<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjil-Genap Disebut Hanya Menambah Risiko Penularan Corona di Angkutan Publik</title><description>Menurut Hermawan, adanya ganjil-genal ini tidak cocok diterapkan saat masa pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik"/><item><title>Ganjil-Genap Disebut Hanya Menambah Risiko Penularan Corona di Angkutan Publik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2020 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik-WWkytseDe4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/14/338/2261957/ganjil-genap-disebut-hanya-menambah-risiko-penularan-corona-di-angkutan-publik-WWkytseDe4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyoroti kebijakan ganjil-genap yang diterapkan saat Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi fase I di Jakarta.

Menurut Hermawan, adanya ganjil-genal ini tidak cocok diterapkan saat masa pandemi Covid-19. Sebab hanya menambah risiko penyebaran virus tersebut di angkutan publik.

&amp;ldquo;Itu hanya menambah risiko orang di angkutan publik. Orang yang tadinya menggunakan mobil, akhirnya terpaksa menggunakan kereta, MRT, atau bus itu malah menambah risiko,&amp;rdquo; ungkap Hermawan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Hermawan berkata, kebijakan ganjil-genap tidak tepat juga bila kaitannya dengan perpanjangan PSBB transisi. Hal-hal inilah yang pemerintah harus konsisten dan sensitif pemerintah DKI.

&amp;ldquo;Jadi sektor transportasi, perhubungan itu berisiko. Bahwa ada ratusan ribu orang numplek di kereta, MRT, dan juga Transjakarta, dan lain-lain. Itu menambah risiko,&amp;rdquo; ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, tempat yang rentan tidak hanya di perkantoran saja, tetapi juga di sektor transportasi dan area-area publik.

Baca Juga : Hari Pertama Pemberlakuan Sanksi Ganjil-Genap, 1.062 Pengendara Ditilang

&amp;ldquo;Jadi tidak hanya di sektor perkantoran, industri. Semuanya. Di transportasi dan di area-area publik,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Kadishub DKI Beberkan Hasil Evaluasi Kebijakan Ganjil-Genap



</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyoroti kebijakan ganjil-genap yang diterapkan saat Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi fase I di Jakarta.

Menurut Hermawan, adanya ganjil-genal ini tidak cocok diterapkan saat masa pandemi Covid-19. Sebab hanya menambah risiko penyebaran virus tersebut di angkutan publik.

&amp;ldquo;Itu hanya menambah risiko orang di angkutan publik. Orang yang tadinya menggunakan mobil, akhirnya terpaksa menggunakan kereta, MRT, atau bus itu malah menambah risiko,&amp;rdquo; ungkap Hermawan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Hermawan berkata, kebijakan ganjil-genap tidak tepat juga bila kaitannya dengan perpanjangan PSBB transisi. Hal-hal inilah yang pemerintah harus konsisten dan sensitif pemerintah DKI.

&amp;ldquo;Jadi sektor transportasi, perhubungan itu berisiko. Bahwa ada ratusan ribu orang numplek di kereta, MRT, dan juga Transjakarta, dan lain-lain. Itu menambah risiko,&amp;rdquo; ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, tempat yang rentan tidak hanya di perkantoran saja, tetapi juga di sektor transportasi dan area-area publik.

Baca Juga : Hari Pertama Pemberlakuan Sanksi Ganjil-Genap, 1.062 Pengendara Ditilang

&amp;ldquo;Jadi tidak hanya di sektor perkantoran, industri. Semuanya. Di transportasi dan di area-area publik,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Kadishub DKI Beberkan Hasil Evaluasi Kebijakan Ganjil-Genap



</content:encoded></item></channel></rss>
