<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19 di Indonesia Disebut Masih Gelombang Pertama</title><description>Kita masing dan sedang berada di gelombang pertama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama"/><item><title>Pandemi Covid-19 di Indonesia Disebut Masih Gelombang Pertama</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama-6hVlUoczkc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/337/2276672/pandemi-covid-19-di-indonesia-disebut-masih-gelombang-pertama-6hVlUoczkc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Manajer Pelayanan Kesehatan Indonesia (Permapkin) Hermawan Saputra menilai pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sampai saat ini masih pada tahap gelombang pertama.

Ia berharap, meski belum memasuki puncak ataupun gelombang kedua, Indonesia bisa segera memutus dan mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi.

&amp;ldquo;Kita ini masing dan sedang berada di gelombang pertama. Mudah-mudahan kita tidak terhempas dan karam,&amp;rdquo; kata Hermawan dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya melalui virtual, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Demi mencegah hal itu, kata Hermawan, upaya-upaya maksimal harus dilakukan sejak dewasa ini. Diantaranya adalah, memperbanyak kapasitas rumah sakit. Namun, menurutnya, hal itu juga harus dibarengi dengan upaya pencegahan yang maksimal.

Baca Juga :&amp;nbsp;Over Capacity, Pemerintah Alihkan Pasien Covid-19 ke RS Wisma Atlet
Baca Juga :&amp;nbsp;Bima Arya Sebut PSBB Total Pemprov DKI Bukan Sebuah Solusi

&amp;ldquo;Berapapun kejaran kita memperkuat layanan rumah sakit dalam keadaan pandemik tidak akan mungkin,&amp;rdquo; tutur Hermawan.

Hermawan mengungkapkan, diseluruh Indonesia jumlah rumah sakit jumlahnya hanya 3 ribuan saja. Dari total itu, seribu rumah sakit berada di wilayah Jabodetabek. Padahal, penularan Covid-19, sudah masuk ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Manajer Pelayanan Kesehatan Indonesia (Permapkin) Hermawan Saputra menilai pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sampai saat ini masih pada tahap gelombang pertama.

Ia berharap, meski belum memasuki puncak ataupun gelombang kedua, Indonesia bisa segera memutus dan mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi.

&amp;ldquo;Kita ini masing dan sedang berada di gelombang pertama. Mudah-mudahan kita tidak terhempas dan karam,&amp;rdquo; kata Hermawan dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya melalui virtual, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Demi mencegah hal itu, kata Hermawan, upaya-upaya maksimal harus dilakukan sejak dewasa ini. Diantaranya adalah, memperbanyak kapasitas rumah sakit. Namun, menurutnya, hal itu juga harus dibarengi dengan upaya pencegahan yang maksimal.

Baca Juga :&amp;nbsp;Over Capacity, Pemerintah Alihkan Pasien Covid-19 ke RS Wisma Atlet
Baca Juga :&amp;nbsp;Bima Arya Sebut PSBB Total Pemprov DKI Bukan Sebuah Solusi

&amp;ldquo;Berapapun kejaran kita memperkuat layanan rumah sakit dalam keadaan pandemik tidak akan mungkin,&amp;rdquo; tutur Hermawan.

Hermawan mengungkapkan, diseluruh Indonesia jumlah rumah sakit jumlahnya hanya 3 ribuan saja. Dari total itu, seribu rumah sakit berada di wilayah Jabodetabek. Padahal, penularan Covid-19, sudah masuk ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
