<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polri Gelar Perkara Kasus Perdagangan Orang Berkedok Karaoke di BSD   </title><description>Penyidik tengah melakukan gelar perkara terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok karaoke.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd"/><item><title> Polri Gelar Perkara Kasus Perdagangan Orang Berkedok Karaoke di BSD   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd</guid><pubDate>Kamis 20 Agustus 2020 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd-WKeZ1sI2e2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo (foto: iNews.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/20/338/2265071/polri-gelar-perkara-kasus-perdagangan-orang-berkedok-karaoke-di-bsd-WKeZ1sI2e2.jpg</image><title>Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo (foto: iNews.id)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik tengah melakukan gelar perkara terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok karaoke di Vanesia BSD Karaoke Executive di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Gelar perkara dilakukan untuk menetapkan tersangka.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan saat ini gelar perkara tengah berlangsung. Gelar perkara dilakukan untuk menetapkan tersangka.

&quot;Sedang gelar perkara,&quot; kata Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Kamis (20/8/2020).
&amp;nbsp;
Pihaknya akan juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemiliki Vanesia BSD Karaoke Executive yang diduga melakukan tidak TPPO. &quot;Rencana (pemilik) akan dipanggil,&quot; jelasnya.

Polisi akan memeriksa siapapun yang terlibat dalam kasus TPPO tersebut termasuk pemilik dari karaoke tersebut. Meski begitu dia tidak menyebut siapa pemilik dari karaoke yang melayani jasa pemuas nafsu tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMC8xLzEyMjIwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, mengatakan, pihaknya mengamankan 13 orang dalam penggerebekan tersebut. Sebanyak 13 orang tersebut 7 diantaranya sebagai mucikari, 4 orang disebut Papi dan 3 orang sebagai Mami.

Dia menyebutkan ada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam tempat hiburan tersebut. Tempat hiburan tersebut eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19

&quot;Ini terkait TPPO bermoduskan eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik tengah melakukan gelar perkara terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok karaoke di Vanesia BSD Karaoke Executive di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Gelar perkara dilakukan untuk menetapkan tersangka.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan saat ini gelar perkara tengah berlangsung. Gelar perkara dilakukan untuk menetapkan tersangka.

&quot;Sedang gelar perkara,&quot; kata Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Kamis (20/8/2020).
&amp;nbsp;
Pihaknya akan juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemiliki Vanesia BSD Karaoke Executive yang diduga melakukan tidak TPPO. &quot;Rencana (pemilik) akan dipanggil,&quot; jelasnya.

Polisi akan memeriksa siapapun yang terlibat dalam kasus TPPO tersebut termasuk pemilik dari karaoke tersebut. Meski begitu dia tidak menyebut siapa pemilik dari karaoke yang melayani jasa pemuas nafsu tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMC8xLzEyMjIwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, mengatakan, pihaknya mengamankan 13 orang dalam penggerebekan tersebut. Sebanyak 13 orang tersebut 7 diantaranya sebagai mucikari, 4 orang disebut Papi dan 3 orang sebagai Mami.

Dia menyebutkan ada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam tempat hiburan tersebut. Tempat hiburan tersebut eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19

&quot;Ini terkait TPPO bermoduskan eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
