<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>100 Dokter Gugur, Komisi IX DPR : Kerugian SDM Besar untuk Indonesia</title><description>Nabil Haroen menilai, gugurnya 100 dokter selama pandemi Covid-19 menyebabkan kerugian SDM besar bagi Indonesia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia"/><item><title>100 Dokter Gugur, Komisi IX DPR : Kerugian SDM Besar untuk Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia-Hbht9jb9ir.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2270599/100-dokter-gugur-komisi-ix-dpr-kerugian-sdm-besar-untuk-indonesia-Hbht9jb9ir.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen, menilai gugurnya dokter yang berjuang menangani pasien virus corona (Covid-19) merupakan kerugian sumber daya manusia (SDM) yang besar bagi Indonesia.
Diketahui, PB IDI melaporkan, sebanyak 100 dokter meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19), hingga Senin (31/8/2020).
Nabil Haroen mengatakan dirinya sedih atas gugurnya dokter dan tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan, kematian memang takdir Allah, tapi manusia juga bisa berusaha mengurangi risiko sakit dengan pencegahan.
&quot;Sebenarnya itu yang sangat penting. Para dokter yang berjuang dokter di garda depan itulah yang harus kita dukung, kita apresiasi dengan penghargaan, sekaligus mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 agar korban yang dirujuk ke rumah sakit bisa dikurangi,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2020).
Ia menilai, gugurnya dokter tidak hanya menyebabkan untuk keluarga yang ditinggalkan. Gugurnya dokter tersebut juga menjadi kerugian besar bagi negara.
&quot;Meninggalnya dokter tidak hanya membawa kabar sedih bagi keluarga, bagi kita semua, tapi juga kerugian SDM besar bagi Indonesia,&quot; ujarnya.



Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengungkapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seharusnya mengevaluasi komunikasi publiknya agar tidak mengecewakan para dokter.
&quot;Ini para dokter sudah bekerja keras, dengan protokol medis yang ketat,&quot; ujarnya.
Nabil mengatakan, semestinya Kemenkes sejak awal membangun sitem mengenai pencegahan dan kondisi darurat guna mencegah jatuhnya korban.

Baca Juga : 100 Dokter Gugur, Tenaga Kesehatan Dinilai Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

&quot;Terutama, dengan antisipasi alat pelindung diri, sistem pencegahan virus, dan alat-alat medis yang memadai,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Epidemiolog Khawatirkan Pandemi Covid-19 seperti Fenomena Gelombang Kedua Flu Spanyol

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen, menilai gugurnya dokter yang berjuang menangani pasien virus corona (Covid-19) merupakan kerugian sumber daya manusia (SDM) yang besar bagi Indonesia.
Diketahui, PB IDI melaporkan, sebanyak 100 dokter meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19), hingga Senin (31/8/2020).
Nabil Haroen mengatakan dirinya sedih atas gugurnya dokter dan tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan, kematian memang takdir Allah, tapi manusia juga bisa berusaha mengurangi risiko sakit dengan pencegahan.
&quot;Sebenarnya itu yang sangat penting. Para dokter yang berjuang dokter di garda depan itulah yang harus kita dukung, kita apresiasi dengan penghargaan, sekaligus mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 agar korban yang dirujuk ke rumah sakit bisa dikurangi,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2020).
Ia menilai, gugurnya dokter tidak hanya menyebabkan untuk keluarga yang ditinggalkan. Gugurnya dokter tersebut juga menjadi kerugian besar bagi negara.
&quot;Meninggalnya dokter tidak hanya membawa kabar sedih bagi keluarga, bagi kita semua, tapi juga kerugian SDM besar bagi Indonesia,&quot; ujarnya.



Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengungkapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seharusnya mengevaluasi komunikasi publiknya agar tidak mengecewakan para dokter.
&quot;Ini para dokter sudah bekerja keras, dengan protokol medis yang ketat,&quot; ujarnya.
Nabil mengatakan, semestinya Kemenkes sejak awal membangun sitem mengenai pencegahan dan kondisi darurat guna mencegah jatuhnya korban.

Baca Juga : 100 Dokter Gugur, Tenaga Kesehatan Dinilai Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

&quot;Terutama, dengan antisipasi alat pelindung diri, sistem pencegahan virus, dan alat-alat medis yang memadai,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Epidemiolog Khawatirkan Pandemi Covid-19 seperti Fenomena Gelombang Kedua Flu Spanyol

</content:encoded></item></channel></rss>
