<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hong Kong Mulai Pengujian Massal Covid-19 bagi 7,5 Juta Penduduknya </title><description>Pengujian dilangsungkan di tenagh kritik dari aktivis dan serikat pekerja kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya"/><item><title>Hong Kong Mulai Pengujian Massal Covid-19 bagi 7,5 Juta Penduduknya </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya-7WBtMkglSA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/18/2271046/hong-kong-mulai-pengujian-massal-covid-19-bagi-7-5-juta-penduduknya-7WBtMkglSA.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>HONG KONG - Hong Kong telah memulai program pengujian Covid-19 massal sukarela gratis bagi 7,5 juta warganya dengan bantuan staf medis dari China. Pengujian ini digelar meski ada kritik bahwa langkah itu tidak efektif dan dapat disalahgunakan untuk pengawasan oleh Beijing.
Salah satu serikat pekerja kesehatan Hong Kong mengkritik langkah pengujian massal itu sebagai sebuah pemborosan sumber daya yang tidak efisien. Para aktivis mengatakan sumber daya itu dapat digunakan untuk mengumpulkan sampel DNA.
BACA JUGA: China Kirim Tim Medis Penguji Covid-19 ke Hong Kong
Pemimpin serikat pekerja Winnie Yu telah meminta orang-orang untuk tidak berpartisipasi dan mengatakan kepada wartawan bahwa pengujian besar-besaran pada dasarnya dilakukan untuk menyenangkan Beijing.
&quot;Mereka akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menyenangkan pemerintah pusat China, bahkan jika itu berarti menempatkan politik di atas segalanya,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC.
Beberapa aktivis telah menyuarakan kekhawatiran bahwa sampel tersebut dapat digunakan untuk mengambil data pribadi dan DNA penduduk.
BACA JUGA: Tes Covid-19 Sasar Hampir 10 Juta Penduduk Wuhan, Ini Hasilnya
Aktivis pro-demokrasi terkemuka Joshua Wong juga mendesak orang-orang untuk memboikot pengujian sukarela tersebut. Dia mengatakan pengujian itu &quot;memicu lebih banyak kekhawatiran bahwa rencana itu adalah pengumpulan DNA skala besar&quot;, menciptakan cara untuk &quot;rezim pengawasan gaya China&quot;.
Pihak berwenang telah menepis kritik tersebut sebagai kampanye kotor.
Hong Kong sejauh ini berhasil menjaga virus pada tingkat yang relatif rendah dengan hanya di bawah 5.000 infeksi yang dikonfirmasi. Tetapi, ada kekhawatiran bahwa beberapa gelombang yang lebih kecil dapat menyebabkan wabah yang lebih besar yang kemudian bisa lepas kendali.

Pihak berwenang berharap upaya pengujian universal akan memberikan  gambaran akurat tentang penyebaran dan membantu mengatasi pandemi.
Pengujian berlangsung pada Selasa (1/9/2020) dengan lebih dari  setengah juta penduduk sejauh ini telah mendaftar. Hong Kong memiliki  populasi sekitar 7,5 juta.
Petugas kesehatan mengambil sampel di lebih dari 140 pusat pengumpulan di seluruh kota.
China sebelumnya telah menguji seluruh populasi Wuhan, kota yang mengalami wabah pertama dan terburuk di negara itu.</description><content:encoded>HONG KONG - Hong Kong telah memulai program pengujian Covid-19 massal sukarela gratis bagi 7,5 juta warganya dengan bantuan staf medis dari China. Pengujian ini digelar meski ada kritik bahwa langkah itu tidak efektif dan dapat disalahgunakan untuk pengawasan oleh Beijing.
Salah satu serikat pekerja kesehatan Hong Kong mengkritik langkah pengujian massal itu sebagai sebuah pemborosan sumber daya yang tidak efisien. Para aktivis mengatakan sumber daya itu dapat digunakan untuk mengumpulkan sampel DNA.
BACA JUGA: China Kirim Tim Medis Penguji Covid-19 ke Hong Kong
Pemimpin serikat pekerja Winnie Yu telah meminta orang-orang untuk tidak berpartisipasi dan mengatakan kepada wartawan bahwa pengujian besar-besaran pada dasarnya dilakukan untuk menyenangkan Beijing.
&quot;Mereka akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menyenangkan pemerintah pusat China, bahkan jika itu berarti menempatkan politik di atas segalanya,&quot; katanya sebagaimana dilansir BBC.
Beberapa aktivis telah menyuarakan kekhawatiran bahwa sampel tersebut dapat digunakan untuk mengambil data pribadi dan DNA penduduk.
BACA JUGA: Tes Covid-19 Sasar Hampir 10 Juta Penduduk Wuhan, Ini Hasilnya
Aktivis pro-demokrasi terkemuka Joshua Wong juga mendesak orang-orang untuk memboikot pengujian sukarela tersebut. Dia mengatakan pengujian itu &quot;memicu lebih banyak kekhawatiran bahwa rencana itu adalah pengumpulan DNA skala besar&quot;, menciptakan cara untuk &quot;rezim pengawasan gaya China&quot;.
Pihak berwenang telah menepis kritik tersebut sebagai kampanye kotor.
Hong Kong sejauh ini berhasil menjaga virus pada tingkat yang relatif rendah dengan hanya di bawah 5.000 infeksi yang dikonfirmasi. Tetapi, ada kekhawatiran bahwa beberapa gelombang yang lebih kecil dapat menyebabkan wabah yang lebih besar yang kemudian bisa lepas kendali.

Pihak berwenang berharap upaya pengujian universal akan memberikan  gambaran akurat tentang penyebaran dan membantu mengatasi pandemi.
Pengujian berlangsung pada Selasa (1/9/2020) dengan lebih dari  setengah juta penduduk sejauh ini telah mendaftar. Hong Kong memiliki  populasi sekitar 7,5 juta.
Petugas kesehatan mengambil sampel di lebih dari 140 pusat pengumpulan di seluruh kota.
China sebelumnya telah menguji seluruh populasi Wuhan, kota yang mengalami wabah pertama dan terburuk di negara itu.</content:encoded></item></channel></rss>
