<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas: PSBB untuk Batasi Mobilitas Penduduk Cegah Penularan Covid-19</title><description>Diterapkannya PSBB dalam rangka membatasi mobilitas penduduk sebagai upaya agar tidak terjadi penularan dari satu tempat ke tempat lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19"/><item><title>Satgas: PSBB untuk Batasi Mobilitas Penduduk Cegah Penularan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19-QIIcXSa21H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/337/2276151/satgas-psbb-untuk-batasi-mobilitas-penduduk-cegah-penularan-covid-19-QIIcXSa21H.jpg</image><title>Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pembatasan mobilitas penduduk bisa mencegah potensi penularan Covid-19.
&amp;ldquo;Jadi, kalau kita lihat kondisinya dengan adanya pandemi ini, maka memang mobilitas penduduk itu harus dibatasi agar betul-betul potensi penularan itu bisa dicegah,&amp;rdquo; ungkapnya dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/9/2020).
Wiku menjelaskan, pembatasan ini karena biasanya terjadinya penularan apabila orang yang kemungkinan sakit, dia tidak tahu dan pindah ke tempat lain di mana ada orang yang rentan untuk bisa terkena infeksi.
&amp;ldquo;Maka dari itu, selalu dijaga untuk dikurangi mobilitas penduduk atau perjalanannya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PSBB Total, Satgas : Penularan Corona di DKI Tinggi
Sehingga, kata Wiku, dengan diterapkannya PSBB dalam rangka membatasi mobilitas penduduk sebagai upaya agar tidak terjadi penularan dari satu tempat ke tempat lain. &amp;ldquo;Dan setelah kita lihat juga adanya PSBB itu juga dalam rangka untuk membatasi mobilitas penduduk agar di wilayahnya masing-masing sehingga tidak tertular dari satu tempat ke tempat yang lain.&amp;rdquo;
Wiku mengatakan, sampai saat ini masih ada beberapa daerah yang melaksanakan PSBB. &amp;ldquo;Dan sampai dengan sekarang berapa daerah yang masih melaksanakan PSBB ada dua provinsi yaitu DKI Jakarta dan Banten. Dan masih ada 5 kabupaten kota yang juga sedang menjalankan PSBB yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok,&amp;rdquo; katanya.
Apalagi, kata Wiku mobilitas penduduk seperti pulang kampung juga berpotensi untuk menularkan virus Covid-19. &amp;ldquo;Dan kalau kita lihat perkembangan dari community mobility report ternyata terlihat bahwa ada migrasi orang entity migration yang lumayan besar dan ada kecenderungan masyarakat tersebut tinggal. Jadi mungkin ini bisa terlihat bahwa pulang kampung adalah salah satu fenomena yang juga terbaca dari report tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PSBB Total di Jakarta, Anies: Kita Kalahkan Wabah Ini Bersama-sama
Wiku pun meminta semua pihak untuk bekerja sama membatasi mobilitas penduduk agar penanganan Covid-19 lebih mudah. &amp;ldquo;Maka dari itu, kita perlu kerja sama dengan semua pihak termasuk khususnya masyarakat untuk betul-betul bisa membatasi mobilitas atau perjalanan, agar betul-betul kita bisa menangani kasusnya menjadi lebih mudah,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pembatasan mobilitas penduduk bisa mencegah potensi penularan Covid-19.
&amp;ldquo;Jadi, kalau kita lihat kondisinya dengan adanya pandemi ini, maka memang mobilitas penduduk itu harus dibatasi agar betul-betul potensi penularan itu bisa dicegah,&amp;rdquo; ungkapnya dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/9/2020).
Wiku menjelaskan, pembatasan ini karena biasanya terjadinya penularan apabila orang yang kemungkinan sakit, dia tidak tahu dan pindah ke tempat lain di mana ada orang yang rentan untuk bisa terkena infeksi.
&amp;ldquo;Maka dari itu, selalu dijaga untuk dikurangi mobilitas penduduk atau perjalanannya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PSBB Total, Satgas : Penularan Corona di DKI Tinggi
Sehingga, kata Wiku, dengan diterapkannya PSBB dalam rangka membatasi mobilitas penduduk sebagai upaya agar tidak terjadi penularan dari satu tempat ke tempat lain. &amp;ldquo;Dan setelah kita lihat juga adanya PSBB itu juga dalam rangka untuk membatasi mobilitas penduduk agar di wilayahnya masing-masing sehingga tidak tertular dari satu tempat ke tempat yang lain.&amp;rdquo;
Wiku mengatakan, sampai saat ini masih ada beberapa daerah yang melaksanakan PSBB. &amp;ldquo;Dan sampai dengan sekarang berapa daerah yang masih melaksanakan PSBB ada dua provinsi yaitu DKI Jakarta dan Banten. Dan masih ada 5 kabupaten kota yang juga sedang menjalankan PSBB yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok,&amp;rdquo; katanya.
Apalagi, kata Wiku mobilitas penduduk seperti pulang kampung juga berpotensi untuk menularkan virus Covid-19. &amp;ldquo;Dan kalau kita lihat perkembangan dari community mobility report ternyata terlihat bahwa ada migrasi orang entity migration yang lumayan besar dan ada kecenderungan masyarakat tersebut tinggal. Jadi mungkin ini bisa terlihat bahwa pulang kampung adalah salah satu fenomena yang juga terbaca dari report tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;PSBB Total di Jakarta, Anies: Kita Kalahkan Wabah Ini Bersama-sama
Wiku pun meminta semua pihak untuk bekerja sama membatasi mobilitas penduduk agar penanganan Covid-19 lebih mudah. &amp;ldquo;Maka dari itu, kita perlu kerja sama dengan semua pihak termasuk khususnya masyarakat untuk betul-betul bisa membatasi mobilitas atau perjalanan, agar betul-betul kita bisa menangani kasusnya menjadi lebih mudah,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
