<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wagub DKI Sebut Ganjil-Genap untuk Batasi Orang Keluar Rumah</title><description>Dulu kan sebelum pandemi untuk menbatasi kepadatan. Kedua, selama pandemi kita tiadakan. Dan di PSBB transisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah"/><item><title>Wagub DKI Sebut Ganjil-Genap untuk Batasi Orang Keluar Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah</guid><pubDate>Jum'at 04 September 2020 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah-ovbQNtElVh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/04/338/2272631/wagub-dki-sebut-ganjil-genap-untuk-batasi-orang-keluar-rumah-ovbQNtElVh.jpg</image><title>Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kebijakan ganjil-genap diterapkan di DKI Jakarta saat PSBB transisi fase I guna membatasi orang keluar rumah dengan kendaraan pribadi.

&quot;Dulu kan sebelum pandemi untuk menbatasi kepadatan. Kedua, selama pandemi kita tiadakan. Dan di PSBB transisi, berlakukan kembali di awal Agustus untuk selain mengurangi kemacetan juga untuk membatasi warga keluar rumah,&quot; kata Ariza di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Menurut dia, warga yang mempunyai mobil dengan nomor ganjil secara otomatis tidak akan keluar rumah saat hanya kendaraan genap yang diperbolehkan. &quot;Biar orang mengatur,'oh mobil saya ganjil ya sudah'. Untuk mengatur orang yang keluar acara belanja bertemu teman-teman,&quot; ucapnya.

Politikus Gerindra itu memastikan, pihaknya akan mengecek adanya kenaikan 3,5% yang beralih ke transportasi umum. Dia juga akan membahas saran dari Kasatgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo.

&quot;Terkait dengan meningkatnya 3,5% orang yang beralih ke umum kita cek. Apakah betul karena ganjil-genap karena kalau mau jujur kan yang naik kendaraan kan berkurang karena tidak bekerja karena WFH,&quot; sambungnya.

&quot;Kita tahu kan yang kerja berkurang disebabkan di-PHK, bekerja dari rumah, enggak keluar. Bisa saja ada peningkatan karena ada yang kembali kerja, ada keperluan, kita cek apakah ada korelasinya,&quot; ujar Ariza.

Baca Juga :&amp;nbsp;Duh, 2 Pasangan ABG Ini Nekat Bercumbu di Tempat Umum
Baca Juga :&amp;nbsp;Sebelum Daftar ke KPU, Bobby Nasution Ziarah ke Makam Sang Ayah

Ariza memperkirakan kenaikan 3,5 warga naik angkutan umum juga bisa disebabkan karena perekonomian warga yang buruk karena dampak Covid-19. Sehingga, warga yang biasa menggunakan kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum.

&quot;Orang yang meningkat di kereta dan bus itu kita cek. Mungkin karena ekonomi. Tentu apa yang jadi perhatian Pak Doni akan kita perhatikan akan kita evaluasi dengan Dishub dan Polda Metro Jaya. Prinsipnya semua yang diambil selalu kita diskusikan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kebijakan ganjil-genap diterapkan di DKI Jakarta saat PSBB transisi fase I guna membatasi orang keluar rumah dengan kendaraan pribadi.

&quot;Dulu kan sebelum pandemi untuk menbatasi kepadatan. Kedua, selama pandemi kita tiadakan. Dan di PSBB transisi, berlakukan kembali di awal Agustus untuk selain mengurangi kemacetan juga untuk membatasi warga keluar rumah,&quot; kata Ariza di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Menurut dia, warga yang mempunyai mobil dengan nomor ganjil secara otomatis tidak akan keluar rumah saat hanya kendaraan genap yang diperbolehkan. &quot;Biar orang mengatur,'oh mobil saya ganjil ya sudah'. Untuk mengatur orang yang keluar acara belanja bertemu teman-teman,&quot; ucapnya.

Politikus Gerindra itu memastikan, pihaknya akan mengecek adanya kenaikan 3,5% yang beralih ke transportasi umum. Dia juga akan membahas saran dari Kasatgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo.

&quot;Terkait dengan meningkatnya 3,5% orang yang beralih ke umum kita cek. Apakah betul karena ganjil-genap karena kalau mau jujur kan yang naik kendaraan kan berkurang karena tidak bekerja karena WFH,&quot; sambungnya.

&quot;Kita tahu kan yang kerja berkurang disebabkan di-PHK, bekerja dari rumah, enggak keluar. Bisa saja ada peningkatan karena ada yang kembali kerja, ada keperluan, kita cek apakah ada korelasinya,&quot; ujar Ariza.

Baca Juga :&amp;nbsp;Duh, 2 Pasangan ABG Ini Nekat Bercumbu di Tempat Umum
Baca Juga :&amp;nbsp;Sebelum Daftar ke KPU, Bobby Nasution Ziarah ke Makam Sang Ayah

Ariza memperkirakan kenaikan 3,5 warga naik angkutan umum juga bisa disebabkan karena perekonomian warga yang buruk karena dampak Covid-19. Sehingga, warga yang biasa menggunakan kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum.

&quot;Orang yang meningkat di kereta dan bus itu kita cek. Mungkin karena ekonomi. Tentu apa yang jadi perhatian Pak Doni akan kita perhatikan akan kita evaluasi dengan Dishub dan Polda Metro Jaya. Prinsipnya semua yang diambil selalu kita diskusikan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
