<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>49 Kelurahan di Kota Bogor Zona Merah, Kasus Terbanyak dari Klaster Keluarga</title><description>Kelurahan yang masuk zona merah Covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Bogor Barat.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga"/><item><title>49 Kelurahan di Kota Bogor Zona Merah, Kasus Terbanyak dari Klaster Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2020 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga-sgqDFYqh85.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/28/338/2269179/49-kelurahan-di-kota-bogor-zona-merah-kasus-terbanyak-dari-klaster-keluarga-sgqDFYqh85.jpg</image><title>Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)</title></images><description>BOGOR &amp;ndash; Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut ada sebanyak 49 kelurahan di wilayahnya masuk kategori zona merah penularan Covid-19. Terbanyak, berada di Kecamatan Bogor Barat.

&quot;Ada 49 kelurahan zona merah dari 68 kelurahan atau sebesar 72,05 persen Kecamatan Bogor Barat paling tinggi dan Kecamatan Bogor Timur paling rendah,&quot; kata Bima, kepada wartawan Jumat (28/8/2020).

Kemudian, terdapat pula sebanyak 104 RW dari 797 RW atau 72,05 persen di Kota Bogor masuk dalam kategori zona berbahaya penularan Covid-19.

Bima menilai, naiknya angka kasus positif covid-19 dalam dua pekan terakhir terjadi karena beberapa hal, yakni mitigasi infeksi dan tes swab masif yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

&quot;Dari data swab positif, kita mendapatkan beberapa data dari seluruh kasus positif yang ada, 49 persen itu berasal dari penelusuran, tracing. Jadi penelusuran orang yang positif ada 49 persen,&quot; ujar Bima.


Kemudian, dari orang bergejala didapati jumlah sebesar 24 persen, tes swab masif di tempat umum, perkantoran, pasar, dan lainnya 18 persen. Terakhir, berasal dari screening luar kota sebesar 7 persen.

&quot;Jadi kami simpulkan bahwa testing dan tracing yang gencar menyebabkan lonjakan positif,&quot; ucapnya.

Dari keseluruhan kasus positif, jumlah tertinggi masih diduduki klaster keluarga. Diketahui, saat ini ada 45 klaster keluarga di Kota Bogor dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 189 orang.

Baca Juga : 11 Karyawan Telkom di Bogor Positif Covid-19

&quot;Data menunjukkan dari yang positif dan lansia dengan mobilitas tinggi itu terpapar. Jadi kami imbau lansia dan anak di bawah umur tidak keluar rumah. Klaster rumah tangga di peringkat pertama,&quot; tutur Bima.

Baca Juga : Bogor Zona Merah Covid-19, Pemkot Terapkan Jam Malam
</description><content:encoded>BOGOR &amp;ndash; Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut ada sebanyak 49 kelurahan di wilayahnya masuk kategori zona merah penularan Covid-19. Terbanyak, berada di Kecamatan Bogor Barat.

&quot;Ada 49 kelurahan zona merah dari 68 kelurahan atau sebesar 72,05 persen Kecamatan Bogor Barat paling tinggi dan Kecamatan Bogor Timur paling rendah,&quot; kata Bima, kepada wartawan Jumat (28/8/2020).

Kemudian, terdapat pula sebanyak 104 RW dari 797 RW atau 72,05 persen di Kota Bogor masuk dalam kategori zona berbahaya penularan Covid-19.

Bima menilai, naiknya angka kasus positif covid-19 dalam dua pekan terakhir terjadi karena beberapa hal, yakni mitigasi infeksi dan tes swab masif yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

&quot;Dari data swab positif, kita mendapatkan beberapa data dari seluruh kasus positif yang ada, 49 persen itu berasal dari penelusuran, tracing. Jadi penelusuran orang yang positif ada 49 persen,&quot; ujar Bima.


Kemudian, dari orang bergejala didapati jumlah sebesar 24 persen, tes swab masif di tempat umum, perkantoran, pasar, dan lainnya 18 persen. Terakhir, berasal dari screening luar kota sebesar 7 persen.

&quot;Jadi kami simpulkan bahwa testing dan tracing yang gencar menyebabkan lonjakan positif,&quot; ucapnya.

Dari keseluruhan kasus positif, jumlah tertinggi masih diduduki klaster keluarga. Diketahui, saat ini ada 45 klaster keluarga di Kota Bogor dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 189 orang.

Baca Juga : 11 Karyawan Telkom di Bogor Positif Covid-19

&quot;Data menunjukkan dari yang positif dan lansia dengan mobilitas tinggi itu terpapar. Jadi kami imbau lansia dan anak di bawah umur tidak keluar rumah. Klaster rumah tangga di peringkat pertama,&quot; tutur Bima.

Baca Juga : Bogor Zona Merah Covid-19, Pemkot Terapkan Jam Malam
</content:encoded></item></channel></rss>
