<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Besok, Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Brigjen Prasetijo ke JPU   </title><description>Ferdy mengatakan, hingga saat ini kondisi BJPU dalam keadaan baik</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu"/><item><title>Besok, Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Brigjen Prasetijo ke JPU   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu</guid><pubDate>Kamis 03 September 2020 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu-44P1hcJMD8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim Polri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/03/337/2272028/besok-bareskrim-limpahkan-berkas-kasus-brigjen-prasetijo-ke-jpu-44P1hcJMD8.jpg</image><title>Bareskrim Polri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri berencana akan menyerahkan berkas perkara Brigjen Prasetijo Utomo (BJPU) dalam kasus pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyerahan berkas akan dilakukan Jumat 4 September 2020 besok.&amp;nbsp;
&quot;Besok rencana akan dilimpahkan ke JPU,&quot; kata Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo saat dihubungi iNews.id melalui pesan singkat, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditahan, Andi Irfan Jaya Jalani Isolasi Mandiri di Rutan KPK
Ferdy mengatakan, hingga saat ini kondisi BJPU dalam keadaan baik. Nantinya proses pelimpahan berkas akan dikisahkan antara kasus dugaan pemalsuan surat dengan kasus dugaan suap Brigjen Prasetijo Utomo.
&quot;Berkas berbeda dan akan terpisah,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNy8xLzEyMjM0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, telah melakukan gelar perkara terhadap Brigjen Prasetijo Utomo dan ditetapkan sebagai tersangka.
&quot;Hari ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka, Brigjen PU berdasar LP A/397/VII/2020/Bareskrim tanggal 20 Juli 2020,&quot; ucap Listyo di Mabes Polri, Senin 27 Juli 2020.
Brigjen PU disangkaan membuat dan menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP Ayat (1) dan Ayat (2) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP dan Pasal 426 Ayat (1) KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat (1) ke-2 KUHP dengan ancaman penjara maksimal enam tahun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dicecar 34 Pertanyaan, Jaksa Pinangki &quot;Nyerah&quot; Diperiksa 5 Jam Penyidik Bareskrim
Barang bukti kasus ini yaitu Surat Jalan Nomor 77 bertanggal 3 Juni 2020; Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 Nomor 990; Surat Jalan Nomor 82 bertanggal 18 Juni 2020; Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 Nomor 1561 dan surat rekomendasi Kesehatan Nomor 2214 yang dibuat di Pusdokkes Polri.

&quot;Dua surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka Brigjen PU,&quot; sambung Listyo.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri berencana akan menyerahkan berkas perkara Brigjen Prasetijo Utomo (BJPU) dalam kasus pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyerahan berkas akan dilakukan Jumat 4 September 2020 besok.&amp;nbsp;
&quot;Besok rencana akan dilimpahkan ke JPU,&quot; kata Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo saat dihubungi iNews.id melalui pesan singkat, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ditahan, Andi Irfan Jaya Jalani Isolasi Mandiri di Rutan KPK
Ferdy mengatakan, hingga saat ini kondisi BJPU dalam keadaan baik. Nantinya proses pelimpahan berkas akan dikisahkan antara kasus dugaan pemalsuan surat dengan kasus dugaan suap Brigjen Prasetijo Utomo.
&quot;Berkas berbeda dan akan terpisah,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNy8xLzEyMjM0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, telah melakukan gelar perkara terhadap Brigjen Prasetijo Utomo dan ditetapkan sebagai tersangka.
&quot;Hari ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka, Brigjen PU berdasar LP A/397/VII/2020/Bareskrim tanggal 20 Juli 2020,&quot; ucap Listyo di Mabes Polri, Senin 27 Juli 2020.
Brigjen PU disangkaan membuat dan menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP Ayat (1) dan Ayat (2) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP dan Pasal 426 Ayat (1) KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat (1) ke-2 KUHP dengan ancaman penjara maksimal enam tahun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dicecar 34 Pertanyaan, Jaksa Pinangki &quot;Nyerah&quot; Diperiksa 5 Jam Penyidik Bareskrim
Barang bukti kasus ini yaitu Surat Jalan Nomor 77 bertanggal 3 Juni 2020; Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 Nomor 990; Surat Jalan Nomor 82 bertanggal 18 Juni 2020; Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 Nomor 1561 dan surat rekomendasi Kesehatan Nomor 2214 yang dibuat di Pusdokkes Polri.

&quot;Dua surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka Brigjen PU,&quot; sambung Listyo.
</content:encoded></item></channel></rss>
