<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapan Walikota Malang soal Viral Video Penciuman Jenazah Covid-19</title><description>Video itu sepotong, seharusnya tidak dibawa pulang langsung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19"/><item><title>Tanggapan Walikota Malang soal Viral Video Penciuman Jenazah Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2020 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19-tyecl6Gnms.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Malang Sutiaji (Foto : Okezone.com/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/11/519/2260582/tanggapan-walikota-malang-soal-viral-video-penciuman-jenazah-covid-19-tyecl6Gnms.jpg</image><title>Wali Kota Malang Sutiaji (Foto : Okezone.com/Avirista)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Pasca viralnya video seseorang yang mencium jenazah pasien berstatuskan probable di RST Soepraoen, Kota Malang, tim Satgas Penanganan Covid-19 langsung melakukan pelacakan.
Menurut Walikota Malang Sutiaji sebelum adanya insiden penciuman dan upaya merebut jenazah pasien Covid-19, terdapat pro kontra di antara keluarga pasien tersebut. Berdasarkan hasil rapid test jenazah tersebut memang non-reaktif dan keluarga meyakini kalau yang bersangkutan sudah terbebas dari Covid-19 hanya dari hasil rapid test.
&amp;ldquo;Dan yang membuat masyarakat melakukan itu rapid-nya non-rekatif, menganggap kalau non-reaktif itu tidak Covid-19. Kita sudah tentukan kalau PDP (Pasien Dalam Pengawasan), sudah masuk ke pemakaman harus pakai Covid-19,&amp;rdquo; ucap Sutiaji usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (11/8/2020).
Pria kelahiran Lamongan ini menambahkan bila sesuai prosedur pasien probable yang meninggal dunia harus segera dibawa ke RSUD Saiful Anwar guna proses pemulasaran sesuai standar penanganan Covid-19. Namun yang terjadi jenazah itu tertahan oleh keluarga pasien yang berupaya memulangkan jenazah.
&amp;ldquo;Video itu sepotong, seharusnya tidak dibawa pulang langsung, tapi masuk ke Saiful Anwar (RSUD Saiful Anwar), untuk di pemulasaran jenazah secara protokol Covid-19 dan dimakamkan dengan protokol Covid-19,&amp;rdquo; ucap Sutiaji.
Terkait orang yang mencium jenazah pasien probable Covid-19 tersebut, kata Sutiaji, merupakan anggota keluarga dari pasien, namun bukan warga Kota Malang. &amp;ldquo;Sudah saya minta tracing informasi, tapi belum saya cek, yang mencium itu infonya dari luar kota, bukan warga Kota Malang,&amp;rdquo; tegasnya.
Jenazah tersebut pada akhirnya disebut Sutiaji berhasil dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 sampai dengan proses pemakaman. Meski pihak keluarga meminta untuk diberi kesempatan menyolati jenazah di masjid sekitar rumahnya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Cabut Gigi Geraham Tanpa Prosedur, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi
Baca Juga :&amp;nbsp;KPK Eksekusi Ibnu Ghofur Terpidana Kasus Suap Pengadaan Proyek
&amp;ldquo;(Akhrinya) di bawa ke RSSA (RSUD Saiful Anwar, untuk di pemulasaran jenazah secara protokol Covid-19, dan dimakamkan dengan protokol Covid-19, tapi sempat disalatkan di masjid, tapi (jenazah) tidak turun dari ambulan,&amp;rdquo; tutupnya.
Sebelumnya, pada Senin kemarin warga Kota Malang dihebohkan dengan video perebutan paksa dan mencium jenazah yang berstatuskan probable atau PDP yang meninggal dunia dengan gejala mengarah ke corona.</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Pasca viralnya video seseorang yang mencium jenazah pasien berstatuskan probable di RST Soepraoen, Kota Malang, tim Satgas Penanganan Covid-19 langsung melakukan pelacakan.
Menurut Walikota Malang Sutiaji sebelum adanya insiden penciuman dan upaya merebut jenazah pasien Covid-19, terdapat pro kontra di antara keluarga pasien tersebut. Berdasarkan hasil rapid test jenazah tersebut memang non-reaktif dan keluarga meyakini kalau yang bersangkutan sudah terbebas dari Covid-19 hanya dari hasil rapid test.
&amp;ldquo;Dan yang membuat masyarakat melakukan itu rapid-nya non-rekatif, menganggap kalau non-reaktif itu tidak Covid-19. Kita sudah tentukan kalau PDP (Pasien Dalam Pengawasan), sudah masuk ke pemakaman harus pakai Covid-19,&amp;rdquo; ucap Sutiaji usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (11/8/2020).
Pria kelahiran Lamongan ini menambahkan bila sesuai prosedur pasien probable yang meninggal dunia harus segera dibawa ke RSUD Saiful Anwar guna proses pemulasaran sesuai standar penanganan Covid-19. Namun yang terjadi jenazah itu tertahan oleh keluarga pasien yang berupaya memulangkan jenazah.
&amp;ldquo;Video itu sepotong, seharusnya tidak dibawa pulang langsung, tapi masuk ke Saiful Anwar (RSUD Saiful Anwar), untuk di pemulasaran jenazah secara protokol Covid-19 dan dimakamkan dengan protokol Covid-19,&amp;rdquo; ucap Sutiaji.
Terkait orang yang mencium jenazah pasien probable Covid-19 tersebut, kata Sutiaji, merupakan anggota keluarga dari pasien, namun bukan warga Kota Malang. &amp;ldquo;Sudah saya minta tracing informasi, tapi belum saya cek, yang mencium itu infonya dari luar kota, bukan warga Kota Malang,&amp;rdquo; tegasnya.
Jenazah tersebut pada akhirnya disebut Sutiaji berhasil dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 sampai dengan proses pemakaman. Meski pihak keluarga meminta untuk diberi kesempatan menyolati jenazah di masjid sekitar rumahnya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Cabut Gigi Geraham Tanpa Prosedur, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi
Baca Juga :&amp;nbsp;KPK Eksekusi Ibnu Ghofur Terpidana Kasus Suap Pengadaan Proyek
&amp;ldquo;(Akhrinya) di bawa ke RSSA (RSUD Saiful Anwar, untuk di pemulasaran jenazah secara protokol Covid-19, dan dimakamkan dengan protokol Covid-19, tapi sempat disalatkan di masjid, tapi (jenazah) tidak turun dari ambulan,&amp;rdquo; tutupnya.
Sebelumnya, pada Senin kemarin warga Kota Malang dihebohkan dengan video perebutan paksa dan mencium jenazah yang berstatuskan probable atau PDP yang meninggal dunia dengan gejala mengarah ke corona.</content:encoded></item></channel></rss>
