<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rata-Rata Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Lebihi Nasional, Ini Kata Khofifah</title><description>PR kita adalah angka tingkat kematian, yang meninggal di Jatim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah"/><item><title>Rata-Rata Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Lebihi Nasional, Ini Kata Khofifah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah-KnL5zal4hm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Pemprov Jatim)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/519/2276694/rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah-KnL5zal4hm.jpg</image><title>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Pemprov Jatim)</title></images><description>BATU &amp;ndash; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara mengenai masih tingginya angka kematian akibat pasien Covid-19. Mantan menteri sosial mengakui bila saat ini angka kematian di Jawa Timur masih di atas rata &amp;ndash; rata nasional.

&amp;ldquo;PR kita adalah angka tingkat kematian, yang meninggal di Jatim (presentase) 7,25 persen, nasional 4,1 persen,&amp;rdquo; ujar Khofifah saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batu, Jumat (11/9/2020).

Namun Khofifah memaparkan bila angka kematian murni dari Covid-19 di Jawa Timur sebenarnya sedikit. Namun bila berkaitan komorbid jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 kasus kematian hingga Jumat petang kemarin.

&amp;ldquo;Tapi seperti yang dijelaskan ini kalau dikurangi komorbid (penyakit penyerta) tinggal 195-196, kalau dengan komorbid, maka 2.688 orang,&amp;rdquo; terangnya.

Meski demikian, Khofifah mengaku bangga berkat kerjasama seluruh komponen di Jawa Timur, angka kesembuhan pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia. &amp;ldquo;Ini posisi kita dibanding nasional, kesembuhan nasional 71,2 persen, kesembuhan kita 78,93 persen. Tertinggi se-Indonesia,&amp;rdquo; ucap Khofifah.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuadi mengatakan banyak pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 dalam kondisi berat yang menyebabkan kematian disebabkan sejumlah penyakit komorbid.

Baca Juga :&amp;nbsp;Pandemi Covid-19 di Indonesia Disebut Masih Gelombang Pertama
Baca Juga :&amp;nbsp;Kronologi Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin Tapi Terpapar Corona

&amp;ldquo;Penyakit yang menyebabkan kematian tinggi diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, paru, perokok virus lebih mudah masuk, orang dengan imun yang turun,&amp;rdquo; bebernya.

Pria yang juga Direktur RSUD dr. Soetomo ini juga mengungkapkan bila sebagian besar pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 yang ditangani di ruang ICU memiliki penyakit komorbid.

&amp;ldquo;91 persen di RS soetomo, yang masuk ICU itu dengan komorbid. Kalau ingin menurunkan kematian, maka orang-orang yang punya penyakit itu harus diisolasi jangan sampai terpapar COVID-19. Terbanyak sakit ginjal, diabetes, paru, dan penyakit jantung,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>BATU &amp;ndash; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara mengenai masih tingginya angka kematian akibat pasien Covid-19. Mantan menteri sosial mengakui bila saat ini angka kematian di Jawa Timur masih di atas rata &amp;ndash; rata nasional.

&amp;ldquo;PR kita adalah angka tingkat kematian, yang meninggal di Jatim (presentase) 7,25 persen, nasional 4,1 persen,&amp;rdquo; ujar Khofifah saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batu, Jumat (11/9/2020).

Namun Khofifah memaparkan bila angka kematian murni dari Covid-19 di Jawa Timur sebenarnya sedikit. Namun bila berkaitan komorbid jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 kasus kematian hingga Jumat petang kemarin.

&amp;ldquo;Tapi seperti yang dijelaskan ini kalau dikurangi komorbid (penyakit penyerta) tinggal 195-196, kalau dengan komorbid, maka 2.688 orang,&amp;rdquo; terangnya.

Meski demikian, Khofifah mengaku bangga berkat kerjasama seluruh komponen di Jawa Timur, angka kesembuhan pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia. &amp;ldquo;Ini posisi kita dibanding nasional, kesembuhan nasional 71,2 persen, kesembuhan kita 78,93 persen. Tertinggi se-Indonesia,&amp;rdquo; ucap Khofifah.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuadi mengatakan banyak pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 dalam kondisi berat yang menyebabkan kematian disebabkan sejumlah penyakit komorbid.

Baca Juga :&amp;nbsp;Pandemi Covid-19 di Indonesia Disebut Masih Gelombang Pertama
Baca Juga :&amp;nbsp;Kronologi Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin Tapi Terpapar Corona

&amp;ldquo;Penyakit yang menyebabkan kematian tinggi diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, paru, perokok virus lebih mudah masuk, orang dengan imun yang turun,&amp;rdquo; bebernya.

Pria yang juga Direktur RSUD dr. Soetomo ini juga mengungkapkan bila sebagian besar pasien &amp;ndash; pasien Covid-19 yang ditangani di ruang ICU memiliki penyakit komorbid.

&amp;ldquo;91 persen di RS soetomo, yang masuk ICU itu dengan komorbid. Kalau ingin menurunkan kematian, maka orang-orang yang punya penyakit itu harus diisolasi jangan sampai terpapar COVID-19. Terbanyak sakit ginjal, diabetes, paru, dan penyakit jantung,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
