<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Penyerangan Polsek Ciracas Dipersilakan Lapor ke Koramil</title><description>Sejauh ini, sudah ada 76 warga sipil yang terkena imbas kerusuhan di Polsek Ciracas dan sekitarnya, melapor ke posko pengaduan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil"/><item><title>Korban Penyerangan Polsek Ciracas Dipersilakan Lapor ke Koramil</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil</guid><pubDate>Rabu 02 September 2020 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil-aF1DcdpIL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman (Foto: Okto Rizki Alpino)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/02/338/2271425/korban-penyerangan-polsek-ciracas-dipersilakan-lapor-ke-koramil-aF1DcdpIL4.jpg</image><title>Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman (Foto: Okto Rizki Alpino)</title></images><description>JAKARTA - Panglima Kodam Jaya (Pangdam) Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mempersilakan korban kerusuhan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, dan sekitarnya untuk melapor ke posko pengaduan di Koramil 05/Kramat Jati. Posko pengaduan itu akan dibuka hingga tiga hari ke depan.

&quot;Ya, silakan bagi masyarakat yang terkena dampak dari kerusuhan itu kami tunggu di pos Koramil Kramat Jati sampai tiga hari ke depan ya. Silakan datang,&quot; kata Dudung di Koramil 05/Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Sejauh ini, sudah ada 76 warga sipil yang terkena imbas kerusuhan di Polsek Ciracas dan sekitarnya, melapor ke posko pengaduan. Mereka telah diberikan santunan sekaligus ganti rugi dari TNI AD.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;LPSK Akan Serahkan Bukti CCTV Penyerangan Polsek Ciracas ke POM TNI
Menurut Dudung, ganti rugi sementara dan santunan harus dilakukan dengan cepat kepada para korban. Apalagi, terhadap warga sipil yang terkena imbas kerusakan kios atau gerobak untuk berjualan di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Kita bergerak cepat bagaimana salah satu contohnya kaca gerobak, rumah makan yang kacanya sudah kita ganti karena mereka juga harus berjualan. Ini yang harus kita segera perbaiki, begitu juga dengan kondisi fisik masyarakat yang tidak mengerti apa-apa tapi juga kena pukul dan sebagainya,&quot; ucap Dudung.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8zMC8xLzEyMjM5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dudung mengatakan, korban yang mengalami luka akibat dipukul sudah dibawa untuk berobat. Sementara yang melakukan perawatan sendiri, kata Dudung, akan diganti biaya pengobatannya.

&quot;Kemudian, kalau motor kalau rusak di atas 60 persen, itu kita ganti total seperti semula, begitu juga dengan kaca, gerobak, dibuatkan gerobak baru, kasihan masyarakat yang tidak bersalah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8zMC8xLzEyMjM5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, dan sekitarnya sempat diserang oleh sejumlah oknum yang diduga anggota TNI beberapa waktu lalu. Sebanyak dua anggota Polri dan satu warga sipil yang menjadi korban penyerangan itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;2 Polisi Korban Penyerangan Polsek Ciracas Alami Luka Tusuk &amp;amp; Memar
Para oknum yang diduga anggota TNI itu nekat menyerang kantor polisi karena terprovokasi berita hoaks. Berita hoaks itu berawal dari seorang anggota TNI mengaku dikeroyok oleh orang tidak dikenal dan dia kemudian menginformasikan hal itu ke rekan-rekannya sesama anggota TNI.

Padahal, hasil penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan jika anggota TNI itu masuk ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan dikeroyok.

Atas insiden ini, pihak TNI AD sudah menyampaikan permohonan maafnya ke Polri maupun ke masyarakat atas aksi oknumnya. TNI juga bersikap tegas memproses bahkan memecat puluhan oknum TNI yang terlibat dalam insiden itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima Kodam Jaya (Pangdam) Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mempersilakan korban kerusuhan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, dan sekitarnya untuk melapor ke posko pengaduan di Koramil 05/Kramat Jati. Posko pengaduan itu akan dibuka hingga tiga hari ke depan.

&quot;Ya, silakan bagi masyarakat yang terkena dampak dari kerusuhan itu kami tunggu di pos Koramil Kramat Jati sampai tiga hari ke depan ya. Silakan datang,&quot; kata Dudung di Koramil 05/Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Sejauh ini, sudah ada 76 warga sipil yang terkena imbas kerusuhan di Polsek Ciracas dan sekitarnya, melapor ke posko pengaduan. Mereka telah diberikan santunan sekaligus ganti rugi dari TNI AD.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;LPSK Akan Serahkan Bukti CCTV Penyerangan Polsek Ciracas ke POM TNI
Menurut Dudung, ganti rugi sementara dan santunan harus dilakukan dengan cepat kepada para korban. Apalagi, terhadap warga sipil yang terkena imbas kerusakan kios atau gerobak untuk berjualan di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Kita bergerak cepat bagaimana salah satu contohnya kaca gerobak, rumah makan yang kacanya sudah kita ganti karena mereka juga harus berjualan. Ini yang harus kita segera perbaiki, begitu juga dengan kondisi fisik masyarakat yang tidak mengerti apa-apa tapi juga kena pukul dan sebagainya,&quot; ucap Dudung.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8zMC8xLzEyMjM5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dudung mengatakan, korban yang mengalami luka akibat dipukul sudah dibawa untuk berobat. Sementara yang melakukan perawatan sendiri, kata Dudung, akan diganti biaya pengobatannya.

&quot;Kemudian, kalau motor kalau rusak di atas 60 persen, itu kita ganti total seperti semula, begitu juga dengan kaca, gerobak, dibuatkan gerobak baru, kasihan masyarakat yang tidak bersalah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8zMC8xLzEyMjM5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, dan sekitarnya sempat diserang oleh sejumlah oknum yang diduga anggota TNI beberapa waktu lalu. Sebanyak dua anggota Polri dan satu warga sipil yang menjadi korban penyerangan itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;2 Polisi Korban Penyerangan Polsek Ciracas Alami Luka Tusuk &amp;amp; Memar
Para oknum yang diduga anggota TNI itu nekat menyerang kantor polisi karena terprovokasi berita hoaks. Berita hoaks itu berawal dari seorang anggota TNI mengaku dikeroyok oleh orang tidak dikenal dan dia kemudian menginformasikan hal itu ke rekan-rekannya sesama anggota TNI.

Padahal, hasil penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan jika anggota TNI itu masuk ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan dikeroyok.

Atas insiden ini, pihak TNI AD sudah menyampaikan permohonan maafnya ke Polri maupun ke masyarakat atas aksi oknumnya. TNI juga bersikap tegas memproses bahkan memecat puluhan oknum TNI yang terlibat dalam insiden itu.</content:encoded></item></channel></rss>
