<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Kesehatan: Kebijakan Pembukaan Bioskop &amp; KKP Tidak Tepat! </title><description>Menurut dia, pelonggaran di dua sektor tersebut akan berdampak semakin tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat"/><item><title>Pakar Kesehatan: Kebijakan Pembukaan Bioskop &amp; KKP Tidak Tepat! </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2020 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat-kpYJFR0kHL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/30/338/2269643/pakar-kesehatan-kebijakan-pembukaan-bioskop-kkp-tidak-tepat-kpYJFR0kHL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyesalkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membuka bioskop dan kawasan khusus pesepeda (KKP) di tengah melonjaknya kasus Covid-19.
Menurut dia, pelonggaran di dua sektor tersebut akan berdampak semakin tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Apalagi, positivity rate di DKI Jakarta cukup tinggi di angka 10%.
&quot;Ya itu (kebijakan pembukaan bioskop dan KKP) juga tidak tepat dan hanya membuat lonjakan kasus signifikan bila dibuka,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Minggu (29/8/2020).
Baca Juga:10 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Kembali Dibuka Pagi Ini
Hermawan menerangkan, Pemprov DKI seharusnya mengambil keputusan emergency break atau kebijakan darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). &quot;Ya kalau tujuannya memutus kasus dan mengendalikan virus harus PSBB secara serentak,&quot; tuturnya.
Ia pun mengingatkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta maupun di Indonesia belum berada di puncak. Kenaikan kasus, lanjut dia, karena semakin meningkatkan kapasitas tes Covid-19.
&quot;Kasus kenaikan ini belum berada di puncaknya, semakin naik karena kapasitas pemeriksaan juga naik. Di lapangan potensi kasus jauh lebih besar seiring dengan pembukaan semua sektor kehidupan,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNi8xLzEyMjMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyesalkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membuka bioskop dan kawasan khusus pesepeda (KKP) di tengah melonjaknya kasus Covid-19.
Menurut dia, pelonggaran di dua sektor tersebut akan berdampak semakin tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Apalagi, positivity rate di DKI Jakarta cukup tinggi di angka 10%.
&quot;Ya itu (kebijakan pembukaan bioskop dan KKP) juga tidak tepat dan hanya membuat lonjakan kasus signifikan bila dibuka,&quot; kata Hermawan kepada Okezone, Minggu (29/8/2020).
Baca Juga:10 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Kembali Dibuka Pagi Ini
Hermawan menerangkan, Pemprov DKI seharusnya mengambil keputusan emergency break atau kebijakan darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). &quot;Ya kalau tujuannya memutus kasus dan mengendalikan virus harus PSBB secara serentak,&quot; tuturnya.
Ia pun mengingatkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta maupun di Indonesia belum berada di puncak. Kenaikan kasus, lanjut dia, karena semakin meningkatkan kapasitas tes Covid-19.
&quot;Kasus kenaikan ini belum berada di puncaknya, semakin naik karena kapasitas pemeriksaan juga naik. Di lapangan potensi kasus jauh lebih besar seiring dengan pembukaan semua sektor kehidupan,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNi8xLzEyMjMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
