dari sekolah, lalu diberi tahu oleh ibunya bernama Sri Gatik (58), bahwa  ayah mereka belum pulang dan belum makan siang.

Kemudian ibunya  menyuruh kedua  putrinya itu untuk mencari  korban agar segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai  sore.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anaknya Disiksa Dicabut Kukunya, Ibu: Saya Mohon Pak Polisi Memproses Kasus Ini&amp;nbsp;
Kedua putrinya itu pun langsung bergegas mencari tau keberadaan ayahnya itu di perladangan. Di sana mereka memanggi-manggil, &quot; ayah - ayah&quot; , namun tak ada jawaban.

Pencarian terus dilakukan oleh keduanya. Beberapa saat kemudian Jana melihat ada darah di dekat pohon sawit yang tumbang dan melihat sosok tubuh ayahnya dalam posisi tertekuk terhimpit pohon sawit berumur 24 tahun.

Melihat kejadian itu, Jana dan Jani menjerit, menangis histeris minta tolong. Warga yang mendengar suara jeritan datang ke tempat kejadian.
Lalu warga berusaha untuk mengeluarkan korban dari himpitan pohon sawit itu. Berbagai upaya dilakukan untuk mengeluarkan korban, dan ahirnya pohon itu dipotong agar ayah Jana dan Jani bisa dievakuasi.

Akibat peristiwa itu, kaki kanan patah dan terkulai, wajah lebam membiru, dan tulang di bagian belakang tubuhnya juga sebagian patah.

Salah seorang  terangga korban,  Rukiem (45) mengatakan korban sebelum kejadian sudah dua hari berturut- turut berusaha menumbangkan pohon sawit yang sudah disambar petir yang berada di ladang belakang rumahnya dengan menggunakan kapak.

Diduga korban hendak menebang pohon sawit itu, namun merasa kecapean lalu duduk di dekatnya untuk beristirahat, &quot;Namun tak terpikirkan oleh korban kalau pohon sawit yang sudah dikampaknya itu bakal tumbang dan langsung menimpah dirinya,&quot; kata Rukiem.

Rukiem juga menuturkan, istri korban sekira pukul 12.00 WIB siang itu sudah berusaha mencari suaminya untuk menyuruh makan siang, tapi korban tak ditemukan. Namun kini sudah didapati dalam keadaan tewas.

Jenazah korban setelah dimandikan dan disholatkan pada Minggu 9 Agustus 2020 sebelum sholat  Zuhur. Oleh  pihak keluarga dan warga diantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
</description><content:encoded>BATU BARA - Lelaki  tua, Sapari (63) warga Dusun VII Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara,  tewas mengenaskan setelah  ditimpa pohon sawit yang tumbang di areal perladangnya.

Warga yang mendengar peristiwa itu langsung ke tempat kejadian dan berusaha mengevakuasi korban dari himpitan pohon sawit. Pohon tersebut dipotong  dengan mempergunakan mesin singso.

Kepala Dusun VII Desa Mangkai Baru, Darjid mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat 8 Agustus 2020 sekira pukul 16.30 WIB.

Pada mulanya kedua putri kembar korban yaitu Jana dan Jani (18) pulang dari sekolah, lalu diberi tahu oleh ibunya bernama Sri Gatik (58), bahwa  ayah mereka belum pulang dan belum makan siang.

Kemudian ibunya  menyuruh kedua  putrinya itu untuk mencari  korban agar segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai  sore.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anaknya Disiksa Dicabut Kukunya, Ibu: Saya Mohon Pak Polisi Memproses Kasus Ini&amp;nbsp;
Kedua putrinya itu pun langsung bergegas mencari tau keberadaan ayahnya itu di perladangan. Di sana mereka memanggi-manggil, &quot; ayah - ayah&quot; , namun tak ada jawaban.

Pencarian terus dilakukan oleh keduanya. Beberapa saat kemudian Jana melihat ada darah di dekat pohon sawit yang tumbang dan melihat sosok tubuh ayahnya dalam posisi tertekuk terhimpit pohon sawit berumur 24 tahun.

Melihat kejadian itu, Jana dan Jani menjerit, menangis histeris minta tolong. Warga yang mendengar suara jeritan datang ke tempat kejadian.
Lalu warga berusaha untuk mengeluarkan korban dari himpitan pohon sawit itu. Berbagai upaya dilakukan untuk mengeluarkan korban, dan ahirnya pohon itu dipotong agar ayah Jana dan Jani bisa dievakuasi.

Akibat peristiwa itu, kaki kanan patah dan terkulai, wajah lebam membiru, dan tulang di bagian belakang tubuhnya juga sebagian patah.

Salah seorang  terangga korban,  Rukiem (45) mengatakan korban sebelum kejadian sudah dua hari berturut- turut berusaha menumbangkan pohon sawit yang sudah disambar petir yang berada di ladang belakang rumahnya dengan menggunakan kapak.

Diduga korban hendak menebang pohon sawit itu, namun merasa kecapean lalu duduk di dekatnya untuk beristirahat, &quot;Namun tak terpikirkan oleh korban kalau pohon sawit yang sudah dikampaknya itu bakal tumbang dan langsung menimpah dirinya,&quot; kata Rukiem.

Rukiem juga menuturkan, istri korban sekira pukul 12.00 WIB siang itu sudah berusaha mencari suaminya untuk menyuruh makan siang, tapi korban tak ditemukan. Namun kini sudah didapati dalam keadaan tewas.

Jenazah korban setelah dimandikan dan disholatkan pada Minggu 9 Agustus 2020 sebelum sholat  Zuhur. Oleh  pihak keluarga dan warga diantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
</content:encoded></item></channel></rss>
