<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>31 Kandidat Vaksin Covid-19 Masuk Uji Klinis</title><description>Sementara terkait pengembangan vaksin, berdasarkan data 25 Agustus 2020, ada 31 kandidat vaksin yang masuk tahap uji klinik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis"/><item><title>31 Kandidat Vaksin Covid-19 Masuk Uji Klinis</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2020 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis-kKtqigcPr8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/31/337/2270312/31-kandidat-vaksin-covid-19-masuk-uji-klinis-kKtqigcPr8.jpg</image><title>ilustrasi: shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa saat ini belum ada obat maupun vaksin yang definitive digunakan untuk penanggulangan maupun pencegahan Covid-19.
Deputi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif BPOM Rita Endang menjelaskan, semuanya baru masuk tahap penelitian dan pengembangan, termasuk 31 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang dalam tahap uji klinis di Indonesia.
(Baca juga: Berita Baik! BPOM Beberkan Tahapan Pengembangan Obat Covid-19 dan Izin Edar)
&amp;ldquo;Saat ini belum ada baik obat maupun vaksin yang definitif sebagai penanggulangan maupun pencegahan Covid-19, yang ada masih obat uji. Kita berlomba untuk melakukan penelitian pengembangan, dan BPOM mendukung penelitian yang dilakukan peneliti maupun industri, akademisi,&amp;rdquo; ujar Rita Endang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR terkait Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020).
Lebih lanjut dia mengatakan, penelitian obat dan vaksin di Indonesia leading sector-nya adalah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui konsorsium riset dan inovasi.
Serta mengamati penelitian global dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, negara-negara maju. &amp;ldquo;Kita mengacu untuk memperoleh informasi tepat terkait Covid-19,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sementara terkait pengembangan vaksin, berdasarkan data 25 Agustus 2020, ada 31 kandidat vaksin Covid-19 yang masuk tahap uji klinik. Untuk di Indonesia, BPOM mendampingi 3 vaksin yakni, kerja sama Bio Farma dengan Sinovac Biotech, China dan Kimia Farma dengan G-42, Uni Emirat Arab (UEA). Kedua produsen ini menggunakan platform inactivated virus. Serta, vaksin kerja sama Kalbe Farma dengan Geneksin yang menggunakan platform DNA.&amp;ldquo;Ketiga vaksin yang sedang dikawal BPOM. Ada 142 masih tahap preclinic dengan binatang percobaan,&amp;rdquo; terang Rita.
Sedangkan vaksin Merah Putih kebanggaan Indonesia, sambung Rita, BPOM sangat mendukung pelaksanaan pengembangan vaksin Merah Putih ini, bersama-sama dengan konsorsium riset dan inovasi yang mana, BPOM terlibat di dalamnya.
&amp;ldquo;Dari hulu, kami bersama-sama Eijkman, Menristek BRIN, identfikasi antigen, pembuatan sit-virus Indonesia, prototipe vaksin, dan ditargetkan selesai 2021,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa saat ini belum ada obat maupun vaksin yang definitive digunakan untuk penanggulangan maupun pencegahan Covid-19.
Deputi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif BPOM Rita Endang menjelaskan, semuanya baru masuk tahap penelitian dan pengembangan, termasuk 31 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang dalam tahap uji klinis di Indonesia.
(Baca juga: Berita Baik! BPOM Beberkan Tahapan Pengembangan Obat Covid-19 dan Izin Edar)
&amp;ldquo;Saat ini belum ada baik obat maupun vaksin yang definitif sebagai penanggulangan maupun pencegahan Covid-19, yang ada masih obat uji. Kita berlomba untuk melakukan penelitian pengembangan, dan BPOM mendukung penelitian yang dilakukan peneliti maupun industri, akademisi,&amp;rdquo; ujar Rita Endang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR terkait Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020).
Lebih lanjut dia mengatakan, penelitian obat dan vaksin di Indonesia leading sector-nya adalah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui konsorsium riset dan inovasi.
Serta mengamati penelitian global dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, negara-negara maju. &amp;ldquo;Kita mengacu untuk memperoleh informasi tepat terkait Covid-19,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sementara terkait pengembangan vaksin, berdasarkan data 25 Agustus 2020, ada 31 kandidat vaksin Covid-19 yang masuk tahap uji klinik. Untuk di Indonesia, BPOM mendampingi 3 vaksin yakni, kerja sama Bio Farma dengan Sinovac Biotech, China dan Kimia Farma dengan G-42, Uni Emirat Arab (UEA). Kedua produsen ini menggunakan platform inactivated virus. Serta, vaksin kerja sama Kalbe Farma dengan Geneksin yang menggunakan platform DNA.&amp;ldquo;Ketiga vaksin yang sedang dikawal BPOM. Ada 142 masih tahap preclinic dengan binatang percobaan,&amp;rdquo; terang Rita.
Sedangkan vaksin Merah Putih kebanggaan Indonesia, sambung Rita, BPOM sangat mendukung pelaksanaan pengembangan vaksin Merah Putih ini, bersama-sama dengan konsorsium riset dan inovasi yang mana, BPOM terlibat di dalamnya.
&amp;ldquo;Dari hulu, kami bersama-sama Eijkman, Menristek BRIN, identfikasi antigen, pembuatan sit-virus Indonesia, prototipe vaksin, dan ditargetkan selesai 2021,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
