<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden dan Seluruh Pemerintahan Mali Mundur di Tengah Pemberontakan Militer </title><description>Pasukan yang memberontak menyerbu kediaman presiden dan menahan Keita, perdana menterinya dan beberapa pejabat lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer"/><item><title>Presiden dan Seluruh Pemerintahan Mali Mundur di Tengah Pemberontakan Militer </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer-xvkcl6cRnH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/18/2264266/presiden-dan-seluruh-pemerintahan-mali-mundur-di-tengah-pemberontakan-militer-xvkcl6cRnH.jpg</image><title>Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>BAMAKO &amp;ndash; Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita mengundurkan diri pada Selasa (18/8/2020) setelah dia ditahan oleh tentara dalam sebuah pemberontakan. Dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, Keita mengatakan bahwa dia juga membubarkan pemerintah dan parlemen negara itu.
&quot;Saya ingin tidak ada darah yang tumpah untuk membuat saya tetap berkuasa,&quot; tambahnya dalam pidato yang dilansir BBC.
Pengunduran diri Keita terjadi beberapa jam setelah dia dan Perdana Menteri Boubou Ciss&amp;eacute; dibawa ke kamp militer dekat Ibu Kota Bamako. Pemberontakan itu menuai kecaman dari kekuatan regional dan Prancis.
BACA JUGA: Sedikitnya 134 Tewas dalam Serangan Bermotif Etnis di Mali
&quot;Jika hari ini, elemen tertentu dari angkatan bersenjata kita ingin ini diakhiri melalui intervensi mereka, apakah saya benar-benar punya pilihan?&quot; kata Ke&amp;iuml;ta.
BBC Afrika melaporkan, pemberontakan itu dipimpin oleh Kolonel Malick Diaw, wakil kepala kamp Kati, dan komandan lainnya, Jenderal Sadio Camara, Abdoul Ba.
Sebelumnya, tentara pemberontak menguasai kamp Kati. Setelah mengambil alih kamp, sekitar 15 km dari Bamako, para bergerak ke ibu kota, di mana mereka disemangati oleh orang banyak yang berkumpul untuk menuntut pengunduran diri Ke&amp;iuml;ta.
Pada Selasa sore pasukan itu menyerbu kediaman presiden dan menangkapnya dan perdana menterinya, yang berada di sana. Putra presiden, ketua Majelis Nasional, menteri luar negeri dan keuangan dilaporkan termasuk di antara pejabat lain yang ditahan.
Jumlah tentara yang ambil bagian dalam pemberontakan tidak jelas.
BACA JUGA: Pemimpin Oposisi Mali Dilaporkan Diculik Kelompok ISIS
Kamp Kati juga menjadi fokus pemberontakan pada 2012 oleh tentara yang marah atas ketidakmampuan komandan senior untuk menghentikan jihadis dan pemberontak Tuareg menguasai Mali utara.

Ada kemarahan di antara pasukan tentang gaji dan atas konflik yang  terus berlanjut dengan para jihadis, serta ketidakpuasan yang meluas  dengan mantan presiden.
Ke&amp;iuml;ta memenangi masa jabatan kedua dalam pemilu 2018, tetapi ada  kemarahan atas korupsi, salah urus ekonomi dan meningkatnya kekerasan  komunal di daerah-daerah negara itu.
Ini telah memicu beberapa protes besar dalam beberapa bulan terakhir.  Koalisi oposisi baru yang dipimpin oleh Imam konservatif, Mahmoud  Dicko, telah menyerukan reformasi setelah menolak konsesi dari Ke&amp;iuml;ta,  termasuk pembentukan pemerintah persatuan.</description><content:encoded>BAMAKO &amp;ndash; Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita mengundurkan diri pada Selasa (18/8/2020) setelah dia ditahan oleh tentara dalam sebuah pemberontakan. Dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, Keita mengatakan bahwa dia juga membubarkan pemerintah dan parlemen negara itu.
&quot;Saya ingin tidak ada darah yang tumpah untuk membuat saya tetap berkuasa,&quot; tambahnya dalam pidato yang dilansir BBC.
Pengunduran diri Keita terjadi beberapa jam setelah dia dan Perdana Menteri Boubou Ciss&amp;eacute; dibawa ke kamp militer dekat Ibu Kota Bamako. Pemberontakan itu menuai kecaman dari kekuatan regional dan Prancis.
BACA JUGA: Sedikitnya 134 Tewas dalam Serangan Bermotif Etnis di Mali
&quot;Jika hari ini, elemen tertentu dari angkatan bersenjata kita ingin ini diakhiri melalui intervensi mereka, apakah saya benar-benar punya pilihan?&quot; kata Ke&amp;iuml;ta.
BBC Afrika melaporkan, pemberontakan itu dipimpin oleh Kolonel Malick Diaw, wakil kepala kamp Kati, dan komandan lainnya, Jenderal Sadio Camara, Abdoul Ba.
Sebelumnya, tentara pemberontak menguasai kamp Kati. Setelah mengambil alih kamp, sekitar 15 km dari Bamako, para bergerak ke ibu kota, di mana mereka disemangati oleh orang banyak yang berkumpul untuk menuntut pengunduran diri Ke&amp;iuml;ta.
Pada Selasa sore pasukan itu menyerbu kediaman presiden dan menangkapnya dan perdana menterinya, yang berada di sana. Putra presiden, ketua Majelis Nasional, menteri luar negeri dan keuangan dilaporkan termasuk di antara pejabat lain yang ditahan.
Jumlah tentara yang ambil bagian dalam pemberontakan tidak jelas.
BACA JUGA: Pemimpin Oposisi Mali Dilaporkan Diculik Kelompok ISIS
Kamp Kati juga menjadi fokus pemberontakan pada 2012 oleh tentara yang marah atas ketidakmampuan komandan senior untuk menghentikan jihadis dan pemberontak Tuareg menguasai Mali utara.

Ada kemarahan di antara pasukan tentang gaji dan atas konflik yang  terus berlanjut dengan para jihadis, serta ketidakpuasan yang meluas  dengan mantan presiden.
Ke&amp;iuml;ta memenangi masa jabatan kedua dalam pemilu 2018, tetapi ada  kemarahan atas korupsi, salah urus ekonomi dan meningkatnya kekerasan  komunal di daerah-daerah negara itu.
Ini telah memicu beberapa protes besar dalam beberapa bulan terakhir.  Koalisi oposisi baru yang dipimpin oleh Imam konservatif, Mahmoud  Dicko, telah menyerukan reformasi setelah menolak konsesi dari Ke&amp;iuml;ta,  termasuk pembentukan pemerintah persatuan.</content:encoded></item></channel></rss>
