<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Optimis Kapasitas RS Covid-19 di Indonesia Masih Mencukupi</title><description>Sesuai data yang kami terima, saat ini pemerintah mulai menambah kapasitas tempat tidur di beberapa RS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi"/><item><title>DPR Optimis Kapasitas RS Covid-19 di Indonesia Masih Mencukupi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi-ikRDWCj3zp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena (Foto : DPR RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/337/2276678/dpr-optimis-kapasitas-rs-covid-19-di-indonesia-masih-mencukupi-ikRDWCj3zp.jpg</image><title>Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena (Foto : DPR RI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengecek kesiapan Kemenkes dan rumah sakit di Jakarta dan seluruh Indonesia untuk menampung masyarakat yang terpapar virus corona atau Covid-19.

Hal itu dilakukan terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menaytakan bahwa kapasitas rumah sakit di Jakarta mengkhawatirkan untuk menangani pasien covid-19 yang cenderung meningkat. Kendati begitu, Melki meyakini peningkatan tersebut tak akan membuat Ibu Kota kekurangan kapasitas untuk perawatan.

Kata Melki, rumah sakit di Jakarta hingga September 2020 tersedia 67 yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Dari jumlah RS tersebut tersedia 727 tempat tidur untuk pasien ICU (intensive care unit) yang hingga kini baru terpakai 460 tempat tidur atau 63 persen saja.

Sementara untuk isolasi bahkan tersedia sebanyak 5314 yang baru terpakai 3151 atau sekitar 59 persen saja. Secara total di 67 RS tingkat okupansi tempat tidur masih berada di kisaran 60 persen saja.

&quot;Sesuai data yang kami terima, saat ini pemerintah mulai menambah kapasitas tempat tidur di beberapa RS. Seperti untuk tempat tidur ICU sudah ditambah sebanyak 132, kemudian untuk isolasi ditambah 943. Jadi terdapat total penambahan 1075 tempat tidur,&quot; ujar Melki, Sabtu (12/9/2020).

Jumlah penambahan tersebut, sambungnya, masih bisa terus dilakukan mengingat pemerintah mengusahakan tempat isolasi di sejumlah hotel berbintang 2 dan hotel berbintang 3 di Jakarta. Kekhawatiran adanya krisis tempat tidur atau penampungan pasien Covid-19, tentu bisa diatasi dengan penambahan tersebut.

Politikus Partai Golkar ini menyatakan, dari 67 RS di Jakarta itu hanya 20 RS yang tempat tidur ICU-nya sudah mencapai 100 persen. Namun 47 RS untuk TT IC masih bisa menampung jika ada pasien yang memerlukan tempat perawatan.

Ketersediaan RS di Jakarta sendiri disediakan oleh RS swasta, RS Pemerintah provinsi, RS milik BUMN, hingga RS yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan. Di Jakarta, kata Melki, baru terdapat satu RS, yakni RS Umum Grha Kedoya yang daya tampung tempat tidur ICU dan TT isolasi sudah maksimal atau 100 persen.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wOS8xLzEyMjYwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Over Capacity, Pemerintah Alihkan Pasien Covid-19 ke RS Wisma Atlet

&quot;Namun, ada pula RS yang masih minim merawat pasien Covid-19 seperti RSUD Tugu Koja, RSU Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk kasus rawat inap di RS, dalam beberapa hari terakhir terlihat lonjakan tajam di DKI Jakarta. Bahkan sudah mengalahkan Jawa Timur yang sempat mengalami lonjakan cukup tinggi pada akhir Juli lalu,&quot; ujarnya.

Lonjakan pasien positif Covid-19 yang terjadi di Jakarta sendiri menurutnya cukup unik. Pasalnya, lonjakan penggunaan tempat tidur di sejumlah RS di ibu kota mulai tinggi sejak 5 Agustus 2020.

&quot;Ini berarti hanya beberapa hari setelah Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap mobil pribadi di sejumlah ruas jalan utama di Ibu kota,&quot; tuturnya.Ia pun menduga, hal tersebut kemungkinan besar berkorelasi dengan meningkatnya pemakaian transportasi umum lantaran penumpang mobil pribadi terpaksa berpindah ke moda angkutan. Diharapkan kebijakan itu kini dicabut hingga pandemi Covid-19 berakhir.

&quot;Kami harapkan pejabat pemerintah pusat dan daerah selalu memberi optimisme kepada publik dan melakukan langkah langkah konkret penanganan Covid-19 baik aspek kesehatan, sosial, ekonomi. Pejabat pusat dan daerah saling bersinergi untuk bersama sama rakyat Indonesia melewati sikon pandemi ini dengan baik,&quot; ujar Melki.

