<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Berakhir Lusa, Pakar Kesehatan Minta DKI Evaluasi PSBB Transisi Fase I   </title><description>Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I akan segera berakhir di DKI Jakarta, pada Kamis 13 Agustus 2020.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i"/><item><title> Berakhir Lusa, Pakar Kesehatan Minta DKI Evaluasi PSBB Transisi Fase I   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2020 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i-yHBInX4ONs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/12/338/2260739/berakhir-lusa-pakar-kesehatan-minta-dki-evaluasi-psbb-transisi-fase-i-yHBInX4ONs.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I akan segera berakhir di DKI Jakarta, pada Kamis 13 Agustus 2020.

Pemprov DKI Jakarta diketahui telah tiga kali memperpanjang kebijakan PSBB transisi fase I tersebut. Namun, angka penularan diketahui masif fluktuatif dan belum ada tanda-tanda penurunan penularan virus corona.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi kebijakan PSBB transisi fase I. Pasalnya, PSBB transisi fase I melonggarkan semua sektor sehingga kasus Covid-19 tidak menurun.

&quot;Jadi evaluasi yang perlu dilakukan, pertama terkait dengan PSBB itu sendiri, evaluasi kebijakan. Yang kedua evaluasi perilaku masyarakat. Yang ketiga evaluasi penegakan,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Rabu (12/8/2020).
&amp;nbsp;
Hermawan meminta Pemprov DKI Jakarta, melakukan kajian guna mengetahui apakah kebijakan PSBB transisi fase I yang membuka semua sektor menjadi bumerang terjadinya kenaikan kasus atau tidak.

&quot;Atau bisa terkendali dengan adanya prioritas pembukaan sektor, atau malah dibuka semua, seperti pariwisata tertutup kan juga pernah diwacanakan untuk pembukaan bioskop, kuliner atau resto, sebenarnya ini kan hal-hal yang menjadi harus dibuat kebijakan secara hati-hati,&quot; terang Hermawan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNC8xLzEyMTg2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa kembali menerapkan PSBB guna kembali membatasi aktivitas masyarakat. Dengan begitu, pandemi Covid-19 bisa segera dikendalikan.

&quot;Ini bagian dari proses evaluasi,&quot; singkatnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta didorong untuk mengevaluasi perilaku sosial warganya, termasuk dalam penerapam sistem ganjil-genap.

&quot;Saya tidak terlalu setuju dengan kebijakan ganjil-genap, karena hanya akan menambah risiko orang di angkutan publik yang malah terjadi transmisi di mana-mana,&quot; jelasnya.

Hermawan juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi berbagai kebijakan penegakan dalam pelanggaran PSBB transisi fase I.

&quot;Ini keterlibatan aparatur seperti apa, antara sanksi dan imbauan juga ini harus dilihat efektivitasnya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I akan segera berakhir di DKI Jakarta, pada Kamis 13 Agustus 2020.

Pemprov DKI Jakarta diketahui telah tiga kali memperpanjang kebijakan PSBB transisi fase I tersebut. Namun, angka penularan diketahui masif fluktuatif dan belum ada tanda-tanda penurunan penularan virus corona.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi kebijakan PSBB transisi fase I. Pasalnya, PSBB transisi fase I melonggarkan semua sektor sehingga kasus Covid-19 tidak menurun.

&quot;Jadi evaluasi yang perlu dilakukan, pertama terkait dengan PSBB itu sendiri, evaluasi kebijakan. Yang kedua evaluasi perilaku masyarakat. Yang ketiga evaluasi penegakan,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Rabu (12/8/2020).
&amp;nbsp;
Hermawan meminta Pemprov DKI Jakarta, melakukan kajian guna mengetahui apakah kebijakan PSBB transisi fase I yang membuka semua sektor menjadi bumerang terjadinya kenaikan kasus atau tidak.

&quot;Atau bisa terkendali dengan adanya prioritas pembukaan sektor, atau malah dibuka semua, seperti pariwisata tertutup kan juga pernah diwacanakan untuk pembukaan bioskop, kuliner atau resto, sebenarnya ini kan hal-hal yang menjadi harus dibuat kebijakan secara hati-hati,&quot; terang Hermawan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNC8xLzEyMTg2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa kembali menerapkan PSBB guna kembali membatasi aktivitas masyarakat. Dengan begitu, pandemi Covid-19 bisa segera dikendalikan.

&quot;Ini bagian dari proses evaluasi,&quot; singkatnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta didorong untuk mengevaluasi perilaku sosial warganya, termasuk dalam penerapam sistem ganjil-genap.

&quot;Saya tidak terlalu setuju dengan kebijakan ganjil-genap, karena hanya akan menambah risiko orang di angkutan publik yang malah terjadi transmisi di mana-mana,&quot; jelasnya.

Hermawan juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi berbagai kebijakan penegakan dalam pelanggaran PSBB transisi fase I.

&quot;Ini keterlibatan aparatur seperti apa, antara sanksi dan imbauan juga ini harus dilihat efektivitasnya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
