<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Detak Jantung Terdeteksi di Bawah Puing Bangunan, Sebulan Setelah Ledakan Beirut</title><description>Upaya pencarian akan kemungkinan adanya korban yang masih hidup tengah digelar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut"/><item><title>Detak Jantung Terdeteksi di Bawah Puing Bangunan, Sebulan Setelah Ledakan Beirut</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut</guid><pubDate>Jum'at 04 September 2020 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut-exZp9ZbLy0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak dari ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut. (Foto: Anadolu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/04/18/2272622/detak-jantung-terdeteksi-di-bawah-puing-bangunan-sebulan-setelah-ledakan-beirut-exZp9ZbLy0.jpg</image><title>Dampak dari ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut. (Foto: Anadolu)</title></images><description>BEIRUT &amp;ndash; Tim penyelamat di Beirut mengatakan telah mendeteksi kemungkinan detak jantung di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat ledakan dahsyat yang terjadi sebulan lalu, pada 4 Agustus 2020.
Seekor anjing pelacak dilaporkan memberi tahu penyelamat akan keberadaan orang yang mungkin masih selamat di bawah puing bangunan, memicu pencarian besar-besaran. Jika ditemukan dalam keadaan hidup, berarti orang itu telah terjebak di bawah reruntuhan selama 29 hari.
Peralatan sensor spesialis telah dibawa ke area Mar Mikhael menyusul laporan yang belum dikonfirmasi bahwa detak jantung terdeteksi.
BACA JUGA: Masih Hidup, Seorang Pria Ditemukan di Laut 30 Jam Setelah Ledakan Beirut
&quot;Ini (tanda-tanda pernapasan dan denyut nadi) bersama dengan sensor suhu berarti ada kemungkinan adanya kehidupan,&quot; kata petugas penyelamat Eddy Bitar kepada wartawan sebagaimana dilansir Mirror, Jumat (4/9/2020).
Dia menambahkan satu unit pertahanan sipil telah dipanggil untuk membantu dengan peralatan tambahan untuk melakukan pencarian. Petugas penyelamat dengan jaket cerah memanjat gedung yang runtuh dalam ledakan itu.
Massa berkumpul di sekitar gedung sementara tim pencarian dan penyelamat menggali reruntuhan untuk menemukan sumber detak jantung.
BACA JUGA: Teori Konspirasi Beredar Pasca Ledakan Beirut, Berikut Beberapa di Antaranya
Media lokal mengatakan setiap upaya pencarian dan penyelamatan, jika diketahui bahwa seseorang masih hidup, kemungkinan akan memakan waktu berjam-jam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8wNS8xLzEyMjAxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tim penyelamat Chile, yang tiba di Lebanon tiga hari lalu untuk membantu upaya pencarian, juga terlibat memilah puing untuk menemukan penyintas yang mungkin masih terkubur.  Daily Star melaporkan, tim yang sama dilaporkan menyelamatkan seorang pria di Haiti 27 hari setelah dia terjebak oleh gempa bumi.

Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan anggota militer berdiri  bersama para pekerja dengan jaket visor tinggi saat mereka memeriksa  reruntuhan.
Anggota masyarakat, kebanyakan memakai masker wajah, dapat terlihat merekam di ponsel mereka.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 190 orang tewas dan  lebih dari 6.000 lainnya luka-luka dalam ledakan Beirut yang  meluluhlantahkan kawasan pelabuhan itu sebulan lalu. Lebih dari 300.000  orang sekarang terancam kehilangan rumah mereka akibat bencana itu.</description><content:encoded>BEIRUT &amp;ndash; Tim penyelamat di Beirut mengatakan telah mendeteksi kemungkinan detak jantung di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat ledakan dahsyat yang terjadi sebulan lalu, pada 4 Agustus 2020.
Seekor anjing pelacak dilaporkan memberi tahu penyelamat akan keberadaan orang yang mungkin masih selamat di bawah puing bangunan, memicu pencarian besar-besaran. Jika ditemukan dalam keadaan hidup, berarti orang itu telah terjebak di bawah reruntuhan selama 29 hari.
Peralatan sensor spesialis telah dibawa ke area Mar Mikhael menyusul laporan yang belum dikonfirmasi bahwa detak jantung terdeteksi.
BACA JUGA: Masih Hidup, Seorang Pria Ditemukan di Laut 30 Jam Setelah Ledakan Beirut
&quot;Ini (tanda-tanda pernapasan dan denyut nadi) bersama dengan sensor suhu berarti ada kemungkinan adanya kehidupan,&quot; kata petugas penyelamat Eddy Bitar kepada wartawan sebagaimana dilansir Mirror, Jumat (4/9/2020).
Dia menambahkan satu unit pertahanan sipil telah dipanggil untuk membantu dengan peralatan tambahan untuk melakukan pencarian. Petugas penyelamat dengan jaket cerah memanjat gedung yang runtuh dalam ledakan itu.
Massa berkumpul di sekitar gedung sementara tim pencarian dan penyelamat menggali reruntuhan untuk menemukan sumber detak jantung.
BACA JUGA: Teori Konspirasi Beredar Pasca Ledakan Beirut, Berikut Beberapa di Antaranya
Media lokal mengatakan setiap upaya pencarian dan penyelamatan, jika diketahui bahwa seseorang masih hidup, kemungkinan akan memakan waktu berjam-jam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8wNS8xLzEyMjAxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tim penyelamat Chile, yang tiba di Lebanon tiga hari lalu untuk membantu upaya pencarian, juga terlibat memilah puing untuk menemukan penyintas yang mungkin masih terkubur.  Daily Star melaporkan, tim yang sama dilaporkan menyelamatkan seorang pria di Haiti 27 hari setelah dia terjebak oleh gempa bumi.

Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan anggota militer berdiri  bersama para pekerja dengan jaket visor tinggi saat mereka memeriksa  reruntuhan.
Anggota masyarakat, kebanyakan memakai masker wajah, dapat terlihat merekam di ponsel mereka.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 190 orang tewas dan  lebih dari 6.000 lainnya luka-luka dalam ledakan Beirut yang  meluluhlantahkan kawasan pelabuhan itu sebulan lalu. Lebih dari 300.000  orang sekarang terancam kehilangan rumah mereka akibat bencana itu.</content:encoded></item></channel></rss>
