<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ragam Pandangan Epidemiolog soal Puncak Pandemi Covid-19 di Jakarta</title><description>Puncak pandemi corona di setiap daerah Indonesia tidak sama satu sama lain karena adanya perbedaan karakter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta"/><item><title>Ragam Pandangan Epidemiolog soal Puncak Pandemi Covid-19 di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta</guid><pubDate>Kamis 10 September 2020 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta-GFeKDZIFor.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/338/2275346/ragam-pandangan-epidemiolog-soal-puncak-pandemi-covid-19-di-jakarta-GFeKDZIFor.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani masih meragukan anggapan bahwa  DKI Jakarta dalam waktu dekat akan memasuki puncak pandemi virus corona atau Covid-19.
Menurut Laura, penambahan kasus positif baru yang signifikan tidak bisa menjadi acuan puncak pandemi. Sebab, jika tidak diiringi penanganan yang memadai bukan tidak mungkin kasus positif akan terus bertambah.
&quot;Belum tentu. Jika tidak intervensi yang berarti, maka kasus akan bertambah dan yang dikhawatirkan fasilitas kesehatan kita tidak mampu menampungnya,&quot; kata Laura kepada Okezone, Kamis (10/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan Rem Darurat DKI Jakarta Dimulai Senin 14 September&amp;nbsp;
Laura mengatakan, penambahan kasus akan selalu terjadi jika masyarakat masih abai kepada protokol kesehatan dan lemahnya penanganan Covid-19. Karena itu, kuncinya ada pada bagaimana penanganan dilakukan serta kepatuhan masyarakat.
Zita menambahkan, puncak pandemi corona baru bisa dipastikan ketika adanya data yang menunjukkan kasus positif turun secara stabil. &quot;Dikatakan puncak ketika kasus sudah mulai melandai atau menurunnya stabil &quot; tandasnya.
Sementara itu, Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memiliki pandangan yang berbeda. Menurut dia  Jakarta sudah mulai memasuki puncak pandemi Covid-19. Bahkan, Dicky memprediksi puncak Covid-19 di Jakarta bakal terjadi pada akhir bulan ini hingga pertengahan Oktober 2020.
&quot;Untuk Jakarta puncak pandemi akhir September atau pertengahan Oktober,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anies Pastikan Warga DKI Jakarta Terdampak Covid-19 Tetap Dapat Bansos
Namun kata dia, puncak pandemi corona di setiap daerah Indonesia tidak sama satu sama lain karena adanya perbedaan karakter kenaikan atau penurunan kurva Covid-19 di masing-masing pulau.
&quot;Sehingga, yang disebut prediksi puncak, itu akan bervariasi antar pulau besar. Dan prediksi puncak yang paling dekat ini di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian berlanjut ke pulau Jawa secara umum akhir tahunlah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani masih meragukan anggapan bahwa  DKI Jakarta dalam waktu dekat akan memasuki puncak pandemi virus corona atau Covid-19.
Menurut Laura, penambahan kasus positif baru yang signifikan tidak bisa menjadi acuan puncak pandemi. Sebab, jika tidak diiringi penanganan yang memadai bukan tidak mungkin kasus positif akan terus bertambah.
&quot;Belum tentu. Jika tidak intervensi yang berarti, maka kasus akan bertambah dan yang dikhawatirkan fasilitas kesehatan kita tidak mampu menampungnya,&quot; kata Laura kepada Okezone, Kamis (10/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan Rem Darurat DKI Jakarta Dimulai Senin 14 September&amp;nbsp;
Laura mengatakan, penambahan kasus akan selalu terjadi jika masyarakat masih abai kepada protokol kesehatan dan lemahnya penanganan Covid-19. Karena itu, kuncinya ada pada bagaimana penanganan dilakukan serta kepatuhan masyarakat.
Zita menambahkan, puncak pandemi corona baru bisa dipastikan ketika adanya data yang menunjukkan kasus positif turun secara stabil. &quot;Dikatakan puncak ketika kasus sudah mulai melandai atau menurunnya stabil &quot; tandasnya.
Sementara itu, Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memiliki pandangan yang berbeda. Menurut dia  Jakarta sudah mulai memasuki puncak pandemi Covid-19. Bahkan, Dicky memprediksi puncak Covid-19 di Jakarta bakal terjadi pada akhir bulan ini hingga pertengahan Oktober 2020.
&quot;Untuk Jakarta puncak pandemi akhir September atau pertengahan Oktober,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anies Pastikan Warga DKI Jakarta Terdampak Covid-19 Tetap Dapat Bansos
Namun kata dia, puncak pandemi corona di setiap daerah Indonesia tidak sama satu sama lain karena adanya perbedaan karakter kenaikan atau penurunan kurva Covid-19 di masing-masing pulau.
&quot;Sehingga, yang disebut prediksi puncak, itu akan bervariasi antar pulau besar. Dan prediksi puncak yang paling dekat ini di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian berlanjut ke pulau Jawa secara umum akhir tahunlah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
