<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 100 Dokter Gugur, Tenaga Kesehatan Dinilai Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19   </title><description>Memperkirakan bahwa tenaga kesehatan sudah mulai kewalahan menghadapi peningkatan jumlah pasien yang terjangkit Covid-19.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19"/><item><title> 100 Dokter Gugur, Tenaga Kesehatan Dinilai Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19-JbvKioKHZt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2270551/100-dokter-gugur-tenaga-kesehatan-dinilai-mulai-kewalahan-tangani-pasien-covid-19-JbvKioKHZt.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zaenal Abidin memperkirakan bahwa tenaga kesehatan sudah mulai kewalahan menghadapi peningkatan jumlah pasien yang terjangkit Covid-19.

Mantan Ketua IDI menilai, bahwa IDI menyampaikan adanya 100 dokternya yang telah gugur selama pandemi Covid-19 karena sudah sangat kewalahan lantaran pasien Covid-19 setiap harinya semakin banyak.

&quot;Sepertinya tenaga kesehatan sudah sangat kewalahan. Sementara pasien makin lama makin banyak,&quot; kata Zaenal saat dihubungi Okezone, Selasa (1/9/2020).
&amp;nbsp;
Zaenal pun mengajak agar masyarakat  terus menaati protokol kesehatan agar mencegah semakin banyaknya tenaga kesehatan yang gugur setelah terpapar Covid-19.

&quot;Agar tidak makin banyak dokter berguguran sebaiknya kembali perketat protokol kesehatan,&quot; ujarnya.

Ia berharap, pasien Covid-19 tidak semakin banyak yang menumpuk di rumah sakit. Pasalnya, pasien tersebut  akan memperberat beban para dokter yang menjadi benteng terakhir dalam perang melawan corona.

&quot;Jangan sampai rumah sakit penuh pasien Covid-19. Akibatnya bila ada yang sakit tidak bisa dirawat di rumah sakit. Masuk rumah sakit juga berarti makin berat beban kerja dokter,&quot; ujarnya.

Zaenal menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bila ingin menambah protokol kesehatan kepada tenaga medis guna mencegah terpapar corona.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, ia menyoroti rumah sakit yang diperkirakannya semakin kewalahan dalam menghadapi pasien Covid-19 setelah pemerintah melonggarkan berbagai sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Yang saya kurang tahu seperti apa kesiapan setiap rumah sakit untuk merawat pasien Covid. Sebab sekarang ini hampir semua telah merawat,&quot; tandasnya.

Sebelumnya, PB IDI mengonfirmasi 100 dokter yang telah meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19) hingga Minggu 30 Agustus 2020.

Pejabat Humas PB IDI, Abdul Halik Malik, mengajak masyarakat turut mendoakan ke-100 dokter yang telah gugur tersebut.

&quot;IDI mencatat dokter yang meninggal dunia dengan Covid-19 sudah genap 100 orang. Mari mendoakan tempat kembali yang terbaik bagi almarhum dan almarhumah serta ketabahan kepada keluarga dan kita semua yang ditinggalkan,&quot; tuturnya.

Dia berharap seluruh masyarakat dapat diberi kekuatan hingga keselamatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

&quot;Sekaligus mendoakan agar kita semua diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menghadapi pandemi corona ini,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zaenal Abidin memperkirakan bahwa tenaga kesehatan sudah mulai kewalahan menghadapi peningkatan jumlah pasien yang terjangkit Covid-19.

Mantan Ketua IDI menilai, bahwa IDI menyampaikan adanya 100 dokternya yang telah gugur selama pandemi Covid-19 karena sudah sangat kewalahan lantaran pasien Covid-19 setiap harinya semakin banyak.

&quot;Sepertinya tenaga kesehatan sudah sangat kewalahan. Sementara pasien makin lama makin banyak,&quot; kata Zaenal saat dihubungi Okezone, Selasa (1/9/2020).
&amp;nbsp;
Zaenal pun mengajak agar masyarakat  terus menaati protokol kesehatan agar mencegah semakin banyaknya tenaga kesehatan yang gugur setelah terpapar Covid-19.

&quot;Agar tidak makin banyak dokter berguguran sebaiknya kembali perketat protokol kesehatan,&quot; ujarnya.

Ia berharap, pasien Covid-19 tidak semakin banyak yang menumpuk di rumah sakit. Pasalnya, pasien tersebut  akan memperberat beban para dokter yang menjadi benteng terakhir dalam perang melawan corona.

&quot;Jangan sampai rumah sakit penuh pasien Covid-19. Akibatnya bila ada yang sakit tidak bisa dirawat di rumah sakit. Masuk rumah sakit juga berarti makin berat beban kerja dokter,&quot; ujarnya.

Zaenal menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bila ingin menambah protokol kesehatan kepada tenaga medis guna mencegah terpapar corona.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yMi8xLzEyMTgzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, ia menyoroti rumah sakit yang diperkirakannya semakin kewalahan dalam menghadapi pasien Covid-19 setelah pemerintah melonggarkan berbagai sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Yang saya kurang tahu seperti apa kesiapan setiap rumah sakit untuk merawat pasien Covid. Sebab sekarang ini hampir semua telah merawat,&quot; tandasnya.

Sebelumnya, PB IDI mengonfirmasi 100 dokter yang telah meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19) hingga Minggu 30 Agustus 2020.

Pejabat Humas PB IDI, Abdul Halik Malik, mengajak masyarakat turut mendoakan ke-100 dokter yang telah gugur tersebut.

&quot;IDI mencatat dokter yang meninggal dunia dengan Covid-19 sudah genap 100 orang. Mari mendoakan tempat kembali yang terbaik bagi almarhum dan almarhumah serta ketabahan kepada keluarga dan kita semua yang ditinggalkan,&quot; tuturnya.

Dia berharap seluruh masyarakat dapat diberi kekuatan hingga keselamatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

&quot;Sekaligus mendoakan agar kita semua diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menghadapi pandemi corona ini,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
