<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Tembakkan 4 Rudal ke Perairan Sengketa di Laut China Selatan</title><description>Insiden itu meningkatkan ketegangan antara China dan Amerika Serikat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan"/><item><title>China Tembakkan 4 Rudal ke Perairan Sengketa di Laut China Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2020 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan-BlNxIlp3wf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/28/18/2268769/china-tembakkan-4-rudal-ke-perairan-sengketa-di-laut-china-selatan-BlNxIlp3wf.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Xinhua)</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; China menembakkan rudal ke wilayah perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Peluncuran itu terjadi setelah AS memberlakukan sanksi kepada perusahaan-perusahaan China yang membantu kegiatan militerisasi di wilayah tersebut.
Seorang pejabat pertahanan AS pada Kamis (27/8/2020) mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) meluncurkan empat rudal balistik jarak menengah dari daratan China ke sebuah wilayah di Laut China Selatan, antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel.
BACA JUGA: Indonesia Berharap AS dan China Tak Picu Ketegangan di Laut China Selatan
Peluncuran rudal pada Rabu (26/8/2020) itu terjadi di tengah latihan militer China, yang menutup sebagian besar wilayah perairan sengketa, baru-baru ini, demikian diwartakan VOA.
Pejabat AS yang tidak mau disebut namanya mengatakan latihan militer China baru-baru ini &quot;menunjukkan&quot; bagaimana militer China memandang , wilayah yang oleh hukum internasional dilindungi sebagai jalur bebas.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper, pada Kamis memperingatkan sistem &quot;bebas dan terbuka&quot; dunia yang diciptakan setelah Perang Dunia II itu terancam oleh apa yang disebutnya &quot;perilaku melanggar aturan&quot; China di kawasan Indo-Pasifik.
BACA JUGA: China Gunakan Kubis untuk Kuatkan Klaim di Pulau Sengketa Laut China Selatan
Komentar itu disampaikan Esper saat berada di pangkalan Komando Indo-Pasifik AS di Hawaii, sebelum menuju Guam dan Palau untuk menghadiri peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Esper menyebut kawasan Indo-Pasifik sebagai &quot;pusat&quot; persaingan kekuatan besar dan bertekad untuk tidak &quot;menyerah sedikit pun&quot; kepada negara-negara yang mengancam kebebasan internasional, yang jelas-jelas ditujukan pada China.
</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; China menembakkan rudal ke wilayah perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Peluncuran itu terjadi setelah AS memberlakukan sanksi kepada perusahaan-perusahaan China yang membantu kegiatan militerisasi di wilayah tersebut.
Seorang pejabat pertahanan AS pada Kamis (27/8/2020) mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) meluncurkan empat rudal balistik jarak menengah dari daratan China ke sebuah wilayah di Laut China Selatan, antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel.
BACA JUGA: Indonesia Berharap AS dan China Tak Picu Ketegangan di Laut China Selatan
Peluncuran rudal pada Rabu (26/8/2020) itu terjadi di tengah latihan militer China, yang menutup sebagian besar wilayah perairan sengketa, baru-baru ini, demikian diwartakan VOA.
Pejabat AS yang tidak mau disebut namanya mengatakan latihan militer China baru-baru ini &quot;menunjukkan&quot; bagaimana militer China memandang , wilayah yang oleh hukum internasional dilindungi sebagai jalur bebas.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper, pada Kamis memperingatkan sistem &quot;bebas dan terbuka&quot; dunia yang diciptakan setelah Perang Dunia II itu terancam oleh apa yang disebutnya &quot;perilaku melanggar aturan&quot; China di kawasan Indo-Pasifik.
BACA JUGA: China Gunakan Kubis untuk Kuatkan Klaim di Pulau Sengketa Laut China Selatan
Komentar itu disampaikan Esper saat berada di pangkalan Komando Indo-Pasifik AS di Hawaii, sebelum menuju Guam dan Palau untuk menghadiri peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Esper menyebut kawasan Indo-Pasifik sebagai &quot;pusat&quot; persaingan kekuatan besar dan bertekad untuk tidak &quot;menyerah sedikit pun&quot; kepada negara-negara yang mengancam kebebasan internasional, yang jelas-jelas ditujukan pada China.
</content:encoded></item></channel></rss>
