<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Zona Hitam, Surabaya Kini Masuk Zona Oranye Covid-19   </title><description>Wiku menuturkan penentuan zonasi tidak hanya berdasarkan jumlah testing saja, namun juga berdasarkan jumlah kesembuhan serta kasus kematian.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19"/><item><title>Sempat Zona Hitam, Surabaya Kini Masuk Zona Oranye Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2020 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19-qGLtz5H9xy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peta persebaran kasus Covid-19 di Jatim. Foto: Screenshoot dari laman infocovid19.jatimprov</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/12/519/2260909/sempat-zona-hitam-surabaya-kini-masuk-zona-oranye-covid-19-qGLtz5H9xy.jpg</image><title>Peta persebaran kasus Covid-19 di Jatim. Foto: Screenshoot dari laman infocovid19.jatimprov</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kota Surabaya sempat menjadi zona merah, bahkan disebut-sebut masuk zona hitam dalam peta zonasi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun semua itu telah berlalu, sebab kota Pahlawan tersebut kini berstatus zona oranye atau zona sedang.

Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan dalam menentukan zona risiko penyebaran corona di suatu wilayah, ada 15 indikator yang mesti diperhatikan.

&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan bahwa dalam menentukan suatu zona dengan metode pembobotan itu didasarkan pada 15 indikator yang terdiri dari tiga kelompok besar, yaitu epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan,&amp;rdquo; ujarnya pada Selasa 11 Agustu 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terbitkan Edaran, Pemkot Surabaya Imbau Warga Tak Gelar Lomba HUT Ke-75 RI&amp;nbsp;
Wiku menuturkan penentuan zonasi tidak hanya berdasarkan jumlah testing saja, namun juga berdasarkan jumlah kesembuhan serta kasus kematian.

&amp;ldquo;Jadi tidak hanya dari tes saja, tetapi juga dengan jumlah kasus, jumlah kesembuhan, jumlah Kematian, dan seterusnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Perubahan zona ini tentunya juga karena penanganan kasus di Surabaya, kata Wiku, semakin membaik.

&amp;ldquo;Dan terlihat memang zonanya sudah berubah dari zona merah jadi oranye. Dan itu terjadi tentunya bukan hanya karena aspek tes saja, tetapi juga penanganan kasus yang sudah mulai membaik,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Dan ini harus didorong terus supaya sudah nya makin lama makin baik untuk menjadi kuning ataupun suatu saat menjadi hijau,&amp;rdquo; pungkas Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jatim Tertinggi dalam Tingkat Kematian Akibat Covid-19, Ini Kata Khofifah&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kota Surabaya sempat menjadi zona merah, bahkan disebut-sebut masuk zona hitam dalam peta zonasi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun semua itu telah berlalu, sebab kota Pahlawan tersebut kini berstatus zona oranye atau zona sedang.

Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan dalam menentukan zona risiko penyebaran corona di suatu wilayah, ada 15 indikator yang mesti diperhatikan.

&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan bahwa dalam menentukan suatu zona dengan metode pembobotan itu didasarkan pada 15 indikator yang terdiri dari tiga kelompok besar, yaitu epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan,&amp;rdquo; ujarnya pada Selasa 11 Agustu 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terbitkan Edaran, Pemkot Surabaya Imbau Warga Tak Gelar Lomba HUT Ke-75 RI&amp;nbsp;
Wiku menuturkan penentuan zonasi tidak hanya berdasarkan jumlah testing saja, namun juga berdasarkan jumlah kesembuhan serta kasus kematian.

&amp;ldquo;Jadi tidak hanya dari tes saja, tetapi juga dengan jumlah kasus, jumlah kesembuhan, jumlah Kematian, dan seterusnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Perubahan zona ini tentunya juga karena penanganan kasus di Surabaya, kata Wiku, semakin membaik.

&amp;ldquo;Dan terlihat memang zonanya sudah berubah dari zona merah jadi oranye. Dan itu terjadi tentunya bukan hanya karena aspek tes saja, tetapi juga penanganan kasus yang sudah mulai membaik,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Dan ini harus didorong terus supaya sudah nya makin lama makin baik untuk menjadi kuning ataupun suatu saat menjadi hijau,&amp;rdquo; pungkas Wiku.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jatim Tertinggi dalam Tingkat Kematian Akibat Covid-19, Ini Kata Khofifah&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
