<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Pangkas Rambut Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19</title><description>Tim satgas mencatat tukang cukur itu telah menularkan virus corona ke dua anggota keluarganya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19"/><item><title>Waspadai Pangkas Rambut Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2020 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19-yNuMbVYSab.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi pangkas rambut (foto: shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/11/512/2260233/waspadai-pangkas-rambut-jadi-klaster-baru-penularan-covid-19-yNuMbVYSab.jpg</image><title>ilustrasi pangkas rambut (foto: shutterstock)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Pagkas rambut atau tukang cukur bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di Kartasura, Sukoharjo dilaporkan tim satgas percepatan penanganan Covid-19 menemukan kasus penyebaran corona yang berasal dari jasa pangkas rambut.
Tim satgas mencatat tukang cukur itu telah menularkan virus corona ke dua anggota keluarganya. Informasi yang dihimpun Solopos.com, tukang cukur itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu. Dia diduga tertular virus itu dari pelanggannya saat mencukur rambut.
Tukang cukur itu tak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah. Dia mengalami gejala batuk selama berhari-hari. Lantaran tak kunjung sembuh, tukang cukur itu memeriksakan diri ke rumah sakit yang ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel cairan tenggorokan atau swab.
Hasil tes swab secara PCR tukang cukur itu dinyatakan positif dan kemudian kontaknya juga positif sehingga menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Sukoharjo.
&amp;ldquo;Gugus tugas langsung melakukan tracing terhadap anggota keluarga tukang cukur dengan melakukan swab test. Dua anggota keluarganya dinyatakan positif corona,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.
Klaster Nakes
Hal serupa juga dilakukan terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit yang melakukan kontak erat saat mengobati si tukang cukur. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19.
Selain klaster baru, ada beberapa klaster lama Covid-19 di Sukoharjo yang transmisinya belum berhenti yakni nakes rumah sakit di Solo dan nakes rumah sakit di Wonogiri.
&amp;ldquo;Ada penambahan tiga pasien positif dari klaster nakes rumah sakit di Solo dan satu pasien positif dari klaster rumah sakit di Wonogiri,&amp;rdquo; ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini memperinci jumlah pasien positif bertambah 29 orang selama sepekan.
Jumlah pasien positif tanpa gejala bertambah 18 orang sementara dengan gejala bertambah sembilan orang. Dengan demikian kumulatif pasien positif Covid-19 baik dari klaster lama maupun baru di Sukoharjo sebanyak 317 orang.
Sedangkan jumlah pasien positif dengan gejala yang dinyatakan sembuh sebanyak 82 orang. Pasien positif tanpa gejala mencapai 159 orang. &amp;ldquo;Tidak ada pasien positif tanpa gejala yang menjalani isolasi di rumah sehat Covid-19 Sukoharjo. Seluruh pasien positif tanpa gejala telah selesai menjalani isolasi,&amp;rdquo; papar dia.
Isolasi Mandiri
Yunia menyebut mayoritas pasien positif ditemukan DKK Sukoharjo yakni sebanyak 14 orang. Kemudian, RS UNS dan RSUD dr Moewardi Kota Solo masing-masing empat orang.
Sebagian besar pasien positif menjalani isolasi mandiri di rumah yakni sebanyak 18 orang dan rumah sakit sebanyak satu orang. Sedangkan 10 pasien positif dengan gejala dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo, Heru Indarjo, menyatakan tetap menggelar operasi masker di fasilitas publik untuk menekan laju persebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Jamu.
Heru menyerukan agar masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Pagkas rambut atau tukang cukur bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di Kartasura, Sukoharjo dilaporkan tim satgas percepatan penanganan Covid-19 menemukan kasus penyebaran corona yang berasal dari jasa pangkas rambut.
Tim satgas mencatat tukang cukur itu telah menularkan virus corona ke dua anggota keluarganya. Informasi yang dihimpun Solopos.com, tukang cukur itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu. Dia diduga tertular virus itu dari pelanggannya saat mencukur rambut.
Tukang cukur itu tak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah. Dia mengalami gejala batuk selama berhari-hari. Lantaran tak kunjung sembuh, tukang cukur itu memeriksakan diri ke rumah sakit yang ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel cairan tenggorokan atau swab.
Hasil tes swab secara PCR tukang cukur itu dinyatakan positif dan kemudian kontaknya juga positif sehingga menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Sukoharjo.
&amp;ldquo;Gugus tugas langsung melakukan tracing terhadap anggota keluarga tukang cukur dengan melakukan swab test. Dua anggota keluarganya dinyatakan positif corona,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.
Klaster Nakes
Hal serupa juga dilakukan terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit yang melakukan kontak erat saat mengobati si tukang cukur. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19.
Selain klaster baru, ada beberapa klaster lama Covid-19 di Sukoharjo yang transmisinya belum berhenti yakni nakes rumah sakit di Solo dan nakes rumah sakit di Wonogiri.
&amp;ldquo;Ada penambahan tiga pasien positif dari klaster nakes rumah sakit di Solo dan satu pasien positif dari klaster rumah sakit di Wonogiri,&amp;rdquo; ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini memperinci jumlah pasien positif bertambah 29 orang selama sepekan.
Jumlah pasien positif tanpa gejala bertambah 18 orang sementara dengan gejala bertambah sembilan orang. Dengan demikian kumulatif pasien positif Covid-19 baik dari klaster lama maupun baru di Sukoharjo sebanyak 317 orang.
Sedangkan jumlah pasien positif dengan gejala yang dinyatakan sembuh sebanyak 82 orang. Pasien positif tanpa gejala mencapai 159 orang. &amp;ldquo;Tidak ada pasien positif tanpa gejala yang menjalani isolasi di rumah sehat Covid-19 Sukoharjo. Seluruh pasien positif tanpa gejala telah selesai menjalani isolasi,&amp;rdquo; papar dia.
Isolasi Mandiri
Yunia menyebut mayoritas pasien positif ditemukan DKK Sukoharjo yakni sebanyak 14 orang. Kemudian, RS UNS dan RSUD dr Moewardi Kota Solo masing-masing empat orang.
Sebagian besar pasien positif menjalani isolasi mandiri di rumah yakni sebanyak 18 orang dan rumah sakit sebanyak satu orang. Sedangkan 10 pasien positif dengan gejala dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo, Heru Indarjo, menyatakan tetap menggelar operasi masker di fasilitas publik untuk menekan laju persebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Jamu.
Heru menyerukan agar masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
