<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selayang Pandang Jakob Oetama, Anak Guru Pendiri Kompas Gramedia</title><description>Jakob dikenal sebagai wartawan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendiri Surat Kabar Kompas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia"/><item><title>Selayang Pandang Jakob Oetama, Anak Guru Pendiri Kompas Gramedia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia</guid><pubDate>Rabu 09 September 2020 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia-zzQdDBrGw6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">dok: Kompas</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/09/337/2274940/selayang-pandang-jakob-oetama-anak-guru-pendiri-kompas-gramedia-zzQdDBrGw6.jpeg</image><title>dok: Kompas</title></images><description>JAKARTA - Kabar duka hadir di lingkungan insan pers Indonesia. Ya, salah satu tokoh pers dan juga pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia pada hari ini, 9 September 2020.
Melansir Wikipedia, Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta.
(Baca juga: 64,2% Kasus Covid-19 di Tanah Air Berasal dari Pulau Jawa dan Bali)
Karier jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K.Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika
Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi.
Jakob dikenal sebagai wartawan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.
Bahkan Jakob adalah penerima Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada dan penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.
Saat ini, perusahaan yang didirikannya yaitu Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
Selain itu, bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko, Jakob Oetama juga ikut mendirikan The Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar duka hadir di lingkungan insan pers Indonesia. Ya, salah satu tokoh pers dan juga pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia pada hari ini, 9 September 2020.
Melansir Wikipedia, Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta.
(Baca juga: 64,2% Kasus Covid-19 di Tanah Air Berasal dari Pulau Jawa dan Bali)
Karier jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K.Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika
Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi.
Jakob dikenal sebagai wartawan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.
Bahkan Jakob adalah penerima Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada dan penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.
Saat ini, perusahaan yang didirikannya yaitu Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
Selain itu, bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko, Jakob Oetama juga ikut mendirikan The Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris.
</content:encoded></item></channel></rss>