&quot;Penegakan disiplin protokol kesehatan di Jakarta dan seluruh Indonesia menjadi kunci penanganan berbasis individu, keluarga dan komunitas baik skala kecil maupun skala besar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengecek kesiapan Kemenkes dan rumah sakit di Jakarta dan seluruh Indonesia untuk menampung masyarakat yang terpapar virus corona atau Covid-19.

Hal itu dilakukan terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menaytakan bahwa kapasitas rumah sakit di Jakarta mengkhawatirkan untuk menangani pasien covid-19 yang cenderung meningkat. Kendati begitu, Melki meyakini peningkatan tersebut tak akan membuat Ibu Kota kekurangan kapasitas untuk perawatan.

Kata Melki, rumah sakit di Jakarta hingga September 2020 tersedia 67 yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Dari jumlah RS tersebut tersedia 727 tempat tidur untuk pasien ICU (intensive care unit) yang hingga kini baru terpakai 460 tempat tidur atau 63 persen saja.

Sementara untuk isolasi bahkan tersedia sebanyak 5314 yang baru terpakai 3151 atau sekitar 59 persen saja. Secara total di 67 RS tingkat okupansi tempat tidur masih berada di kisaran 60 persen saja.

&quot;Sesuai data yang kami terima, saat ini pemerintah mulai menambah kapasitas tempat tidur di beberapa RS. Seperti untuk tempat tidur ICU sudah ditambah sebanyak 132, kemudian untuk isolasi ditambah 943. Jadi terdapat total penambahan 1075 tempat tidur,&quot; ujar Melki, Sabtu (12/9/2020).

Jumlah penambahan tersebut, sambungnya, masih bisa terus dilakukan mengingat pemerintah mengusahakan tempat isolasi di sejumlah hotel berbintang 2 dan hotel berbintang 3 di Jakarta. Kekhawatiran adanya krisis tempat tidur atau penampungan pasien Covid-19, tentu bisa diatasi dengan penambahan tersebut.

Politikus Partai Golkar ini menyatakan, dari 67 RS di Jakarta itu hanya 20 RS yang tempat tidur ICU-nya sudah mencapai 100 persen. Namun 47 RS untuk TT IC masih bisa menampung jika ada pasien yang memerlukan tempat perawatan.

Ketersediaan RS di Jakarta sendiri disediakan oleh RS swasta, RS Pemerintah provinsi, RS milik BUMN, hingga RS yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan. Di Jakarta, kata Melki, baru terdapat satu RS, yakni RS Umum Grha Kedoya yang daya tampung tempat tidur ICU dan TT isolasi sudah maksimal atau 100 persen.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wOS8xLzEyMjYwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Over Capacity, Pemerintah Alihkan Pasien Covid-19 ke RS Wisma Atlet

&quot;Namun, ada pula RS yang masih minim merawat pasien Covid-19 seperti RSUD Tugu Koja, RSU Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk kasus rawat inap di RS, dalam beberapa hari terakhir terlihat lonjakan tajam di DKI Jakarta. Bahkan sudah mengalahkan Jawa Timur yang sempat mengalami lonjakan cukup tinggi pada akhir Juli lalu,&quot; ujarnya.

Lonjakan pasien positif Covid-19 yang terjadi di Jakarta sendiri menurutnya cukup unik. Pasalnya, lonjakan penggunaan tempat tidur di sejumlah RS di ibu kota mulai tinggi sejak 5 Agustus 2020.

&quot;Ini berarti hanya beberapa hari setelah Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap mobil pribadi di sejumlah ruas jalan utama di Ibu kota,&quot; tuturnya.Ia pun menduga, hal tersebut kemungkinan besar berkorelasi dengan meningkatnya pemakaian transportasi umum lantaran penumpang mobil pribadi terpaksa berpindah ke moda angkutan. Diharapkan kebijakan itu kini dicabut hingga pandemi Covid-19 berakhir.

&quot;Kami harapkan pejabat pemerintah pusat dan daerah selalu memberi optimisme kepada publik dan melakukan langkah langkah konkret penanganan Covid-19 baik aspek kesehatan, sosial, ekonomi. Pejabat pusat dan daerah saling bersinergi untuk bersama sama rakyat Indonesia melewati sikon pandemi ini dengan baik,&quot; ujar Melki.

&quot;Penegakan disiplin protokol kesehatan di Jakarta dan seluruh Indonesia menjadi kunci penanganan berbasis individu, keluarga dan komunitas baik skala kecil maupun skala besar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
