<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Melonguane, Tak Berpotensi Tsunami</title><description>Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami"/><item><title>Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Melonguane, Tak Berpotensi Tsunami</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami</guid><pubDate>Rabu 09 September 2020 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami-NtGn5gM3gT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/09/340/2274964/gempa-magnitudo-5-7-guncang-melonguane-tak-berpotensi-tsunami-NtGn5gM3gT.jpg</image><title>Ilustrasi gempa. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>MANADO - Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut) sekira pukul 14.18 Wita. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,7.

Episenter gempa terletak pada koordinat 4,08 Lintang Utara dan 126,74 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Timur Laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 74 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&quot; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko, Rabu (9/9/2020).

Guncangan gempa dirasakan di daerah Melonguane dengan skala III-IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

&quot;Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak empat kali,&quot; kata Mengko

Mengko mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah,&quot; tutur Mengko.


</description><content:encoded>MANADO - Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut) sekira pukul 14.18 Wita. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,7.

Episenter gempa terletak pada koordinat 4,08 Lintang Utara dan 126,74 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Timur Laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 74 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&quot; ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko, Rabu (9/9/2020).

Guncangan gempa dirasakan di daerah Melonguane dengan skala III-IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

&quot;Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak empat kali,&quot; kata Mengko

Mengko mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah,&quot; tutur Mengko.


</content:encoded></item></channel></rss>
