<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Airin Dirundung Sedih saat Ibunda dan Ajudannya Positif Covid-19</title><description>Airin Rachmi Diany, mengungkap cerita dan pengalamannya manakala virus Covid-19 menyerang orang-orang di dekatnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19"/><item><title>Cerita Airin Dirundung Sedih saat Ibunda dan Ajudannya Positif Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2020 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19-tcGB8Pu2CC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone/Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/30/338/2269791/cerita-airin-dirundung-sedih-saat-ibunda-dan-ajudannya-positif-covid-19-tcGB8Pu2CC.jpg</image><title>Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone/Hambali)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengungkap cerita dan pengalamannya manakala virus Covid-19 menyerang orang-orang di dekatnya, seperti ajudan hingga sang ibunda.

Itu sebabnya, menurut Airin, dia dan ajaran tak pernah bosan mengingatkan untuk menaati protokol Covid di berbagai kegiatan. Di sisi lain, Airin pun telah menyiapkan kebijakan di tingkat hulu dan hilir. Sehingga, penyebaran virus bisa ditekan semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dihadapan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, Minggu (30/8/2020). Kehadiran Menristek dalam rangka Program Swab Test dan penyerahan Mobile Lab BSL-2.

Pada kesempatan itu juga, Airin bercerita tentang bagaimana pengalamannya berinteraksi dengan orang-orang yang terkonfirmasi Covid. Misalnya saja dengan ajudan yang hampir tiap hari mendampingi, bahkan ibunya sendiri yang setiap saat intens berkumpul.

&quot;Belajar pengalaman, ajudan saya positif, ibu saya positif, tapi Alhamdulillah ternyata di keluarga saya yang lain tidak. Padahal kami berinteraksi secara langsung,&quot; ungkap Airin di hadapan Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro, Serpong, Minggu (30/8/2020).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Penyataan Airin itu sempat menarik perhatian serius Menristek dan tamu penting lainnya. Terlebih posisi Menristek memang tepat duduk berdampingan di bagian depan, walaupun tetap dalam jarak aman. Kecemasan pun sempat terlihat, karena bisa saja paparan Covid menular ke siapapun meski tanpa gejala.

Sambutan itu terus berlanjut, Airin lantas menekankan kunci kedisiplinan dalam menghadapi Covid. Misalnya soal kepatuhan menerapkan protokol dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, mengonsumsi makanan bergizi hingga memerkuat imun tubuh.

&quot;Terpenting adalah kita menjaga protokol Covid-19,&quot; imbuhnya.

Disampaikan Airin, semua pihak harus beriringan menghadapi penyebaran  virus Covid. Di hilir pemerintah berkewajiban memastikan sarana dan  prasarana terpenuhi. Sedangkan di hulu, adalah bagaimana membuat  masyarakat berdisiplin. Selanjutnya, Airin pun memberi penegasan bahwa  dia sudah uji Swab dengan hasil negatif.

&quot;Rasanya kita bisa beriringan antara sehat dan ekonomi. Saya meyakini  itu semua karena belajar dari pengalaman saya yang berinteraksi  langsung dengan keluarga saya yang telah positif, dengan masyarakat yang  pernah positif. Alhamdulilah, tenang Pak Menteri, saya sudah di Swab  negatif kok pak,&quot; ujarnya.

Pada kegiatan itu, Menteri Bambang  sempat menanggapi permintaan  Airin yang menginginkan keberadaan Mobile Lab siaga selamanya di Kota  Tangsel. Menurut dia, permintaan tersebut harus dikomunikasikan dengan  yayasan BUMN selaku pemilik Mobile Lab.

&quot;Yang penting adalah Bu Wali Kota bisa kasih tahu ke yayasan BUMN,  karena mobile lab ini sudah jadi, dalam tanda petik miliknya BUMN. Yang  penting penempatannya, karena ini mobile, tentunya penempatan sesuai  prioritas dan sesuai kebutuhan BUMN,&quot; ucap Bambang.
</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengungkap cerita dan pengalamannya manakala virus Covid-19 menyerang orang-orang di dekatnya, seperti ajudan hingga sang ibunda.

Itu sebabnya, menurut Airin, dia dan ajaran tak pernah bosan mengingatkan untuk menaati protokol Covid di berbagai kegiatan. Di sisi lain, Airin pun telah menyiapkan kebijakan di tingkat hulu dan hilir. Sehingga, penyebaran virus bisa ditekan semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dihadapan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, Minggu (30/8/2020). Kehadiran Menristek dalam rangka Program Swab Test dan penyerahan Mobile Lab BSL-2.

Pada kesempatan itu juga, Airin bercerita tentang bagaimana pengalamannya berinteraksi dengan orang-orang yang terkonfirmasi Covid. Misalnya saja dengan ajudan yang hampir tiap hari mendampingi, bahkan ibunya sendiri yang setiap saat intens berkumpul.

&quot;Belajar pengalaman, ajudan saya positif, ibu saya positif, tapi Alhamdulillah ternyata di keluarga saya yang lain tidak. Padahal kami berinteraksi secara langsung,&quot; ungkap Airin di hadapan Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro, Serpong, Minggu (30/8/2020).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Penyataan Airin itu sempat menarik perhatian serius Menristek dan tamu penting lainnya. Terlebih posisi Menristek memang tepat duduk berdampingan di bagian depan, walaupun tetap dalam jarak aman. Kecemasan pun sempat terlihat, karena bisa saja paparan Covid menular ke siapapun meski tanpa gejala.

Sambutan itu terus berlanjut, Airin lantas menekankan kunci kedisiplinan dalam menghadapi Covid. Misalnya soal kepatuhan menerapkan protokol dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, mengonsumsi makanan bergizi hingga memerkuat imun tubuh.

&quot;Terpenting adalah kita menjaga protokol Covid-19,&quot; imbuhnya.

Disampaikan Airin, semua pihak harus beriringan menghadapi penyebaran  virus Covid. Di hilir pemerintah berkewajiban memastikan sarana dan  prasarana terpenuhi. Sedangkan di hulu, adalah bagaimana membuat  masyarakat berdisiplin. Selanjutnya, Airin pun memberi penegasan bahwa  dia sudah uji Swab dengan hasil negatif.

&quot;Rasanya kita bisa beriringan antara sehat dan ekonomi. Saya meyakini  itu semua karena belajar dari pengalaman saya yang berinteraksi  langsung dengan keluarga saya yang telah positif, dengan masyarakat yang  pernah positif. Alhamdulilah, tenang Pak Menteri, saya sudah di Swab  negatif kok pak,&quot; ujarnya.

Pada kegiatan itu, Menteri Bambang  sempat menanggapi permintaan  Airin yang menginginkan keberadaan Mobile Lab siaga selamanya di Kota  Tangsel. Menurut dia, permintaan tersebut harus dikomunikasikan dengan  yayasan BUMN selaku pemilik Mobile Lab.

&quot;Yang penting adalah Bu Wali Kota bisa kasih tahu ke yayasan BUMN,  karena mobile lab ini sudah jadi, dalam tanda petik miliknya BUMN. Yang  penting penempatannya, karena ini mobile, tentunya penempatan sesuai  prioritas dan sesuai kebutuhan BUMN,&quot; ucap Bambang.
</content:encoded></item></channel></rss>
