<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Kapolsek yang Meninggal Tiba-Tiba Hidup Kembali</title><description>Saat itu kondisinya terus membaik dan nafasnya semakin beraturan sehingga bisa meneruskan kehidupanya hingga sekarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali"/><item><title>Kisah Kapolsek yang Meninggal Tiba-Tiba Hidup Kembali</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2020 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali-eePIFkKcT1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: iNews</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/19/337/2264651/kisah-kapolsek-yang-meninggal-tiba-tiba-hidup-kembali-eePIFkKcT1.jpg</image><title>Foto: iNews</title></images><description>PROBOLINGGO - Fenomena bocah 12 tahun yang divonis mati namun hidup kembali  di Probolinggo, Jawa Timur juga pernah dialami Kapolsek Lumbang, Polres Probolinggo,  AKP Muhamad Dugel (52).
Saat ditemui di ruangannya,  pria 52 tahun ini  mengatakan saat masih kecil dirinya juga pernah mengalami kondisi seperti yang dialami Siti Hafifah Wardah.
Namun yang membedakan,  saat itu  kondisinya terus membaik  dan nafasnya  semakin beraturan  sehingga bisa meneruskan kehidupanya  hingga sekarang.
(Baca juga: Heboh Jenazah Bocah di Probolinggo Hidup Kembali saat Dimandikan)
Kejadian yang menimpanya ini dialaminya saat dia menganjak kelas 2 SD. Saat itu dia tidak sengaja menenggak minyak tanah yang dijual oleh orangtuanya di wilayah Lumajang. Dugel pun sempat dilarikan ke rumah sakit setempat dan divonis  tim medis telah meninggal dunia.
Mendengar penjelasan dari dokter, suasana duka pecah. Dia kemudian dibawa  pulang dari rumah sakit. Setelah tiba di rumah dirinya  hendak dimandikan. Namun anehnya,  bapak anak dua ini menunjukan tanda tanda kehidupan dan sehat hingga sekarang
&amp;lsquo;&amp;rdquo;Saat itu saya masih kecil, dan kejadian tersebut juga yang bercerita orang tua saya,  kalau saya dulu sempat meninggal sekitar 4 jam, kemudian hidup  kembali,&amp;rdquo; ujar AKP M Dugel,  di kantornya, Rabu (19/8/2020)
Dugel menambahkan,  dirinya tidak  merasakan apa-apa  saat mengalami mati  sesaat tersebut,  yang terasa dirinya seperti bangun dari tidur.
&amp;rdquo; Semenjak kejadian tersebut,  hidupnya saya selalu ada keajaiban dan merasa  selalu dibarengi keberuntungan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo; Mungkin ini namanya rahmat dan karunia Tuhan,&amp;ldquo; sambung Dugel.
Memasuki  usia remaja, Dugel  mencoba mendaftar  Secaba   Polri  dan gagal  di pantukir, beruntungnya saat itu ada  kebijakan bila  di Pantukir Secaba gagal bisa lolos ke Secatam.
Waktu berlalu dan  keberuntungan   kembali berpihak kepadanya , saat dirinya   lulus mendaftar sekolah dijenjang ke lebih tinggi.&amp;nbsp; Kemudian dia   lulus di sekolah calon perwira, dan saat ini  sudah berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).&amp;ldquo; Tidak menyangka hidup saya yang sederhana , kini menjadi kapolsek , dan ini merupakan karunia Allah Ta&amp;rsquo;ala.&amp;rdquo; Sambungnya.
&amp;ldquo;Sebagai manusia dan hidup dimasyarakat, tidak ada yang kita sombongkan, hendaknya selalu berbuat baik sesuai dengan jabatan. Karena hidup ini hanya titipan dan sesaat, dan nanti ada perhitunganya di akhirat,&amp;ldquo; tandasnya.</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Fenomena bocah 12 tahun yang divonis mati namun hidup kembali  di Probolinggo, Jawa Timur juga pernah dialami Kapolsek Lumbang, Polres Probolinggo,  AKP Muhamad Dugel (52).
Saat ditemui di ruangannya,  pria 52 tahun ini  mengatakan saat masih kecil dirinya juga pernah mengalami kondisi seperti yang dialami Siti Hafifah Wardah.
Namun yang membedakan,  saat itu  kondisinya terus membaik  dan nafasnya  semakin beraturan  sehingga bisa meneruskan kehidupanya  hingga sekarang.
(Baca juga: Heboh Jenazah Bocah di Probolinggo Hidup Kembali saat Dimandikan)
Kejadian yang menimpanya ini dialaminya saat dia menganjak kelas 2 SD. Saat itu dia tidak sengaja menenggak minyak tanah yang dijual oleh orangtuanya di wilayah Lumajang. Dugel pun sempat dilarikan ke rumah sakit setempat dan divonis  tim medis telah meninggal dunia.
Mendengar penjelasan dari dokter, suasana duka pecah. Dia kemudian dibawa  pulang dari rumah sakit. Setelah tiba di rumah dirinya  hendak dimandikan. Namun anehnya,  bapak anak dua ini menunjukan tanda tanda kehidupan dan sehat hingga sekarang
&amp;lsquo;&amp;rdquo;Saat itu saya masih kecil, dan kejadian tersebut juga yang bercerita orang tua saya,  kalau saya dulu sempat meninggal sekitar 4 jam, kemudian hidup  kembali,&amp;rdquo; ujar AKP M Dugel,  di kantornya, Rabu (19/8/2020)
Dugel menambahkan,  dirinya tidak  merasakan apa-apa  saat mengalami mati  sesaat tersebut,  yang terasa dirinya seperti bangun dari tidur.
&amp;rdquo; Semenjak kejadian tersebut,  hidupnya saya selalu ada keajaiban dan merasa  selalu dibarengi keberuntungan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo; Mungkin ini namanya rahmat dan karunia Tuhan,&amp;ldquo; sambung Dugel.
Memasuki  usia remaja, Dugel  mencoba mendaftar  Secaba   Polri  dan gagal  di pantukir, beruntungnya saat itu ada  kebijakan bila  di Pantukir Secaba gagal bisa lolos ke Secatam.
Waktu berlalu dan  keberuntungan   kembali berpihak kepadanya , saat dirinya   lulus mendaftar sekolah dijenjang ke lebih tinggi.&amp;nbsp; Kemudian dia   lulus di sekolah calon perwira, dan saat ini  sudah berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).&amp;ldquo; Tidak menyangka hidup saya yang sederhana , kini menjadi kapolsek , dan ini merupakan karunia Allah Ta&amp;rsquo;ala.&amp;rdquo; Sambungnya.
&amp;ldquo;Sebagai manusia dan hidup dimasyarakat, tidak ada yang kita sombongkan, hendaknya selalu berbuat baik sesuai dengan jabatan. Karena hidup ini hanya titipan dan sesaat, dan nanti ada perhitunganya di akhirat,&amp;ldquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
