<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>59 Negara &quot;Tutup Pintu&quot; untuk WNI Gegara Corona, Ini Kata KSP   </title><description>Sebanyak 59 negara yang membuat kebijakan larangan masuk bagi WNI semata-mata untuk melindungi warganya dari potensi penularan virus corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp"/><item><title>59 Negara &quot;Tutup Pintu&quot; untuk WNI Gegara Corona, Ini Kata KSP   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp-HXV1STA92M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/337/2276226/59-negara-tutup-pintu-untuk-wni-gegara-corona-ini-kata-ksp-HXV1STA92M.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian menghormati sikap 59 negara yang menutup pintu kedatangan bagi warga negara Indonesia (WNI) di tengah melonjaknya kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

&quot;Itu kebijakan negara masing-masing. Indonesia juga pernah menutup dari negara-negara yang Covid, dari China, Korsel (Korea Selatan). Jadi biasa saja,&quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tekan Covid-19, Pemerintah Gelar Operasi Yustisi Senin Depan
Menurut dia, 59 negara yang membuat kebijakan larangan masuk bagi WNI semata-mata untuk melindungi warganya dari potensi penularan virus corona. Hal itu pun dianggap lumrah karena Indonesia juga pernah bersikap serupa.

Donny mengklaim penanganan Covid-19 di Indonesia masih di jalan yang benar. Kalau pun ada peningkatan kasus positif, itu bisa dipahami karena Indonesia merupakan negara yang besar.

&quot;Indonesia masih on the right track. Kalau ada peningkatan kasus positif saya kira wajar karena Indonesia negara yang cukup besar. Yang penting adalah protokol kesehatan, mau tidak mau hanya itu yang bisa menahan laju angka positif. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tentu dengan pengawasan yang ketat,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengeluh Asam Lambung, Bupati PALI Ternyata Positif Covid-19

</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian menghormati sikap 59 negara yang menutup pintu kedatangan bagi warga negara Indonesia (WNI) di tengah melonjaknya kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

&quot;Itu kebijakan negara masing-masing. Indonesia juga pernah menutup dari negara-negara yang Covid, dari China, Korsel (Korea Selatan). Jadi biasa saja,&quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tekan Covid-19, Pemerintah Gelar Operasi Yustisi Senin Depan
Menurut dia, 59 negara yang membuat kebijakan larangan masuk bagi WNI semata-mata untuk melindungi warganya dari potensi penularan virus corona. Hal itu pun dianggap lumrah karena Indonesia juga pernah bersikap serupa.

Donny mengklaim penanganan Covid-19 di Indonesia masih di jalan yang benar. Kalau pun ada peningkatan kasus positif, itu bisa dipahami karena Indonesia merupakan negara yang besar.

&quot;Indonesia masih on the right track. Kalau ada peningkatan kasus positif saya kira wajar karena Indonesia negara yang cukup besar. Yang penting adalah protokol kesehatan, mau tidak mau hanya itu yang bisa menahan laju angka positif. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tentu dengan pengawasan yang ketat,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengeluh Asam Lambung, Bupati PALI Ternyata Positif Covid-19

</content:encoded></item></channel></rss>
