<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gubernur Anies Lakukan PSBB Total, Epidemiolog: Harus Jadi Contoh untuk Daerah Lain   </title><description>kebijakan rem darurat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain"/><item><title> Gubernur Anies Lakukan PSBB Total, Epidemiolog: Harus Jadi Contoh untuk Daerah Lain   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain-c5q6Zgu1OD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/338/2275950/gubernur-anies-lakukan-psbb-total-epidemiolog-harus-jadi-contoh-untuk-daerah-lain-c5q6Zgu1OD.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, kebijakan rem darurat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total sudah berbasis data.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jakarta PSBB Total, Kabupaten Bekasi Tetap Proporsional
Ia mengatakan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan DKI bisa menjadi contoh  dan rujukan pemerintah daerah lainnya dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

&quot;Dasar kebijakan DKI saya lihat sudah berbasis data kuat dan harus jadi rujukan dan contoh daerah lainnya,&quot; kata Dicky saat dihubungi Okezone, Jumat (11/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jakarta PSBB Total, Anies : Ganjil-Genap Ditiadakan Mulai 14 September
Menurut dia, data jumlah tes PCR yang dilakukan di DKI Jakarta sudah meningkat bahkan empat kali lipat lebih besar dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

&quot;Akan tetapi dalam seminggu terakhir, angka rasio positif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta berkisar antara 10,4-16,5 persen. standar minimal WHO untuk memperbolehkan pelonggaran wilayah adalah di bawah 5 persen. Artinya laju penyebaran virus Corona di wilayah DKI Jakarta masih cukup pesat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Data WHO, lanjut dia, menunjukkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, tidak ada penurunan kematian terkonfirmasi di wilayah DKI Jakarta yang menjadi syarat epidemiologi untuk melonggarkan pembatasan sosial.

Selain itu, sebulan terakhir secara kumulatif, jumlah kasus positif di DKI Jakarta diperkirakan mencapai 50.841 dengan jumlah kematian 1.365 pada hari ini. Di antara mereka yang meninggal, setidaknya terdapat 15 tenaga kesehatan.

&quot;Dari data kasus positif Covid-19 di DKI, 55.2% di antaranya adalah orang yang tidak menunjukkan gejala,&quot; tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah studi menunjukkan bahwa mereka yang tanpa gejala rentan menularkan infeksi ke orang di sekelilingnya tanpa mereka sadari.

Di sisi lain, kapasitas rumah sakit pun mulai penuh dan diperkirakan tidak akan mampu menampung pasien hingga akhir September.

&quot;Jika pertambahan kasus positif terus meningkat seperti saat ini, maka kematian terkonformasi akan mencapai 3 ribu pada akhir Oktober,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, kebijakan rem darurat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total sudah berbasis data.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jakarta PSBB Total, Kabupaten Bekasi Tetap Proporsional
Ia mengatakan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan DKI bisa menjadi contoh  dan rujukan pemerintah daerah lainnya dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

&quot;Dasar kebijakan DKI saya lihat sudah berbasis data kuat dan harus jadi rujukan dan contoh daerah lainnya,&quot; kata Dicky saat dihubungi Okezone, Jumat (11/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jakarta PSBB Total, Anies : Ganjil-Genap Ditiadakan Mulai 14 September
Menurut dia, data jumlah tes PCR yang dilakukan di DKI Jakarta sudah meningkat bahkan empat kali lipat lebih besar dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

&quot;Akan tetapi dalam seminggu terakhir, angka rasio positif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta berkisar antara 10,4-16,5 persen. standar minimal WHO untuk memperbolehkan pelonggaran wilayah adalah di bawah 5 persen. Artinya laju penyebaran virus Corona di wilayah DKI Jakarta masih cukup pesat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Data WHO, lanjut dia, menunjukkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, tidak ada penurunan kematian terkonfirmasi di wilayah DKI Jakarta yang menjadi syarat epidemiologi untuk melonggarkan pembatasan sosial.

Selain itu, sebulan terakhir secara kumulatif, jumlah kasus positif di DKI Jakarta diperkirakan mencapai 50.841 dengan jumlah kematian 1.365 pada hari ini. Di antara mereka yang meninggal, setidaknya terdapat 15 tenaga kesehatan.

&quot;Dari data kasus positif Covid-19 di DKI, 55.2% di antaranya adalah orang yang tidak menunjukkan gejala,&quot; tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah studi menunjukkan bahwa mereka yang tanpa gejala rentan menularkan infeksi ke orang di sekelilingnya tanpa mereka sadari.

Di sisi lain, kapasitas rumah sakit pun mulai penuh dan diperkirakan tidak akan mampu menampung pasien hingga akhir September.

&quot;Jika pertambahan kasus positif terus meningkat seperti saat ini, maka kematian terkonformasi akan mencapai 3 ribu pada akhir Oktober,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
