<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR: HUT RI Momentum Merdeka dari Covid-19</title><description>Semua orang akan merdeka dari Covid-19 sehingga dinamika kehidupan bersama bisa dipulihkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19"/><item><title>Ketua MPR: HUT RI Momentum Merdeka dari Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2020 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19-VvQxEU9I2q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/16/337/2263141/ketua-mpr-hut-ri-momentum-merdeka-dari-covid-19-VvQxEU9I2q.jpg</image><title>Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum hari Kemerdekaan 17 Agustus untuk menggelorakan semangat merdeka dari cengkeraman pandemi Covid-19. Dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan, semua orang akan merdeka dari Covid-19 sehingga dinamika kehidupan bersama bisa dipulihkan.

&amp;ldquo;Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia merdeka, peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda karena faktor pandemi Covid-19. Namun, perbedaan cara itu hendaknya tidak mengurangi semangat semua elemen bangsa untuk menghayati makna dan tujuan perjuangan para pahlawan bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan RI,&amp;rdquo; kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kesembuhan Covid-19 Tercatat 66,7% dari Kasus Terkonfirmasi Positif&amp;nbsp;
Mantan Ketua DPR ini menuturkan, jika dahulu para pejuang berperang mengusir penjajah, generasi bangsa terkini harus berjuang memerangi pandemi Covid-19. Kalau para pejuang di masa lalu maju ke medan perang dengan bambu runcing, semua elemen bangsa terkini harus mengalahkan cengkeraman Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Sudah terbukti pandemi Covid-19 tidak hanya merusak, tetapi nyata-nyata telah merampas kemerdekaan dan kebebasan semua orang. Segala sesuatunya harus dibatasi sehingga kehidupan menjadi tidak dinamis lagi,&amp;rdquo; ujarnya.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini berpandangan, pandemi Covid-19 tidak bisa diperangi dengan senjata pemusnah, melainkan melalui akal budi manusia dengan mentaati protokol kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Peringati HUT RI Ke-75, Kopassus Bentangkan Merah Putih di Titik Nol Ciliwung
Bamsoet menambahkan, para ahli juga telah mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 akan berdampingan dengan kehidupan manusia untuk jangka waktu yang lama. Maka, sebelum vaksin penangkalnya tersedia, setiap orang harus bersiasat agar tidak terinfeksi Covid-19.

&amp;ldquo;Siasat paling efektif saat ini adalah mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Konsisten menerapkan protokol kesehatan akan memerdekakan semua orang dari cengekeraman Covid-19. Dengan merdeka dari Covid-19, dinamika kehidupan bersama bisa dipulihkan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum hari Kemerdekaan 17 Agustus untuk menggelorakan semangat merdeka dari cengkeraman pandemi Covid-19. Dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan, semua orang akan merdeka dari Covid-19 sehingga dinamika kehidupan bersama bisa dipulihkan.

&amp;ldquo;Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia merdeka, peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda karena faktor pandemi Covid-19. Namun, perbedaan cara itu hendaknya tidak mengurangi semangat semua elemen bangsa untuk menghayati makna dan tujuan perjuangan para pahlawan bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan RI,&amp;rdquo; kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kesembuhan Covid-19 Tercatat 66,7% dari Kasus Terkonfirmasi Positif&amp;nbsp;
Mantan Ketua DPR ini menuturkan, jika dahulu para pejuang berperang mengusir penjajah, generasi bangsa terkini harus berjuang memerangi pandemi Covid-19. Kalau para pejuang di masa lalu maju ke medan perang dengan bambu runcing, semua elemen bangsa terkini harus mengalahkan cengkeraman Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Sudah terbukti pandemi Covid-19 tidak hanya merusak, tetapi nyata-nyata telah merampas kemerdekaan dan kebebasan semua orang. Segala sesuatunya harus dibatasi sehingga kehidupan menjadi tidak dinamis lagi,&amp;rdquo; ujarnya.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini berpandangan, pandemi Covid-19 tidak bisa diperangi dengan senjata pemusnah, melainkan melalui akal budi manusia dengan mentaati protokol kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Peringati HUT RI Ke-75, Kopassus Bentangkan Merah Putih di Titik Nol Ciliwung
Bamsoet menambahkan, para ahli juga telah mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 akan berdampingan dengan kehidupan manusia untuk jangka waktu yang lama. Maka, sebelum vaksin penangkalnya tersedia, setiap orang harus bersiasat agar tidak terinfeksi Covid-19.

&amp;ldquo;Siasat paling efektif saat ini adalah mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Konsisten menerapkan protokol kesehatan akan memerdekakan semua orang dari cengekeraman Covid-19. Dengan merdeka dari Covid-19, dinamika kehidupan bersama bisa dipulihkan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
