<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Epidemiolog Tegaskan Ganjil-Genap Tak Efektif Turunkan Kasus Covid-19   </title><description>Penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tidak efektif dalam menurunkan angka kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19"/><item><title> Epidemiolog Tegaskan Ganjil-Genap Tak Efektif Turunkan Kasus Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2020 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19-XVllry0W0D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/12/338/2260741/epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19-XVllry0W0D.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan, bahwa penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tidak efektif dalam menurunkan angka kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota.

&quot;Ganjil-genap itu efektif untuk penurunan jumlah kendaraan tetapi kalau pindah ke angkutan umum jadi sulit (menurunkan kasus penularan Covid-19),&quot; kata Miko saat dihubungi Okezone, Rabu (12/8/2020).

Miko menambahkan, kebijakan ganjil-genap akan menyulitkan untuk mengendalikan wabah corona setelah warga berpindah ke angkutan umum dari angkutan pribadi.

Menurut dia, kebijakan ganjil-genap tidak tepat sasaran diterapkan di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi sebenarnya evaluasi dulu pada kasus-kasus di DKI. Kalau memang  dari kendaraan pribadi (banyak penularan Covid-19) dari hasil evaluasi ya silakan ganjil-genap. Tapi kalau kendaraan umum akan menambah (kasus Covid-19),&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo membeberkan hasil evaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

Hasil evaluasi ini diambil dari 3-7 Agustus 2020 di 25 ruas jalanan protokol Ibu Kota.

&quot;Volume lalu lintas mengalami penurunan antara 2,47 persen sampai 4,63 persen,&quot; kata Syafrin dalam keterangannya.

Syafrin menerangkan, kecepatan lalu lintas mengalami peningkatan antara 1,36% sampai dengan 16,36% setelah adanya pemberlakuan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tersebut.

&quot;Jumlah penumpang angkutan umum Transjakarta, MRT, LRT, KRL, Ka Bandara mengalami peningkatan antara 0,64 persen sampai 6,25 persen,&quot; jelasnya.

Syafrin juga menyampaikan hasil penindakan penilangan yang berlangsung pada 10 Agustus 2020 kemarin. Sebanyak 619 mobil ditilang manual lantaran melanggar ganjil-genap. Kemudian, 443 kendaraan mobil mendapat penindakan tilang elektronik.

&quot;Jadi total ada 1062 penindakan,&quot; simpulnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan, bahwa penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tidak efektif dalam menurunkan angka kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota.

&quot;Ganjil-genap itu efektif untuk penurunan jumlah kendaraan tetapi kalau pindah ke angkutan umum jadi sulit (menurunkan kasus penularan Covid-19),&quot; kata Miko saat dihubungi Okezone, Rabu (12/8/2020).

Miko menambahkan, kebijakan ganjil-genap akan menyulitkan untuk mengendalikan wabah corona setelah warga berpindah ke angkutan umum dari angkutan pribadi.

Menurut dia, kebijakan ganjil-genap tidak tepat sasaran diterapkan di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi sebenarnya evaluasi dulu pada kasus-kasus di DKI. Kalau memang  dari kendaraan pribadi (banyak penularan Covid-19) dari hasil evaluasi ya silakan ganjil-genap. Tapi kalau kendaraan umum akan menambah (kasus Covid-19),&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo membeberkan hasil evaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

Hasil evaluasi ini diambil dari 3-7 Agustus 2020 di 25 ruas jalanan protokol Ibu Kota.

&quot;Volume lalu lintas mengalami penurunan antara 2,47 persen sampai 4,63 persen,&quot; kata Syafrin dalam keterangannya.

Syafrin menerangkan, kecepatan lalu lintas mengalami peningkatan antara 1,36% sampai dengan 16,36% setelah adanya pemberlakuan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tersebut.

&quot;Jumlah penumpang angkutan umum Transjakarta, MRT, LRT, KRL, Ka Bandara mengalami peningkatan antara 0,64 persen sampai 6,25 persen,&quot; jelasnya.

Syafrin juga menyampaikan hasil penindakan penilangan yang berlangsung pada 10 Agustus 2020 kemarin. Sebanyak 619 mobil ditilang manual lantaran melanggar ganjil-genap. Kemudian, 443 kendaraan mobil mendapat penindakan tilang elektronik.

&quot;Jadi total ada 1062 penindakan,&quot; simpulnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
