<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPOM Sebut Kandidat Vaksin Covid-19 Asal UEA Telah Bersertifikat Halal</title><description>Kepala BPOM Penny Lukito melakukan kunjungan langsung ke Uni Emirat Arab.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal"/><item><title>BPOM Sebut Kandidat Vaksin Covid-19 Asal UEA Telah Bersertifikat Halal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal-VNslCddjVB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPOM Penny Lukito (Foto: Tangkapan layar Youtube BPOM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/337/2271066/bpom-sebut-kandidat-vaksin-covid-19-asal-uea-telah-bersertifikat-halal-VNslCddjVB.jpg</image><title>Kepala BPOM Penny Lukito (Foto: Tangkapan layar Youtube BPOM)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, telah melakukan kunjungan langsung ke Uni Emirat Arab (UEA) menyusul kesepakatan pemerintah Indonesia dengan UEA melalui G42 yang bekerjasama dengan Perusahaan Sinofarm bersama Kimia Farma. Kunjungan ini untuk mendapatkan data dan informasi lebih detail.
&amp;ldquo;Sehingga Badan POM dapat lebih efektif dalam memberikan dukungan langkah regulatory untuk mempercepat akses vaksin Covid-19 ini di Indonesia. Dan juga tentunya salah satunya dalam rangka percepatan tersebut adalah untuk mendapatkan informasi dikaitkan dengan pelaksanaan uji klinik fase III yang sedang dilakukan di Uni Emirat Arab,&amp;rdquo; katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ini Lima Daerah dengan Tingkat Kesembuhan Covid Tertinggi dan Terendah
Dia mengatakan, dari kunjungan tersebut diperoleh informasi bahwa kandidat vaksin ini telah  mendapatkan izin emergency use authorisation dari regulator pengawas obat di China. Kemudian , sejak Juli 2020 sudah mendapatkan izin penggunaan emergency dari National Medicine Product Administration berdasarkan hasil uji klinik fase 1 dan 2.

&amp;ldquo;Dan telah mendapatkan sertifikat halal. Diharapkan Uni Emirat Arab akan memberikan juga izin emergency use  authorisation pada 2 bulan ke depan sekitar bulan Oktober pada in term analisis dari hasil uji klinis ini,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Jugab:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam Seminggu Kasus Positif Covid-19 Secara Nasional Naik 32,9 Persen</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, telah melakukan kunjungan langsung ke Uni Emirat Arab (UEA) menyusul kesepakatan pemerintah Indonesia dengan UEA melalui G42 yang bekerjasama dengan Perusahaan Sinofarm bersama Kimia Farma. Kunjungan ini untuk mendapatkan data dan informasi lebih detail.
&amp;ldquo;Sehingga Badan POM dapat lebih efektif dalam memberikan dukungan langkah regulatory untuk mempercepat akses vaksin Covid-19 ini di Indonesia. Dan juga tentunya salah satunya dalam rangka percepatan tersebut adalah untuk mendapatkan informasi dikaitkan dengan pelaksanaan uji klinik fase III yang sedang dilakukan di Uni Emirat Arab,&amp;rdquo; katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ini Lima Daerah dengan Tingkat Kesembuhan Covid Tertinggi dan Terendah
Dia mengatakan, dari kunjungan tersebut diperoleh informasi bahwa kandidat vaksin ini telah  mendapatkan izin emergency use authorisation dari regulator pengawas obat di China. Kemudian , sejak Juli 2020 sudah mendapatkan izin penggunaan emergency dari National Medicine Product Administration berdasarkan hasil uji klinik fase 1 dan 2.

&amp;ldquo;Dan telah mendapatkan sertifikat halal. Diharapkan Uni Emirat Arab akan memberikan juga izin emergency use  authorisation pada 2 bulan ke depan sekitar bulan Oktober pada in term analisis dari hasil uji klinis ini,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Jugab:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam Seminggu Kasus Positif Covid-19 Secara Nasional Naik 32,9 Persen</content:encoded></item></channel></rss>
