<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pergub Baru Anies Tegaskan Motor Belum Kena Ganjil Genap</title><description>Pengendalian moda transportasi tertuang pada Pasal 7.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap"/><item><title>Pergub Baru Anies Tegaskan Motor Belum Kena Ganjil Genap</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2020 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap-G9uqVEQyN1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/21/338/2265484/pergub-baru-anies-tegaskan-motor-belum-kena-ganjil-genap-G9uqVEQyN1.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.
(Baca juga: Ganjil-Genap untuk Motor, Polisi: Belum Diterapkan!)
Pergub tersebut mengatur pengendalian moda transportasi, salah satunya pemberlakuan ganjil genap bagi kendaraan bermotor pribadi hingga penggunaan sepeda sebagai alat transportasi.
Pengendalian moda transportasi tertuang pada Pasal 7, yakni penerapan prinsip ganjil genap bagi kendaraan bermotor pribadi berupa mobil maupun motor dan pengendalian parkir pada luar ruang milik jalan (off street) maupun di ruang milik jalan (in street) dengan pembatasan satuan ruang parkir.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan, belum ada perubahan atas ganjil genap yang telah diterapkan pada awal Agustus lalu.
&quot;Untuk sepeda motor belum dikenakan ganjil genap. Saat ini, ganjil genap yang diberlakukan masih pada 25 ruas jalan, bagi kendaraan roda empat, dengan 14 jenis kendaraan yang dikecualikan. Serta, berlaku pada pagi jam 06.00-10.00 WIB dan sore jam 16.00-21.00 WIB,&quot; jelas Syafrin melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat (21/8/2020).
Masyarakat diharapkan dapat menyesuainan waktu berkegiatan dengan plat nomor kendaraan yang dimilikinya melalui kebijakan ganjil genap ini.
Masyarakat dengan pelat nomor kendaraan ganjil, dapat berkegiatan dari rumah pada tanggal genap, dan sebaliknya. Sehingga, masyarakat turut berperan dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah Ibu Kota.
Syafrin menambahkan, pada masa transisi ini untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau.
Pada Pasal 10, diatur tentang penyediaan parkir khusus sepeda di sejumlah lokasi, meliputi ruang parkir perkantoran, ruang parkir pusat perbelanjaan, halte, terminal, stasiun, dan pelabuhan / dermaga.
Penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir.Sementara itu, untuk operator angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perairan, dan angkutan perkeretaapian wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Membatasi jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait;
2. Menyediakan ruang penyimpanan sepeda pada sarana angkutannya.
&quot;Dengan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 ini, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan penegakan hukum dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kendati terdapat pembatasan, diharapkan juga pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19 tetap bisa dilakukan,&quot; pungkas Syafrin.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.
(Baca juga: Ganjil-Genap untuk Motor, Polisi: Belum Diterapkan!)
Pergub tersebut mengatur pengendalian moda transportasi, salah satunya pemberlakuan ganjil genap bagi kendaraan bermotor pribadi hingga penggunaan sepeda sebagai alat transportasi.
Pengendalian moda transportasi tertuang pada Pasal 7, yakni penerapan prinsip ganjil genap bagi kendaraan bermotor pribadi berupa mobil maupun motor dan pengendalian parkir pada luar ruang milik jalan (off street) maupun di ruang milik jalan (in street) dengan pembatasan satuan ruang parkir.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan, belum ada perubahan atas ganjil genap yang telah diterapkan pada awal Agustus lalu.
&quot;Untuk sepeda motor belum dikenakan ganjil genap. Saat ini, ganjil genap yang diberlakukan masih pada 25 ruas jalan, bagi kendaraan roda empat, dengan 14 jenis kendaraan yang dikecualikan. Serta, berlaku pada pagi jam 06.00-10.00 WIB dan sore jam 16.00-21.00 WIB,&quot; jelas Syafrin melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat (21/8/2020).
Masyarakat diharapkan dapat menyesuainan waktu berkegiatan dengan plat nomor kendaraan yang dimilikinya melalui kebijakan ganjil genap ini.
Masyarakat dengan pelat nomor kendaraan ganjil, dapat berkegiatan dari rumah pada tanggal genap, dan sebaliknya. Sehingga, masyarakat turut berperan dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah Ibu Kota.
Syafrin menambahkan, pada masa transisi ini untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau.
Pada Pasal 10, diatur tentang penyediaan parkir khusus sepeda di sejumlah lokasi, meliputi ruang parkir perkantoran, ruang parkir pusat perbelanjaan, halte, terminal, stasiun, dan pelabuhan / dermaga.
Penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir.Sementara itu, untuk operator angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perairan, dan angkutan perkeretaapian wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Membatasi jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait;
2. Menyediakan ruang penyimpanan sepeda pada sarana angkutannya.
&quot;Dengan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 ini, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan penegakan hukum dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kendati terdapat pembatasan, diharapkan juga pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19 tetap bisa dilakukan,&quot; pungkas Syafrin.</content:encoded></item></channel></rss>
